Halo temen2 mochi kambek...
Mochi berupaya buat nyelesaian cerita ini, mungkin sekitar 5-10 chap lagi.. bisa kurang bisa juga lebih...
Soalnya takut keburu lupa alurnya wkwkwk
Oiya jangan lupa ibadah sama protokol kesehatan tetep dikencengin meskipun covid udah berkurang
Happy reading❤️
***
Selama 1 jam rapat berlangsung alot dan belum juga mendapatkan keputusan yang berarti. Kebanyakan para menteri dan pejabat menginginkan semua akses ke ibu kota di tutup tanpa memikirkan penanganan yang berarti bagi para warga yang tertular.
Di tengah kepusingan yang melanda, tiba-tiba salah satu prajurit yang berjaga didepan pintu rapat mengumumkan kedatangan Estrella.
"Yang mulia kaisar, tuan putri Estrella meminta izin untuk masuk kedalam ruang rapat." Ucap prajurit itu pada Axton yang sedang memijat keningnya pusing.
"Ella? Ku kira dia sudah pulang." Yang menjawab bukanlah kaisar Axton, melainkan Duke aldrich yang saat ini bingung dengan keberadaan anaknya yang ingin masuk keruang rapat.
Apakah Estrella ingin menghancurkan rapat? Atau dia ingin segera pulang dan mengajak serta Duke aldrich beserta Alden dan davian? Pikir duke aldrich.
"Putri Estrella?" Kaisar langsung menatap Duke aldrich yang seolah bertanya dengan matanya 'kenapa calon menantuku kesini?' dan dibalas gelengan kepala yang berarti Duke aldrich juga tidak tahu kenapa sang anak ingin masuk ke ruang rapat.
"Baiklah, izinkan dia masuk." Axton yang penasaran dengan calon mantu harapannya tentu tanpa pikir panjang menyuruh Estrella masuk.
Sedangkan situasi dibalik pintu sungguh tidak biasa. Estrella saat ini menarik nafas panjang sampai paru-parunya mengempis. Pelayan yang melihatnya menatap Estrella heran. Mereka mungkin berpikir Estrella seperti anak pungut Duke karena sifat mereka sangatlah berbeda.
Setelah diperbolehkan masuk, Estrella mendadak menahan nafasnya.
Oh tidak! Ini bukan rapat, ini adalah perang!!!
Kenapa suasananya sangat mencekik? Dan lagi kenapa menteri dan pejabat tua Bangka ini malah menatap Estrella dengan pandangan jijik dan meremehkan? Dia baru saja masuk dan sudah dapat respon yang seperti ini?
Sontak saja Estrella langsung berbalik arah menuju jalan keluar ruangan. Kaisar yang melihat itu tentunya kaget dan tidak percaya. Baru masuk 1 detik lalu mau keluar? Wah calon menantunya gila.
"Ehm, kenapa kamu malah pergi kelinci kecil? Tidak ingin menyampaikan sesuatu sehingga memaksa masuk kemari?" Kaisar sedikit menggoda Estrella. Ia tahu Estrella kaget ditatap seperti itu.
Mendengar suara kaisar, Estrella langsung berbalik dan menarik paksa senyumnya. "Semoga kesehatan dan keselamatan selalu menyertai Anda yang mulia kaisar. Ehm.... Sa-saya..." Estrella kembali mengedarkan pandangannya pada sekitar. Ayah dan kakaknya biasa saja, Sean dengan tatapan memujanya(?) Dan yang lain seperti......
"Yang mulia mohon maaf, tapi bisakah anda moncolok mata orang-orang yang seperti ingin memakan saya? Ya ampun bisa pingsan saya ditatap macam santapan Segar seperti itu." Minta Estrella pada Axton sambil menangkupkan tangannya memohon.
Kaisar langsung menjatuhkan pandangannya pada setiap orang yang menatap Estrella tajam. Seolah mengancam mereka 'kalau kau tidak mengubah pandanganmu, akan kucincang kau sialan!'. Para menteri dan pejabat sontak menurunkan tatapannya dan bergetar ketakutan karena aura kaisar mereka.
"Tenang saja, akan kucincang sekalian nanti. Lalu untuk apa putri Estrella yang manis ini datang keruang rapat? Ingin bertemu ayah dan kakakmu?" Tanya kaisar dengan nada yang sedikit menggoda.
KAMU SEDANG MEMBACA
IMPRESSIVE TRANSMIGRATION (Fate : change the story line)
Novela JuvenilHARSH WORDS (Bahasa Kasar) || PG 15+ (Bukan novel terjemahan) Karya asli mochiatmadeva, no copas! " Cerita macem apa ini? Bukan antagonisnya ya mati ngapa malah figurannya? Udah perannya cuman selewat malah mati lagi. Mending kabur kek terus jadi pe...
