Halo gaes... Maaf baru balik ya... Banyak banget tugas aslian gak boong wkwkkw
Jangan lupa ibadah sama protokol kesehatannya ya... Katanya covid udah menghilang di Indonesia, tapi ada varian baru yang baru masuk.. lah eta maksud nya kumaha? Gak habis thinking mochi
Oh iya, mochi juga mau bilang terimakasih sama reader karena IT (F:CTLS) sampai udah 402 k yang baca yuhuuuu gak nyangka bakal sebanyak ini yang baca...😭🎉🎉
Jangan lupa tetep support cerita ini dengan vote dan komen ya, bar mochi semangat update..
Yaudah happy reading readers ❤️
***
Estrella saat ini sedang berada dikamar tamu yang berada di istana kekaisaran. Sejak rapat 3 hari yang lalu, sebenarnya Estrella sudah sangat cemas menanti hari esok dimana ia akan pergi ke daerah terpapar penyakit berbahaya itu. Iya sebut saja penyakit MTB agar terlihat keren. Daripada diberi nama muntaber, itu akan menjadi sedikit aneh dan menggelikan.
Estrella cemas bukan karena ia takut terserang penyakit itu, ia lebih takut pada akhir novel ini. Bagaimana jika semua manusia di kekaisaran ini mati semua? Lalu novelnya berubah menjadi genre horor seperti zombie kan aneh. Ini novel percintaan, bukan novel bertahan hidup. Jika Estrella salah melangkah, mungkin itu akan berdampak buruk bagi novelnya dan akhir hidupnya.
Ya Tuhan, Estrella Bahkan belum memilih cogan yang ia inginkan. Ia harus cepat menangani kasus ini dengan benar, sebelum ia muak dan berbalik menghancurkan alur novel yang sebenarnya sudah sangat berantakan.
Karena tidak ingin terus terpikirkan dengan alur novel, Estrella segera beranjak dan meninjau semua yang ia butuhkan esok terutama masker, beserta gula dan garam.
" Marie?" Panggil Estrella pada sang maid pribadi.
"Iya nona Ela? Anda ingin cemilan lagi?" Jawab Marie sigap. Bukan tanpa alasan ia berkata seperti itu, dari tadi majikannya itu hanya melamun dan memakan cemilannya.
"Tidak aku kenyang. Sekarang antar aku tempat yang diperintahkan kaisar untuk membuat kain yang gambarkan kemarin." Saat ini, Estrella bahkan menarik cepat tangan Marie dan berjalan dengan cepat, tidak sabar melihat masker yang dibuat oleh pengerajin baju di kekaisaran. Apakah akan sama dengan yang asli? Atau justru lebih buruk.
"No-nona Ela, pelan-pelan. Nanti kita bisa terjatuh." Teriak Marie karena ia tahu kalau majikannya ini sangat cer-
Bughh
-oboh. Ya itu yang baru saja ada dipikiran Marie.
"Auuu yaampun kepala ku yang berharga. Hey, apa dikekaisaran selain tembok bisa mendengar, ia juga bisa berjalan. Hebat sekali dia, sampai rasanya ingin ku ten...." Saat mendongak Estrella dikejutkan dengan Sean yang ternyata ada dihadapannya.
"Ten....? Tendang maksudmu? Kau ingin menendang putra mahkota yang akan menjadi kaisar dimasa depan? " Sean meninggikan alisnya seakan bertanya mengenai kebenaran ucapan Estrella.
Estrella seketika gugup, "Ten- ten- tenaaaangg... Ya itu maksud saya yang mulia putra mahkota. Bagaimana saya bisa kurang ajar pada yang mulia hehehe bukan begitu Marie?" Estrella tertawa canggung sambil mengelak pertanyaan Sean dengan menjadikan Marie sebagai tameng. Tapi kenapa Marie diam saja dari tadi?
"Marie? Shttt marie? Wah, lama-lama kau akan kupecat dan kujodohkan dengan Bambang tukang kebun Marques deka yang tua Bangka. Mau kau?" Bisik Estrella pelan tanpa melihat ke belakang.
Sean yang melihat Estrella bisik-bisik sendiri tentu bingung dan tertawa kecil menyadari kebodohan Estrella. Dibelakangnya kosong dan tidak ada siapapun.
KAMU SEDANG MEMBACA
IMPRESSIVE TRANSMIGRATION (Fate : change the story line)
JugendliteraturHARSH WORDS (Bahasa Kasar) || PG 15+ (Bukan novel terjemahan) Karya asli mochiatmadeva, no copas! " Cerita macem apa ini? Bukan antagonisnya ya mati ngapa malah figurannya? Udah perannya cuman selewat malah mati lagi. Mending kabur kek terus jadi pe...
