Halo mochi kambek setelah berkutat dengan UAS yang membuat kepala ini menjadi pusing 7 keliling wkwkkw
Sorry for waiting ya
Terimakasih orang-orang baik yang udah komentar dan nyemangatin mochi❤️ sayang kalian wkwkwk
Btw mochi mau sedikit meluruskan ya, kenapa mochi update agak lama dan perchapternya sedikit :
1. Waktu mochi buat nulis bener-bener terbatas.Harus nyari waktu yang pas buat ngetik cerita ini buat kalian, disela tugas yang menggunung, dan bayangan skripsi yang udah makin Deket memaksa mochi harus prepare.
2. Mochi gak kuad kalo nulis banyak2... Biasa penderita mata minus gaes
3. Ide macet wkwkkw
Jadi buat kalian yang masih nunggu cerita mochi makasih banget ya, dan kalau memang ada yang udah bosen sama ceritanya karena apdet lama, cerita gak nyambung atau alasan lainnya, gak baca juga gak papa hehehe... Mochi sangat2 memaklumi kok...
Jangan lupa ibadah sama protokol kesehatan oke
Happy reading
***
Oke, ini baru hari kedua dan rasanya Estrella merasa nyawanya sudah berada diambang. Kenapa seperti itu?
Ada tiga alasan yang mendasari.
1. Banyak orang gila didekatnya
2. Semakin banyak orang gila didekatnya
3. Ia ketularan menjadi orang gila
Mengapa keluarganya ini sangat suka sekali membuat Estrella ingin membunuh orang? Kalian tahu, sekarang Estrella berada di kursi khusus bayi dengan tiga manusia yang otak dan aklaknya menghilang yang berebut ingin menyuapinya.
"Aku ingin menyuapi adikku yang imut ini, kau menyingkirlah kak! Dia tidak suka dengan manusia minim ekspresi sepertimu." Ledek davian sambil menghalangi sendok Alden yang mengarah pada mulut Estrella.
"Adik durhaka. Kupecat kau jadi adikku! Adik ku hanya Ella seorang. Pergi kau berandalan!." Alden merasa ia tidak bisa mengalahkan begitu saja. Terlebih ia tidak rela melihat davian menyuapi adik tercintanya.
"Dari pada kau minim ekspresi! Berandalan banyak wanita yang suka, dari pada yang minim eskpresi seperti batu." Sepertinya davian melindur saat mengatakan itu. Teori siapa yang mengatakan berandalan banyak disukai wanita daripada yang minim ekspresi? Kadal buntung?
"Kau gila ya? Kesini kau berandalan akan ku....."
"Kupatahkan leher kalian atau berhenti berdebat. Ella memilih makan bersama ayah ya nak? Sini dengan ayah saja. Aaaaaa." Duke menyodorkan sesendok sup kentang.
Saat Estrella sudah membuka mulutnya, davian dengan cepat merebut sendok sang ayah dan memasukkan sendik sup itu pada mulutnya sendiri. Estrella yang melihat hal itu langsung saja mengarahkan tatapan tajamnya pada davian seakan bicara 'mati kau bangsat'. Sedangkan davian yang ditatap seperti itu merasa senang. Ia melihat adiknya semakin menggemaskan dengan pipi tembam dan mata yang melotot itu.
Davian yang tidak tahan langsung saja menguyel-uyel pipi Estrella. Hal itu membuat Duke dan Alden merasa marah. Mereka berdua saja sangat hati-hati memegang Estrella seperti barang antik, eh badut satu ini malah mengacaukannya. Tidak tahu diri memang !
"Yakk lepaskan tangan sialan mu dari adikku yang manis!" Teriak Alden. Oh, ini kali pertama Alden si manusia dingin berteriak.
"Kepotong tanganmu sekarang juga daviannn. Jauhkan tangan kotorku dari anak bungsuku!!!" Oh tidak, kali ini Duke yang mulai berteriak. Sebenarnya ada apa dengan kedua mahluk dingin ini? Kenapa mereka kompak sekali berteriak.
Davian yang merasa dirinya terancam langsung saja kabur dengan menggendong Estrella. Setidaknya ini cara agar davian bisa selamat dari kedua serigala itu kan? Hehehe
"SIALAN KAU ANAK SIAPA SEBENARNYA? KEMARI KAU! JANGAN BAWA ELLA BERLARI ANAK NAKAL!" Duke berteriak memanggil davian tanpa mengejar.
Sedangkan sang kakak yang satu lagi yaitu Alden, sudah merasa jengah dengan sikap kekanak-kanakan davian, ia langsung saja membawa pedang dan mengejar davian yang sedang menggendong Estrella. "DAVIAN GILA, KUBUNUH KAU SEKARANG JUGA!"
KAMU SEDANG MEMBACA
IMPRESSIVE TRANSMIGRATION (Fate : change the story line)
Teen FictionHARSH WORDS (Bahasa Kasar) || PG 15+ (Bukan novel terjemahan) Karya asli mochiatmadeva, no copas! " Cerita macem apa ini? Bukan antagonisnya ya mati ngapa malah figurannya? Udah perannya cuman selewat malah mati lagi. Mending kabur kek terus jadi pe...
