Four (4)

51K 5.6K 109
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.




***
" Apa yang dikatakan Estrella ada benarnya. Bukankah kamu dibekali keterampilan untuk berenang di kerjaan adney Isabela Oswald Mackenzie?" Tanya yang mulia kaisar pada sang protagonis.

Isabela yang terkejut dengan pertanyaan kaisar langsung menundukkan wajahnya. Terlihat bahwa ia merasa malu.

Sedangkan Sean yang berada disamping Isabela merasa kalau ucapan Estrella ada benarnya. Mengapa ia tak terpikirkan sama sekali tentang hal ini.

"Be-benar yang mulia kaisar, ta-tapi saat itu saya sangat terkejut, dan tidak siap untuk berenang sehingga terjatuh kedalam kolam." Jawab Isabela dengan terbata-bata.

"Izin menyela yang mulia kaisar. Saya ingin bertanya kepada putri isabela. Apakah latihan berenang bertahun-tahun masih memungkinkan untuk anda sendiri terkejut dan terjatuh kedalam kolam? Bukan kah jika seperti itu putri akan menjadi sasaran empuk para pembunuh bayaran diluar sana? apakah...." baru saja akan melanjutkan ucapannya, Sean sudah memotong pertanyaannya.

"Cukup Estrella, kau tidak diizinkan untuk banyak bicara, karena kesempatan terakhirmu bertanya sudah habis." Ucap Sean dengan wajah yang mengeras. Ia tidak terima bahwa calon tunangannya dituduh seperti itu. Tapi tidak dipungkiri bahwa Sean merasa ada yang aneh dengan kejadian ini.

"Kalau begitu percepat putusannya sekarang juga. Bukankah saya sudah bilang tidak akan ada yang percaya pada saya? Kenapa anda terus saja memaksa saya untuk membela diri kalau akhirnya keputusan yang diberikan tetap sama? Apakah anda ingin saya menderita? Kalo begitu cambuk saya atau lakukan apapun yang membuat semua ini cepat selesai. Jangan menjadi orang yang menyebalkan disaat orang-orang memandang anda sebagai orang bijak." Estrella mulai terbawa perasaan dengan apa yang dia ucapkan. Mungkin efek terlalu banyak menonton sebuah sinetron azab saat di dunia modern.

'novel rese, menyebalkan Banget sih bangsat. Entar gue lacak dah orang yang bikin ini novel, gue cuci otaknya biar kalo bikin cerita bagusan dikit' batin Estrella dalam hati.

Semua orang yang berada di pengadilan merasakan aura Estrella yang mengerikan sekaligus merasa kasihan. Sean pun merasa terkejut dengan perubahan itu. Apalagi Duke yang notabennya tahu sikap putrinya yang jauh dari sikapnya sekarang merasa sedih dan teriris hatinya saat putrinya malah meminta kematian pada orang yang dipujanya selama ini. Sangat tidak mungkin pikirnya.

Sekejap wajah Estrella langsung berubah kebingungan. Wow sungguh bakat aktris melekat sekali pada Estrella a.k.a Dinda ini ya. Tadi berkaca-kaca, satu detik kemudian berubah menjadi muka penasaran. Mungkin dia harusnya menerima piala Oscar untuk ekspresi muka terbaik. 'Sebentar, kenapa cerita ini jadi membingungkan?bukannya gak ada adegan kayak gini ya dinovelnya? Kalo ada di lembar keberapa? Gue tadinya mau spoiler kalo si Marviela yang ngompor-ngomporin gue buat nyelakain si Isabela. Kalo kayak gini kesannya si Estrella jadi orang munafik gak sih? Apa ada lembar yang kelewatan gue baca ya? Kenapa si Isabela jadi gitu karakternya? '

IMPRESSIVE TRANSMIGRATION (Fate : change the story line)  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang