HARSH WORDS (Bahasa Kasar) || PG 15+
(Bukan novel terjemahan)
Karya asli mochiatmadeva, no copas!
" Cerita macem apa ini? Bukan antagonisnya ya mati ngapa malah figurannya? Udah perannya cuman selewat malah mati lagi. Mending kabur kek terus jadi pe...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*** Sudah satu Minggu sejak Estrella dihukum, akhirnya hari ini ia diperbolehkan menyapa para prajurit lagi. Selain itu, suasana perbatasan juga masih kondusif sehingga tidak mengharuskan Estrella untuk membantu.
Karena gabut dan tidak ada yang bisa dikerjakan selain bertindak usil pada Marie, akhirnya Estrellapun memutuskan untuk melanjutkan kegemarannya dalam melukis. Apa kira-kira objek yang bagus untuk dilukis?
Kupu-kupu? Sudah biasa.
Pemandangan? Itu terlihat membosankan.
Benda-benda? Itu terlalu dasar.
Davian? Iewww menjijikan, Estrella bahkan muntah dalam hati untuk pilihan melukis davian. Lebih baik ia menggambar buaya, daripada davian. Sebenarnya sama saja sih, davian kan kembaran buaya.
Alden? Ia terlalu datar, seperti triplek bangunan Rawamangun.
Ethan? Ethan? Ya, itu ide yang sangat bagus. Estrella menyukainya dan bergegas untuk mencari Ethan sang pangeran kekarnya. Oh sekarang Estrella merasa menjadi wanita kurang belaian dan gila perhatian karena terobsesi dengan Ethan.
Ia mencari ke berbagai sudut rumah perbatasan, mencari digorong-gorong, mencari diatas pohon apel bahkan mencari dilubangi tikus, tapi tetap saja Ethan tidak ditemukan.
Dimana gerangan sang pangeran kekarnya itu? Tidak mungkin kan ia diculik janda kembang di pasar? Itu mengerikan dude. Karena penasaran, Estrella mencari sampai seluk beluk perbatasan sampai kehutan, hingga akhirnya ia menemukan sebuah gua yang tersembunyi tertutup tanaman-tanaman merambat. Oh dia gila, sejak kapan mencari orang harus pergi kedalam gua di dalam hutan? Estrella memang nekat.
Estrella lantas melihat sekitar, tidak ada tanda-tanda Ethan disana. Tapi ternyata ia dikejutkan dengan pemandangan indah yang berada dibalik tanaman-tanaman tadi. Itu objek yang bagus bukan untuk dijadikan lukisan. Mungkin kedepannya ia akan lebih memilih menjual lukisan dari pada menjual lele yang bahkan belum bisa diternakkan.
Estrella memilih spot yang bagus yang bisa ia jadikan tempat untuk melukis. Sampai pandangannya melihat seseorang dengan postur gagah dengan garis wajah yang terlihat jelas.
Itu bukan Ethan kan?
Dengan nalurinya, Estrella berjalan mendekatinya dan tidak disangka dia malah diterkam oleh seekor anjing berwarna putih dengan wajah imut.
"Aaaaaaa anjing...." Estrella sontak berteriak karena anjing itu sedikit mencakar ya dan menggigit gaunnya.
Lelaki yang tadinya tenang menggambar seketika memalingkan kepalanya melihat ke sumber suara. Dia melihat anjingnya sudah menggigiti seorang perempuan yang lumayan cantik (?) Oke oke, kita bisa bilang Estrella cantik untuk hari ini agar dia senang.
"Siapa itu? Snowy berhenti mengikutinya. Dia bisa terluka dan kau merusak keindahannya." Ujar lelaki itu seraya menggendong Snowy yang tubuhnya agak besar dan melepaskannya untuk bermain.