Halo mochi balik temen-temen...
Maaf ya baru beres UAS kemarin dan lagi sibuk mau skripsian 🤣
Btw kalau ada yang alumni prodi management atau sekarang sama lagi mau skripsian? bisa lah kita diskusi wkwkw
Jangan lupa ibadah sama protokol kesehatannya ya
Happy reading 💓
***
"Ethan, kau bisa langsung membawa gula dan garam itu masuk. Biarkan tunangan putra mahkota aku yang tangani." ucap Estrella dengan gerakan tangan mmyang menandakan Ethan untuk segera membawa karung gula dan garam.
"Baik putri ella. Kalau begitu saya permisi." Ethan pun bergegas membawa karung-karung itu kedalam ruang karantina, sedangkan isabela masih disana seraya memandangi Estrella dengan tatapan permusuhan yang kentara.
Estrella menanggapi tatapan itu dengan santai, sampai tiba-tiba si biangnya masalah datang dengan langkah yang tergesa.
"Ada apa ini? Kenapa kalian terlihat ribut?" tanya Sean pada Estrella dan isabela bergantian.
"Oh ini hanya masalah kec...."
"Dia membentak dan memarahi saya yang mulia. Saya meminta keadilan." isabela membuat wajahnya terlihat sangat tersiksa dan matanya terlihat berkaca-kaca siap menumpahkan air matanya.
'Nani?' batin Estrella kaget.
(*nani = 'apa' dalam bahasa jepang)
Estrella memandang isabela dengan tatapan horor. Lalu ia menunjuk dirinya sendiri seakan bingung dengan peristiwa yang terjadi.
'Oh mau playing victim nih perawan Tawangmangu? Oke oke gampang.'
Sean yang melihat isabela tidak terlihat simpati dan melihat keadaan yang terasa berbanding terbalik. Ia lantas menatap Estrella dengan alis yang menyeringit seolah menanyakan apa yang terjadi.
Estrella yang ditatap seperti itu langsung bernapas jengah. Bisa-bisanya kadal argentina dan buaya rawa ini mengganggu dan menguras waktu berharganya. Sialan sekali mereka ini! Belum pernah terkena marahan ibu kos ya?
"Apa yang harus saya jelaskan? Tentang putri isabela mempermasalahkan gula dan garam sampai membuat pasien karantina terancam atau tentang dia yang memfitnah saya dengan wajah polosnya yang mulia putra mahkota yang terhormat?" Estrella mengangkat sedikit dagunya dan tatapan tajam ia arahkan pada isabela.
Isabela mengepalkan tangannya marah. Bisa-bisanya jalang kecil ini menjadi batu sandungan untung rencananya. Harus segera dimusnahkan secepatnya. Kurang lebih begitulah pemikiran isabela terhadap Estrella yang saat ini sedang tersenyum licik.
Sean yang mendengar hal itu langsung saja menatap Estrella dengan pandangan menyelidik. "Jelaskan kedua hal itu sekarang."
Estrella memutar kedua matanya malas. Ada apa dengan lelaki ini? Menyebalkan sekali tatapannya.
"Baiklah. Saya sebenarnya merasa DIRUGIKAN karena waktu saya banyak terbuang disini. Tetapi karena saya baik hati, akan saya jelaskan KEDUAnya dengan sangat detail yang mulia putra mahkota." estrella menunjukkan senyum sinisnya pada putra mahkota.
"Yang pertama, seperti yang putra mahkota lihat, TUNANGAN anda menghalangi para prajurit untuk mengangkut gula dan garam yang harusnya masuk kedalam ruang karantina ini. Bukankah hal itu sangat tidak bermoral yang mulia? Lalu yang kedua, bagaimana bisa saya membentak dan memarahi yang mulia putri isabela ini? Saya bahkan hanya krikil kecil di kerajaan ini. Kecuali, ada api yang menyambar dan membuat asap yang besar." ungkap Estrella dengan wajah masam.
"Ya-yang mulia itu tidak be-benar. Saya hanya menyarankan untuk tidak membuang-buang gula dan garam karena harganya yang mahal dan kerajaan akan mengalami kerugian jika terlalu banyak pengeluaran." potong isabela memberikan penjelasan atas pertanyaan yang sebenarnya di tujukan untuk Sean.
KAMU SEDANG MEMBACA
IMPRESSIVE TRANSMIGRATION (Fate : change the story line)
Teen FictionHARSH WORDS (Bahasa Kasar) || PG 15+ (Bukan novel terjemahan) Karya asli mochiatmadeva, no copas! " Cerita macem apa ini? Bukan antagonisnya ya mati ngapa malah figurannya? Udah perannya cuman selewat malah mati lagi. Mending kabur kek terus jadi pe...
