Twenty Four (24)

30K 3.2K 391
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



***

Setelah perdebatannya dengan Marie, Estrella  langsung menuju  kamar Duke untuk berdiskusi masalah pemukiman kumuh yang Estrella lihat kemarin.

Sekarang Estrella tidak canggung lagi untuk memanggil tuan Duke dengan panggilan ayah. Mungkin karena kejadian ingus kemarin.

Estrella dengan memakai gaun sederhana, langsung mengetuk pintu ruang kerja Duke. Ya, meskipun sebenarnya untuk menangani masalah krisis masyarakat perbatasan sudah menjadi tugas pejabat perbatasan, tapi Estrella merasa berhak ikut andil selama masa pengasingannya.

Tok tok tok

Tok tok tok

Tok tok tok

Tok tok.....

"Ayah, kalau anda tidak membuka pintunya jangan salahkan saya untuk menyusul ibu loh. Ini tidak bisa di tawar."

Duke masih belum membuka pintunya.

Apakah ayahnya ini tidur? Bersemedi? Atau ngepet?

Kenapa lama sekali. Tidak mungkin kan buang hajat?

"Ayah, anda tidak marah karena kejadian ingus saya yang mengotori baju anda kan? Ayahhhh..... Oh, kalau ayah tidak membukanya saya lebih baik berkencan dengan Ethan, menikah dengannya dan mempunyai anak yang....." Belum sempat melanjutkan ucapannya tiba-tiba pintu terbuka dengan keras.

Buakkkhhh

"Siapa yang berani menikahi putriku? Langkahi dulu mayat para penjaga, setelahnya mayat prajurit...." Ucapan Duke terhenti tatkala Estrella menatapnya dengan tajam.

Lagian apa yang salah? Memang seharusnya mayat para penjaga dulu kan? Kalau langsung melangkahi mayatnya itu tidak mungkin. Ia masih ingin hidup dengan putra putrinya sampai kakek-kakek.

".... Lupakan ucapan ayah. Ngomong-ngomong kenapa kau kemari Ella?" Tanya sang ayah sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia sedikit malu dengan ucapannya sendiri.

"Kenapa ayah sangat lama membuka pintu? Ayah menyembunyikan janda ya di ruang kerja ayah? Ya Tuhan.... Ayahku menyembunyikan seorang janda saat anaknya sibuk mengetuk pintu hingga tangannya memerah. Saya tidak percaya ayah se...." Mulut Estrella dibekap oleh Duke.

"Janda kepalamu itu. Ayah setia dengan ibumu, mana mau ayah dengan janda meskipun menggoda." Ucap Duke jujur pada Estrella.

"Oh iya, Ella bisakah kau bicara nonformal dengan ayah? Kau adalah anak ayah, bukan anak kerajaan sebelah." Lanjut Duke dengan wajah yang agak sayu. Ia ingin akrab dengan anak-anaknya terutama Estrella.

"Hmmm non formal ya? Ayah ingin saya berbicara non formal dengan ayah?" Estrella berlagak berpikir seakan itu adalah keputusan sulit.

Duke lantas mengangguk membenarkan apa yang sang putri tanyakan. "Kalau begitu, saya punya syarat yang harus ayah penuhi." Ambisi Estrella nampaknya sudah diubun-ubun.

IMPRESSIVE TRANSMIGRATION (Fate : change the story line)  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang