Fourty Three (43)

17.3K 2K 176
                                        

Okay, mochi nyerah...

Double up ini ye...






Happy reading orang baik❤️

***
"Yakkkkk.... Kenapa kalian ikut? Aku akan pergi ke daerah terpapar penyakit yang berbahaya. Bukan bermain! Kembali angkat barang-barang kalian dan pulang kerumah masing-masing." Estrella saat ini sedang mengeluarkan semua sumpah serapahnya.

Hey, apakah semua orang di novel ini tidak bisa melakukan sesuatu yang normal, Estrella rasanya ingin angkat tangan saja kalau tidak ingat nyawanya di pertaruhkan disini. Mungkin menjadi kecil kemarin lebih baik dari pada menjadi dewasa yang banyak urusannya.

"Tidak bisa putri Ella. Saya bahkan sudah memandikan Snowy agar dapat ikut melindungi." Ucap Arthur dengan pede sambil memperlihatkan Snowy pada Estrella dengan pandangan memelas.

"Oke, alasan tuan Arthur bisa saya terima, itu karena muka memelas anda. Lalu tuan Ethan apa alasanmu ikut? Bukan kah keamanan istana lebih penting?" Estrella lantas melemparkan pertanyaan pada Ethan.

"Bu-bukankah prajurit dikekaisaran sangat banyak putri? Kekurangan saya saja tidak membuat mereka lemah. Lebih baik melindungi putri agar tidak terjadi apa-apa bukan?" Jawab Ethan berani. Oho, darimana rasa percaya diri tinggi tumbuh? Estrella bahkan masih ingat saat wajah Ethan memerah karena malu. Kenapa berubah sebanyak itu?

Estrella menghembuskan napas lelah, "dan terakhir, tuan alard?"

"Saya memang ditugaskan berada di garda terdepan daerah terpapar putri. Dan sepertinya hal ini akan menjadi hal yang sangat bagus mengingat putri Estrella ikut kali ini" senyum tengil alard terbit. Oh bangsat sekali. Mau itu kakaknya ataupun temannya, kenapa semua sama saja buaya nya?

Lalau sekarang Estrella harus apa? Mengusir para lelaki tidak punya kerjaan dan gabut ini? Atau bagaimana?

Hmmm, kalau dipikir-pikir mereka bisa berguna untuk membantu Estrella memberikan obat dan penyuluhan. Oke, mereka lumayan berguna. Mari kita manfaatkan para bujangan ini kawan.

"Baik-baik kalian bisa ikut bersamaku, dengan catatan tidak menggangguku. Oh ya, jangan lupa pakai kain yang sudah disiapkan. Tutup mulut dan hidung kalian." Putus Estrella pada para bujangan.

"Baik putri." Semua menjawab serentak. Estrella bahkan terkejut karena suara lantang mereka.

Sean yang dari tadi memperhatikan menyembunyikan raut wajah tidak sukanya, sedangkan Isabella yang berada di sampingnya menatap Estrella penuh permusuhan. Oh tidak, akan kah perang ini dimulai sekarang?

Estrella yang menyadari tatapan Sean yang terasa melubangi punggungnya langsung mengalihkan tatapannya. Estrella memandangnya aneh. 'napa lagi nih buaya satu? Mukanya seperti amat.' lalu tatapannya beralih kesamping Sean. ' astagfirullah, gue kira nenek lampir mampir di novel, taunya si Isabela. Matanya udah mau keluar gitu anyir, apa dosa gue yaampun' batin Estrella sedih.

Tidak ingin memperdulikan keduanya, Estrella bergegas memasuki keretanya. Tapi ia teringat satu hal.

"Yang mulia putra mahkota? Bolehkah saya meminta tolong pada anda?" Tanya Estrella setelah mengingat sesuatu yang mengganjal perasaannya.

Sean yang mendengar suara Estrella bergegas menghampirinya. Ia sudah tahu hal ini terjadi. Estrella tidak akan bisa jauh darinya. " Ada apa? Kau ingin satu kereta denganku?" Tanya Sean pede.

'idih pede amat bang, minta ditabok banget ni orang' Estrella merasa ingin muntah saat ini.

"Tentu saja tidak mungkin yang mulia. Tolong jangan berbicara seperti itu saat tunangan anda ada didekat anda. Karena saat ini dia menatap ke arah sini seperti ingin memakan saya." Bergidik Estrella. Dia merinding melihat tatapan Isabela. "Lupakan, saya ingin meminta tolong agar para prajurit terlatih yang mulia yang namanya wine dan tuak untuk menghimbau para warga memakai kain yang seperti kita kenakan sekarang sebelum kita tiba di sana."

IMPRESSIVE TRANSMIGRATION (Fate : change the story line)  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang