HARSH WORDS (Bahasa Kasar) || PG 15+
(Bukan novel terjemahan)
Karya asli mochiatmadeva, no copas!
" Cerita macem apa ini? Bukan antagonisnya ya mati ngapa malah figurannya? Udah perannya cuman selewat malah mati lagi. Mending kabur kek terus jadi pe...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Malam tiba
Diskusi antara estrella dan sean akhirnya terlaksana. waktu mereka terbatas jadi hal ini makan perlu dibahas dengan cepat.
"ide mu bagus putri, tapi posisi kita sedang tidak berada di kerajaan dan tentunya bahan baku disini lebih mahal dibandingkan disana." ucap sean sambil menatap Estrella yang berada di seberangnya sambil meminum segelas teh.
"jadi maksud yang mulia tidak ingin mengeluarkan uang untuk usaha saya?" tanya Estrella dengan mata memincing.
sean yang ditatap seperti itu langsung saja menciut, " ti-tidak bukan seperti itu maksudku. kita tidak bisa banyak mengambil bahan baku dari kerajaan kita karena kondisi yang sedang pandemi dan sulit nya menemukan bahan baku yang kau butuhkan disini."
"lalu kalau tidak buat mini market, apa yang aku lakukan disini? penduduk disini bisa curiga kalau saya tidak melakukan kegiatan apapun. setidaknya bawakan saya bibit buah atau sayuran untuk ditanam disini." sebal Estrella. ia masih bingung, untuk apa di bawa kesini kalau akhirnya dia hanya berdiam diri disini dan tidak melakukan apa-apa.
"Sebentar kau tidak tahu tujuanmu ikut denganku?" tanya sean heran. ia pikir estrella tahu.
"Memangnya saya harus apa?" tanya Estrella bingung.
Sean mengusap wajahnya lelah, " wah ayahmu pasti kecewa punya putri seperti ini. intinya tugasmu hanya perlu memancing Paman Isabella agar dekat denganmu dan mau memberikan penawarnya."
Estrella membulatkan matanya kaya, jadi ia hanya untuk pancingan? sialan sekali si Sean ini. " sebentar kalau saya hanya untuk pancingan lalu tugas yang mulia terhormat ini apa?"
"tentu saja tugasku juga mengalihkan Isabella agar dia tidak mengganggu kau memancing kan?" polos sean.
"Gila! enak yang mulia dong dapat daun muda? masa saya dapat daun tua!" sebel Estrella. enak sekali si sean ini samantunanagannya sedangkan dia harus memancing tua bangka seperti Pamannya si Isabella.
"yasudah ku tambahkan tugasku." putus Sean pada Estrella.
"tugas apa?" tanya Estrella.
"menikahimu agar kamu mendapat daun muda sepertiku." sean berkata bangga sambil menepuk dadanya.
"bangsyaaadddddd" teriak estrella sambil balas dendam pada sean.
***
keesokan harinya
hari yang cerah
ya sebagian orang berpikir bahwa hari ini hari yang cerah, tapi tidak dengan Estrella yang saat ini wajahnya sudah sangat muak.
kenapa wine dan majikannya sama-sama menyebalkan. ia ditinggalkan ditempat yang tidak familiar, meskipun bersama Marie tapi tetap saja selama mini market miliknya belum terbangun itu tetap saja membuatnya bingung akan melakukan kegiatan apa.
"Marie, aku tidak betah berdiam diri disini. apakah kita tidak bisa pergi ke suatu tempat agar punya kegiatan? misalnya mengejar babi atau menaiki pohon beringin." ajak Estrella pada marie yang saat ini sedang menyisir rambut panjang Estrella.
"ya? untuk apa kita mengejar babi tuan putri? itu bahaya nanti saya bisa terkena amukan yang mulia putra mahkota. kita juga tidak bisa naik pohon putri.. kita bukan monyet." polos Marie.
Estrella hanya memutar bola matanya. sulit memang bicara serius dengan Marie. " lupakan apa yang ku bicarakan. ayo kita pergi jalan-jalan dan nikmati waktu selama disini."
Marie tidak langsung mengiyakan ucapan Estrella. "ta-tapi nanti yang mulia putra mahkota bisa marah kalau kita keluar putri."
"tidak akan. lagipula aku yakin si wine mengikuti kita dari belakang. sebelum kuta pergi, rubah dandananku jadi upik abu dulu." ucap Estrella yang bangkit dari duduk nya.
"tidak bisa putri. saya tidak bisa mendandani putri seperti itu." balas Marie sambil menunduk.
"kita kan tidak bawa kostum labu saat perjalanan kesini." jawab Marie dengan serius.
"astagaaaaaaaa bawa aku pergi saja dari sini." ratap Estrella dengan sedih.
***
"nah seperti ini kan enak." ucap Estrella sambil berlarian di sekitar taman kota di kerajaan adney.
tadinya ide itu sungguh di tolak Marie tapi mai bagaimana lagi majikannya itu tidak bisa dibantah.
saat ini mereka memakai baju yang sama agar tidak ada yang mengenali mereka. kalau dipikir-pikir cukup aneh juga, di kerajaan nya sedang pandemi tapi di kerajaan adney bahkan seperti tidak ada apapun.
ini aneh
bagaimana bisa tidak ada penyakit yang sana dengan dikerajaannya padahal perdagangan jalur laut bahkan masih berjalan.
"sebenarnya apa yang kerajaan ini inginkan?" tanya Estrella sangat pelan hingga Marie tang disampingnya tidak bisa mendengarnya dengan jelas.
"tentu boleh putri." mereka pun menuju ke salah satu stan makanan yang menjual berbagai macam ikan bakar.
"bibi aku beli 3 tusuk ya." sebut Estrella pada penjual ikan bakar tersebut. Estrella melahap ikan bakar nya, baru satu gigit marie memanggilnya dengan mencicit.
"putri.......saya lupa tidak bawa uang. hehe."
"APA??????"
Estrella menelan ikan bakar itu dengan sulit. dengan pelan ia bicara pada sang penjual, " bi bisa ngutang dulu?"
Pemasana dulu ya, part nanti lebih panjang. otak mochi lagi ngelag wkwk
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.