HARSH WORDS (Bahasa Kasar) || PG 15+
(Bukan novel terjemahan)
Karya asli mochiatmadeva, no copas!
" Cerita macem apa ini? Bukan antagonisnya ya mati ngapa malah figurannya? Udah perannya cuman selewat malah mati lagi. Mending kabur kek terus jadi pe...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kalian bakal kuat kalo episodenya mungkin akan sangat banyak?
***
“Bisakah yang mulia memanggil chef juna kemari? Saya ingin mendikusikan perihal pengganti dari gula dan garam yang dicuti kemarin.” Rengek estrella karena bingung dengan nasib para pasiennya yang belum sembuh.
“Tidak.” Tolak Sean mentah-mentah sambil membuang muka menghindari tatapan estrella.
“Loh kenapa yang mulia? Inikan hal yang sangat-sangat penting untuk dibicarakan terutama dengan chef juna karena dia chef yang mungkin dapat mengatasi hal ini. Yang mulia tega membiarkan para rakyat mati karena kekurangan obat penawar?” mohon estrella putus asa.
“Jangan kira aku bodoh karena tidak mengetahui rencanamu yang ingin menggoda chef itu. Satu hal lagi, berhenti memanggilnya chef juna karena namanya juan. Seenaknya saja mengganti nama seseorang, dia pikir dirinya orang tuanya atau bagaimana! Ck menyebalkan sekali.” Dumel Sean karena estrella yang terus saja memohon bertemu dengan chef gadungan itu padahal jelas ia lebih tampan.
“baiklah baiklah Kalau begitu saya akan mencari cara agar gula dan garam itu ada penggantinya untuk sementara.” Putus estrella sambil melangkahkan kakinya kearah hutan.
“yak kau akan pergi sendiri? Kenapa tidak mengajakku?” tanya Sean sambil menyamakan langkahnya dengan estrella.
“ha? Kalau anda ikut dengan saya lalu siapa yang akan menyelesaikan masalah penyelundupan gula dan garam itu? lee min ho? Kan tidak mungkin!” sebal estrella sambil menghentakkan kakinya sebal menghadapi Sean yang bloonnya minta disekolahkan ulang ke tadika mesra.
“lee min ho? Siapa dia? Kau punya lelaki baru lagi? Hey kurasa wajahmu tidak secantik itu untuk menarik banyak pria.” Heran sean mendengar nama yang terasa asing ditelinganya. Mungkinkah nama itu dari kekaisaran lain?
Hidung estrella seketika mengeluarkan asap panas menahan amarah, “hhhh lupakan, berhenti mengikuti saya dan urus kasus itu dengan segera yang mulia!” sebal estrella karena sedari tadi Sean terus mengikutinya seakan dia adalah induk monyet.
“itu bisa kuserahkan pada sekertarisku dan juga arthur. Jadi berhentilah mengoceh aku akan tetap mengikutimu calon permaisuriku di masa depan” kedip nakal Sean pada estrella yang memandangnya geli. ‘wah cacingan nih orang’ nista estrella dalam hati.
*** Tiba di tepi hutan estrella masih memikirkan kemungkinan pengganti dari gula dan garam yang dicuri itu. lagi pula siapa orang tidak punya kerjaan yang berani mencuri garam dan gula itu sih. Gelandangan atau bagaimana? Sampai hal remeh seperti itu dicuri sampai satu gudang. Besar sekali dosa orang itu.
Menoleh kesampingnya, estrella melihat Sean yang wajahnya sangat memuakkan. Tampan sih tampan, tapi kelakuannya buju buset bikin kepala puyeng Tapi estrella secara prefesional mengenyampingkan perasaan muak ya dan mulai berkomunikasi dengan sean.