Thirty Seven (37)

20.2K 2.6K 515
                                        

Aloha mochi balek lagi wkwkwk

Jangan lupa ibadah sama protokol kesehatannya ya

Happy reading gaes ❤️

***
"Maapkan Ella yang mulia kaisal dan permaisuli... Ella lapal hueeeee..." Setelah Estrella tertangkap basah memakan donat milik kaisar dan permaisuri, ia ketakutan dan reflek menangis kencang.

Padahal kaisar sebenarnya hanya menakuti estrella. Mereka juga sudah tahu mengenai Estrella yang mendadak menjadi kecil seperti itu. Kenapa bisa tahu? Hey dude, mereka orang nomer 1 di kekaisaran, informasi sekecil apapun bahkan mereka bisa tahu.

"Ouu anak kecilku yang manis dan imut ini menangis, sini nak dengan ibu." Ucap Ainsley yang merupakan permaisuri a.k.a istri kaisar sambil memeluk erat Estrella.

Hangat

Estrella yang merasakan kehangatan itu tiba-tiba teringat sang ibu di dunianya. Kira-kira sedang apa ya mereka? Apakah mereka merindukan Dinda (Estrella) atau tidak.

Air mata Estrella sontak meluncur tanpa hambatan dan dia menangis sekencang-kencangnya. Melihat hal itu, permaisuri langsung menajamkan pandangannya pada sang suami, memberikannya kode bahwa yang membuat Estrella menangis seperti ini adalah dia.

Axton yang di tatap sontak saja bingung dan merasa bersalah. Di tidak berniat membuat Estrella menangis. Ia ha-hanya ingin bercanda. Ya bercanda, kalian tahu kenapa? Axton merindukan suara tangis anak kecil dirumahnya. Sean dulu tidak ingin mempunyai adik, dan ya sang istri menyetujuinya. Ia bisa apa? Pada dasarnya ia hanya suami takut istri. Poor kaisar.

"He-hey anak manis jangan menangis ya. Ayah hanya bercanda." Ucap Axton menenangkan Estrella yang masih menangis di pelukan sang istri.

"Ayah? Ayahku hanya Duke. Yang mulia kaisal tidak boleh mengaku-ngaku sebagai ayahku. Hueee ayah tempatmu mau dilebut yang mulia kaisallll..." Estrella tidak terima Axton jadi ayahnya. Cukup Duke saja yang menjadi ayahnya. Dia sudah cukup.pusing mempunyai ayah sejenis Duke aldrich, kalau ditambah lagi bisa gila dia.

"Cup cup... Kalau permaisuri bagaimana? Dia boleh jadi ibumu?" Tanya Axton penasaran. Harga dirinya tercoreng setelah di tolak Estrella.

Estrella mengalihkan pandangannya pada axton, setelah itu pandangannya berganti pada Ainsley. Terus seperti itu sampai 3 kali. Estrella nampak berpikir dengan mengetuk-ngetuk kan jari kecilnya pada dagunya. Tangisnya sudah berhenti dan berganti dengan ekspresi yang menggemaskan.

"Boleh ehehhee." Jawab estrella polos.

Ainsley sontak tertawa terbahak-bahak. Ia melihat ekspresi sang suami yang sangat asam. Padahal wajahnya tampan, tapi siapa sangka anak kecil seperti Estrella menolaknya dengan tegas. Oh dan jangan lupakan para maid yang menahan tawanya, membuat Axton naik darah.

Tidak bisa, ia tidak akan membiarkan hal ini.

"Oh jadi kau berani pada kaisar negeri ini anak kecil?" Tanya Axton menakuti Estrella.

Estrella yang ditatap seperti itu tentu langsung menciut. Bisa-bisa nyawanya hilang bukan karena Sean tapi karena ayahnya bagaimana? Oh sh*t, Estrella menyesal menjatuhkan buku itu keselokan jika pada akhirnya nasibnya disini seperti babi ngepet. Kalau tidak ketauan warga dapet duit banyak, tapi kalau ketahuan bisa dapat pukulan banyak.

"Sa-saya Belcanda yang mulia. Jangan hukum saya huhuhuhu." Estrella benar-benar ketakutan sekarang. Haruskah ia meminjam jurus kagebunshin Naruto untuk melarikan diri dari syaiton terkutuk ini?

"Saya tidak suka bercanda anak kecil. Lebih baik kau terima hukuman mu sekarang." Axton berbicara dengan lantang seolah dia benar-benar akan menghukum Estrella. Padahal siapa yang berani menghukum mahluk menggemaskan seperti Estrella sih.

IMPRESSIVE TRANSMIGRATION (Fate : change the story line)  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang