Thirty Four (34)

23K 2.6K 390
                                        

Yuhu mochi kambek gaes

Jangan lupa pada vaksin yaa, dan jangan lupa protokol kesehatan  juga ibadahnya...

Btw sori Hay mochi kagak bisa bahasa anak kecil, jadi belepotan. Anggap aja gitu ngomongnya wkwkwk

Happy reading



***
"Lily?" Panggil seseorang dengan nada lembutnya.

"Ya yang mulia putri Isabella?" Jawab si pelayan itu dengan sedikit menunduk.

"Apakah hari ini aku bisa menemui putra mahkota dan mengajaknya minum teh?" Tanya Isabella dengan sedikit menolehkan pandangannya dari buku yang sedang ia baca.

"Maaf yang mulia putri, pangeran mahkota tidak sedang berada ditempatnya." Sebenarnya ia tahu putra mahkota tidak ada ditempat dari para kesatria yang berjaga di depan gerbang istana.

"Oh ya? Kemana putra mahkota pergi?" Isabela heran karena biasanya Sean selalu memberitahunya jika pergi keluar atau jika sedang ada urusan. Bukankah belum lama ini sifatnya berubah? Ada apa sebenarnya?

"Yang saya tahu beliau pergi tergesa-gesa untuk mencari tuan putri Estrella, anak perempuan dari Duke aldrich yang mulia putri."

"Putri Estrella?" Isabella diam-diam mengepalkan tangannya.

'dasar jal*ng'

"Ada kepentingan apa yang mulia putra mahkota bertemu dengan putri Estrella?" Tanya Isabela dengan menekan nada bicaranya.

"I-itu saya kurang tahu yang mulia putri. Saya hanya diberitahu oleh prajurit yang berjaga di gerbang bahwa yang mulia putra mahkota terlihat tergesa-gesa seperti sedang terburu-buru."

"Baiklah. Jika ada informasi kembalinya putra mahkota tolong beritahu." Jawab Isabela pada sang pelayan.

Setelah pelayan pergi, Isabella tidak bisa lagi menutupi amarah diwajahnya.

"Lihat saja kau Estrella, akan kuhancurkan kau dibawah kakiku."



***
"Malie kejal aku cekalang juga. Aku bocan beljalan." Estrella kecil menggembungkan pipinya. Ia bahkan merasa tidak nyaman dengan kaki-kaki kecilnya saat ini. Untung saja efek badan ini besok menghilang, bisa gila ia.

Menurut kalian Estrella sefrustasi itu dengan tubuh kecilnya?

Jawabannya adalah tidak. Ia suka menjadi imut, dan bukankah kalau ia jadi kecil seperti itu dosanya juga ikut mengecil wkwkwk. Yang jadi permasalahan sebenarnya adalah kebucinan ayah serta kedua kakaknya. Ia bahkan bisa di taman saat ini adalah karna kabur diam-diam setelah memberi ketiganya obat tidur.

Memberikan obat tidur sebenarnya terlalu berlebihan. Tapi apa boleh buat, ia bisa gila jika berada terus didekapan mereka bahkan saat tidur.

"Nona kecil, pelan saja. Kenapa harus berlari? Kalau nona berlari nanti susah dapat jodoh." Ejek Marie sambil mengusap peluh di keningnya karena mengejar Estrella.

'sialan.' batin estrella.

"Belalti malie selalu belali ya? Sampai sekarang malie belum dapat jodoh tuh!" Ejek balik Estrella pada Marie.

Jleb

Terdengar suara kejombloan dari Marie. Marie kan sibuk mengurus nona kecilnya, bagaimana mau dapat jodoh. Seperti itu kira-kira pikiran Marie.

"Saya kan mengurus nona kecil, jadi tidak ada waktu mencari jod...." Belum selesai Marie susah dikejutkan dengan Estrella yang berteriak.

"Malieeeee itu ada buah. Aku mau aku mauuuu ituu...ambilkan yaaa"

IMPRESSIVE TRANSMIGRATION (Fate : change the story line)  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang