Fourty (40)

19.6K 2.2K 194
                                        

Yuhuu mochi kembali dengan kegundahan dan kegelisahan Karena tugas yang menggunung...

Jangan lupa ibadah dan protokol kesehatan nya ya

Happy reading ❤️

***

"Jadi bagaimana kita akan menyelesaikan masalah ini yang mulia?" Tanya Duke aldrich mewakili keterdiaman mereka di meja rapat.

"Karena wabah belum sampai ibu kota kerajaan, kita akan menutup beberapa daerah yang telah terinfeksi." Jawab Axton lantang.

"Tidak bisa begitu yang mulia, bukankah di daerah terkena wabah juga ada beberapa orang yang belum terinfeksi? Jika kita menutupnya mereka akan mati." Timpal alden yang sedari tadi memperhatikan percakapan kaisar dan sang ayah.

"Kau ingin semua orang di kekaisaran terinfeksi? Yang dapat kita lakukan saat ini adalah penutupan wilayah wabah di daerah yang sudah banyak terjangkit. Kita meminimalisir mati nya para penduduk." Axton menjawab dengan nada yang agak dingin. Ia tidak suka pendapatnya ditentang.

"Tapi yang mulia, Alden mengucapkan sesuatu yang benar. Bukankah kita bisa memilah orang yang sudah terinfeksi dan yang belum? Kita akan lebih banyak menyelamatkan penduduk." Duke aldrich kembali berucap.

"Kau tahu Duke, kemungkinan seperti itu sangat kecil untuk kita. Saat kita salah memprediksi  satu orang yang tidak terjangkit dan nyatanya itu adalah kebalikannya, penyakit itu akan merebak dan membahayakan nyawa banyak orang." Kaisar mengemukakan pendapatnya.

"Tapi ayah, apakah para tabib kerajaan tidak bisa mengupayakan hal itu? Jika kita tidak segera mengatasi wabah ini, jalur perdagangan kita kemungkinan besar akan ditutup dan menyebabkan kelumpuhan ekonomi pada kekaisaran." Timbang Sean.

"Bagaimana jika_______" ucap menteri 1.

"Saya tidak setuju______" ucap menteri 2.

***
Jika yang lain meributkan masalah wabah, lain hal nya dengan seorang gadis yang sekarang sedang melanjutkan memakan kue yang sudah dibuatnya. Kenapa dia tidak beranjak dari taman itu? Alasannya hanya satu.

Mubazir.

Ya, orang itu adalah Estrella. Dia merasa mubazir dengan kue yang sudah ia buat dengan susah payah. Ia bahkan harus mengorbankan chef Reynold untuk kue ini.

Sambil menikmati kue nya, Estrella memikirkan jalannya cerita yang sedang ia jalani saat ini. Apakah halaman ini terlewat? Atau jalan ceritanya yang sudah berubah? Seingatnya tidak ada wabah yang menyerang kekaisaran. Oh iya, estrella melupakan sesuatu.

Novel yang ia baca merupakan novel dengan isi tidak jelas, tidak berbobot, dan penuh dengan adegan menye-menye dari Sean dan Isabela. Tapi saat ia masuk ke novel ini, kenapa novelnya jadi bar-bar jalan ceritanya?

Wah ada yang salah dengan semua ini. Estrella harus cepat-cepat mengatasi ini, atau ia bisa gila dengan kelanjutan cerita selanjutnya. Bisa jadi ceritanya melenceng menjadi novel hareem, dimana ia punya banyak  suami termasuk Sean bin Axton kan? Hiiiii membayangkannya membuat Estrella merinding.

Dengan semangat, Estrella bangkit dari duduknya dan menghentikan makannya, " oke, kita tamatin nih novel." Estrellapun bergegas untuk menuju ruang rapat.

Tapi saat ingin melangkahkan kakinya menuju ruang rapat, Estrella kembali melihat ke meja yang penuh kue tadi. Daripada mubazir, lebih baik diberikan pada orang lain kan?

"Marie? Yuhuuuu." Panggil Estrella pada sang maid pribadi.

"Ya nona Ella?" Tanya Marie yang terlihat dengan napas yang tersengal.

IMPRESSIVE TRANSMIGRATION (Fate : change the story line)  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang