HARSH WORDS (Bahasa Kasar) || PG 15+
(Bukan novel terjemahan)
Karya asli mochiatmadeva, no copas!
" Cerita macem apa ini? Bukan antagonisnya ya mati ngapa malah figurannya? Udah perannya cuman selewat malah mati lagi. Mending kabur kek terus jadi pe...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hallo hihi mochi balik
Mau curhat, kenapa sekarang lowongan kerja banyak yang kualifikasi nya minta good looking, berpenampilan menarik dan wangi? Ini teh mau nyari karyawan atau mau nyari model! Gak sekalian aja good berry, good mood, gooday, dan go food lah.
Pusing mochi😂 masa kudu dilahirin ulang biar bisa permak jadi good looking🤣
Insecure nih mochi
Dah lah pusing
Semoga hari kalian selalu senin 😚😚
Biar semangat maksudnya mwehehehe
*** “Saya Wine yang mulia putri, bukan kakashi.” Jawab Wine dengan nada hormat.
Sedangkan Estrella dengan cepat mengubah wajah melongonya menjadi wajah berbinar, “Oh ini yang dimaksud oleh Putra Mahkota Sean. Kalau begitu salam kenal Wine, berapa umurmu?”
“Ya? Maksudnya bagaimana yang mulia?” tanya heran Wine.
“Tidak hehehe lupakan itu hanya angin lalu. Karena saat ini kita telah sampai disini, kedepannya apa yang harus kulakukan?” tanya Estrella pada Wine yang saat ini masih tampak tidak nyata baginya.
Lagipula kenapa ada pria secantik Wine? Ia jadi insecure sebagai seorang perempuan. Rambutnya panjang berwarna abu-abu, badan tinggi, cantik dan tampan disaat bersamaan. Kalau ia menikah dengan wine nanti anaknya jadi seperti apa? Banci kaleng? Estrella saja mukanya pas pasan. Iya kalau lahir mirip dengan bapaknya tidak masalah, kalau mirip dia? Wah bisa disangka anak jalanan.
“Yang mulia putri estrella dan maid tentu akan tinggal disini sementara waktu sampai yang mulia putra mahkota selesai mendapatkan penawar.” Jelas Wine sambil menunduk hormat.
“Apakah selama disini kita akan berpura-pura menjadi suami istri yang bahagia?” tanya Estrella dengan mata berbinar.
“Tentu....” gantung Wine. Mata Estrella berkelip senang.
“Tidak mungkin yang mulia putri. Kepala saya bisa hilang jika itu terjadi. Selama di tempat ini putri diperbolehkan memilih usaha apa yang ingin dijalankan untuk menyamarkan kecurigaan orang-orang tentang putri yang tiba-tiba tinggal di tempat ini.” Jelas Wine panjang kali lebar.
“Yahhh kenapa tidak berpura-pura saja menjadi suami istri, bukankah jika seperti itu mereka tidak akan curiga dan malah mengira kita pasangan yang baru menikah?” tanya Estrella sambil menawar.
“Saya akan terus berada disekitar yang mulia putri tapi tidak di tempat ini karena saya adalah pengawal bayangan bukan pria bayaran yang mulia.” Sebal Wine. Kesabarannya bisa habis menghadapi calon istri majikannya ini.