Halo gaes mochi kambekkkk
Maaf ya agak lama, soalnya kartu tri gak ada layanan wkwkwk
Jangan lupa ibadah dan protokol kesehatan ya
Happy reading gaes.. ❤️
***
"lepaskan atau kupotong tanganmu sekarang juga." Ucap Sean dingin pada bayangan yang mengikat tangannya.
" Mohon ampun yang mulia, tetapi ini adalah tugas saya yang diperintahkan oleh raja." Ucap bayangan itu pada Sean.
Beda dengan Sean yang lainnya justru ribut karena sang bayangan membawa mereka dengan bar-bar.
"Hey bayangan gila, setidaknya bawa aku dengan benar. Aku bisa cidera otak kalau kau membawaku terbalik seperti ini." Davian dan gerutuannya memang tidak pernah terpisahkan.
"Kau membawaku seperti karung beras sialan!" Si bocah kecil yang tak lain adalah kean yang sudah jengah akhirnya mengeluarkan umpatannya.
Duke dan Alden? Oh lupakan saja mereka. Mereka bahkan masih mempertahankan sifat dinginnya seperti tidak peduli dengan bagaimana cara bayangan itu membawanya karna mereka tahu tidak berguna meskipun menggerutu seperti davian dan bocah kecil yang menyebalkan itu.
Tidak lama setelah itu, mereka pun akhirnya Sampai di kerajaan region. Sean, Duke, Alden, davian dan kean menjatuhkan pandangannya pada seorang raja yang saat ini sedang duduk frustasi dengan sebuah papan yang dicat hitam putih dengan bentuk kotak-kotak kecil. Selain itu terlihat juga banyak orang yang bergelimpangan (?) Di dekatnya. Entah itu karena kelelahan atau raja itu yang menyiksanya, yang jelas pemandangan yang saat ini mereka lihat terasa sangat aneh (?)
"Salam yang mulia raja region." Mereka tentunya memberi salam kepada kakek raja kecuali Sean. Saat ini ia malah yang mendelik jijik pada sang raja.
Hal ini tentunya membuat bingung Duke, Alden, davian dan kean. Apakah seburuk itu hubungan Sean dengan kerajaan region sehingga ia merasa jijik seperti itu? Adakah konflik internal besar yang membuat Sean dendam pada sang raja? Itu lah pikiran yang sejak tadi berkutat di kepala mereka bertiga.
Si kakek raja yang frustasi sambil melihat papan catur tadi akhirnya menyadari keberadaan Sean, Duke dan kedua anaknya lantas saja bersemangat. "Sean cucuku ayo duduk, kita main catur." Ucap kakek raja pada Sean.
"APA? CUCU?" Yang paling kaget diantara mereka tentu saja davian. Ia merasa semua ini konyol. Kalau hubungan mereka adalah kakek dan cucu kenapa selama ini banyak rumor yang mengatakan bahwa kekaisaran dan kerajaan region berselisih?kenapa tidak disebutkan pada sejarah kerajaan? Dan Kenapa raja itu menculik Estrella?
Banyak pertanyaan yang ada dipikiran ketiga orang itu. Tapi Sean sepertinya mempunya mood yang buruk untuk menjelaskan hubungannya dengan si tua bangkyang banyak gaya itu.
"Ya Tuhan kek, berhentilah bermain-main. Katakan dimana kau menyembunyikan Estrella?" Sean bahkan tanpa basa-basi dan sopan santun berbicara pada sang kakek.
"Oh ayolah cucuku yang manis. Kau tidak pernah bertindak baik pada kakekmu ini. Estrella? Maksudku adalah gadis yang mengajarkan kakek memainkan permainan yang menyenangkan ini?" Tanya kakek raja dengan wajah yang sumringah.
Sean menyeringitkan alisnya bingung, begitu juga dengan yang lainnya. "Kalau yang kakek maksud adalah perempuan dengan badan boncel, wajah polos, dan cara bicaranya seperti orang aneh maka aku bisa menyimpulkan kalau yang kakek dan aku maksud adalah orang yang sama. Jadi dimana dia?" Oke, Sean menjadi orang yang tidak sabaran sekarang. Kenapa ia begitu ingin melihat wajah Estrella sekarang ini? Sadar dude! Kau bahkan sudah punya tunangan. Jangan menjadi lelaki buaya darat.
KAMU SEDANG MEMBACA
IMPRESSIVE TRANSMIGRATION (Fate : change the story line)
Roman pour AdolescentsHARSH WORDS (Bahasa Kasar) || PG 15+ (Bukan novel terjemahan) Karya asli mochiatmadeva, no copas! " Cerita macem apa ini? Bukan antagonisnya ya mati ngapa malah figurannya? Udah perannya cuman selewat malah mati lagi. Mending kabur kek terus jadi pe...
