Twenty Three (23)

30.2K 3.3K 306
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


***
Setelah didorong pada kubangan lumpur, Estrella pulang dengan wajah yang cemberut dan tampak akan menangis.

Untung saja, waktu itu Ethan datang dan memberikan jubahnya sehingga Estrella tidak begitu malu saat pulang ke rumahnya.

Baru saja sampai, yang menyambut bukanlah marie tapi davian yang tidak tahu malunya, sekarang ia sedang terbahak-bahak melihat Estrella yang kotor oleh lumpur.

"Hahahaha kau seperti babi dikubangan lumpur." Davian sampai memegangi perutnya.

Ditertawai seperti itu, tentu saja Estrella marah besar. " Yaak, jangan mengataiku babi. Aku ini angsa putih." Estrella memajukan bibirnya cemberut.

'gara-gara bocah pencuri nih gue jadi kotor dan ternodai hueee..', batin Estrella menangis melihat tampilannya yang sekarang.

"Tidak, kau sangat-sangat mirip seperti anak babi kecil yang senang main di kubangan lumpur. Angsa putih darimananya kalau kau kotor seperti ini." Davian masih mempertahankan tawa kecil nya.

Tidak lama terlihat Alden yang menghampiri davian karena tawa lelaki itu yang terdengar menggelegar (?)

"Davian, berhenti tertawa. Kau menyakiti gendang telingaku." Keluh Alden.

"Kak lihat, adik kecilmu sekarang berubah menjadi babi kecil manis yang bermain di kubangan lumpur. Hahaha" tawa davian berlanjut.

Alden seketika menoleh pada Estrella, dan seketika tertawa kecil melihat adiknya yang terbalut lumpur dengan jubah kebesaran yang terpasang di badannya. 'Persis sekali dengan orang-orangan sawah' gumam Alden kecil sambil menahan tawanya.

Estrella yang mendengar itu langsung mendelik tajam pada sang kakak yang tidak tahu diuntung. " Yak, saya dengar apa yang Kakak bicarakan. Saya bukan orang-orangan sawah." Cemberut estrella, dengan mata besarnya yang digenangi air mata.

"Hahahaha ya kau bukan orang-orangan sawah, kau hanya ikan yang terjebak dalam lumpur. Oh tidak, hahaha perutku sakit mentertawakanmu." Davian yang tidak bisa menahan tawa, apalagi melihat mata bulat Estrella yang tergenang air mata membuatnya ingin semakin menggoda sang adik.

Alden yang merasa sudah keterlaluan langsung saja memukul agak keras kepala belakang davian. Dia juga berbisik pelan pada davian "kau akan dihukum berat jika ketahuan oleh ayah."

Davian lalu menatap tajam sang kakak, pertanda hal itu tidak mungkin terjadi. " Hey, kakak gila ya? Ayah tidak mungkin berada disini, ia paling berkutat dengan dokumen-dokumen kerajaan. Untuk apa ayah kesini? Untuk menemui Ella? Oh itu mustahil." Davian sedikit tertawa dengan lelucon sang kakak.

"Itu mungkin saja bodoh. Ayah bisa kemari kapanpun. Kau akan tahu rasa jika ayah kesi....." Belum sempat melanjutkan ucapannya. Mata Alden dan davian malah terbelalak melihat seorang yang datang.

IMPRESSIVE TRANSMIGRATION (Fate : change the story line)  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang