HARSH WORDS (Bahasa Kasar) || PG 15+
(Bukan novel terjemahan)
Karya asli mochiatmadeva, no copas!
" Cerita macem apa ini? Bukan antagonisnya ya mati ngapa malah figurannya? Udah perannya cuman selewat malah mati lagi. Mending kabur kek terus jadi pe...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
"ayah, ayah, ayah aku ingin ayah Marie. aku sudah berumur 5 tahun. katamu aku akan bertemu ayah jika sudah berusia 5 tahun." ucap Estrella kecil pada Marie sang maid pribadi.
"sabar ya tuan putri. Putri harus sabar, agak tuan Duke mau bertemu dengan putri." jawab Marie dengan lembut pada Estrella. Sebenarnya ia merasa kasihan pada anak ini, karena dia selalu sendiri dan tidak diperhatikan.
Tidak mendengarkan apa yang dikatakan Marie, Estrella kecil malah fokus pada objek yang sedang berjalan agak jauh dari tempat ia berdiri. Siapa lagi kalau bukan Duke aldrich dan Joe butlernya.
"Ayahhhhhh..." Tanpa mempedulikan apapun Estrella kecil berlari pada Duke dan memeluk kakinya. Apa yang dilakukan duke? Duke hanya menatap mahluk kecil yang memeluk kakinya. Ia merasa si kecil ini mengganggu perjalanan nya.
Estrella seketika takut dengan tatapan yang diberikan Duke aldrich. Oleh karena itu joe sang butler langsung menggendong Estrella dan membawanya pada Marie. Joe mengatakan Duke mempunyai banyak perkerjaan dan belum bisa bermain dengan Estrella. Estrella kecil hanya bisa menangis sesegukan.
"aku ingin bahagia. Aku ingin ayah." kata estrella berujar kecil, tapi masih bisa terdengar oleh joe dan Marie. Mereka mencoba menghibur Estrella, dan mulai saat itu ia sering bersikap kasar untuk menarik perhatian Duke dan kedua kakaknya.
Terlihat seorang Estrella gelisah dalam tidurnya membuat Duke yang berada disampingnya tidak tega. Ia pun berinisiatif untuk memeluk dan menenangkan putrinya.
Hangat.
Itulah yang dirasakan oleh Duke aldrich saat pertama kali memeluk anak perempuannya itu. Kalau senyaman dan sehangat ini pelukan anaknya, mungkin ia tidak akan bodoh untuk menelantarkannya, anaknya ini sangat mirip dengan mendiang istrinya. Apakah masih bisa jika ia ingin hubungannya dengan sang anak menjadi lebih harmonis?
"Bangun nak. Kau bermimpi apa sebenarnya hm?" Duke bersikap sangat lembut pada Estrella, sambil mengelus surainya kali ini.
"Jangan seperti ini dan membuat ayah takut. Jangan pernah berpikir untuk bertemu ibumu." Lanjut Duke sambil mendekap Estrella erat.
Tanpa disadari ternyata orang yang ia dekap sudah bangun dari mimpinya dan mendengarkan semua yang Duke katakan.
"Air." Ucap Estrella haus. Ia merasa baru saja terbangun dari mimpi yang berwujud reka adegan masa lalu dari Estrella asli. Tapi kenapa harus terus berdarah? Dia tidak akan mati kedua kali karena kekurangan darah kan?
'Apa maksudnya si Estrella asli pengen bahagia sama bapaknya ya? Apa kalo gue kabulin keinginan dia, gue bakal balik ketubuh asli dan ketemu para cogan yang dulu gue incer?' batin Estrella disela hausnya.