HARSH WORDS (Bahasa Kasar) || PG 15+
(Bukan novel terjemahan)
Karya asli mochiatmadeva, no copas!
" Cerita macem apa ini? Bukan antagonisnya ya mati ngapa malah figurannya? Udah perannya cuman selewat malah mati lagi. Mending kabur kek terus jadi pe...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
"Ada keributan apa ini?"
Para chef dan pelayan yang sadar akan kehadiran seseorang itu langsung saja menunduk.
"Salam pangeran mahkota kekaisaran." Ucap semua chef dan pelayan.
Sedangkan Duke, Alden, davian dan Estrella mengucapkan salam setelah para chef dan pelayan.
"Salam pangeran mahkota kekaisaran. Maaf jika saya lancang bertanya, ada apa pangeran ke kediaman saya?" Tanya Duke sambil meredakan amarahnya tadi.
"Aku ingin menemui si pembuat onar yang hampir saja membunuh calon istriku." Smirk Sean mulai terlihat.
Sedangkan, Estrella yang mendengar hal itu hanya mencibir.
'halah to the point aja langsung bangsat, sebutin namanya. Sok-sok tsundere nih bajing*n satu ini. Gue kan bentar lagi bakal Nebus itu semua. Gitu kok masih di ungkit aja, belegug siah. Sebel gue.' maki Estrella dalam hati. Karena Estrella tidak mau berbelit-belit langsung saja ia menyemprot Sean.
"Mohon ijin berbicara pangeran mahkota. Saya akan mendapatkan balasan atas apa yang saya perbuat. Tolong jangan diungkit kembali. Saya takut setelah eksekusi malah menggentayangi anda dan seluruh kekaisaran. Tolong urusi saja calon istri pangeran, dan saya akan hidup dengan tenang 1 hari ini." Ucap sinis Estrell dengan wajah yang menampakkan ia sedikit emosi.
Semua orang menahan napasnya. Tidak terbayang jika Estrella akan berbicara seperti itu pada yang mulia pangeran mahkota.
"Kesalahanmu cukup besar, aku masih mengampunimu untuk pergi ke pengasingan dan tidak mengeksekusimu. Inikah balasan rasa terimakasih mu padaku?" Tanya Sean tersinggung dengan apa yang Estrella perbuat.
Sedangkan Duke yang tidak ingin mengungkapkan perubahan hukuman sang putri disini langsung saja berucap, "Pangeran mahkota mohon maaf, tapi saya belum..."
"Pengasingan? Omong kosong macam apa itu? Untuk apa pangeran mahkota mengganti hukumannya. Anda ingin membuat saya tersiksa dan semakin dihina oleh masyarakat ya? Kalau begitu kita pergi ke alun-alun sekarang. Percepat hukuman ini, saya muak berada di keluarga dan kerajaan ini." Estrella segera mengangkat gaun yang ia pakai dan berjalan cepat ke tempat yang ia sebut tadi.
Para pelayan mencoba untuk menghentikan Estrella. Tapi ia tidak berhenti dan pergi dengan wajah emosi.
'oke, kita percepat aja ini novel sialan. Udah masuk ke konflik malah belibet nih cerita. Inikan bukan cerita tukang bubur naik haji. Gak mungkinkan sampe ribuan episode, bisa K.O gue.'
"Ella kau mau kemana? Maaf ayah tidak sempat mengatakan tentang perubahan hukumanmu. Ayah menyesal. Sekarang kembali ke kamarmu dan tidur. Besok kau akan dikirim ke pengasingan." Ucap Duke aldrich sedikit berlari, menyamakan langkahnya dengan sang putri.