Thirty Nine (39)

19.6K 2.3K 84
                                        

Halo gaes mochi kambek

Kuliah lagi padet2nya huhuhu, jangankan mau nulis cerita, sekedar mau santai aja susah
Maafkan mochi ya 👉👈

Jangan lupa ibadah sama protokol kesehatannya ya

Happy reading❤️

***
"Hoaam..."

Terlihat seorang perempuan yang memasuki fase dewasa itu terlihat menguap tanda baru saja terbangun dari tidurnya.

"Gue dimana?" Tanya si perempuan itu sambil mengerjapkan matanya.

Ia mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan. Sepertinya tidak asing, tapi jelas ruangan ini bukan bagian dari rumahnya di pengasingan.

"Hmmm... Gue masih di istana kekaisaran nih? Oh iya iya gue ingat." Estrella ingat kejadian kemarin, tapi lupakan. Ia malas mengingat wajah Sean.

"Oh pagi ini gue merasa tangan gue jadi panjang." Gumam perempuan yang tadi bangun tidur itu di atas kasurnya.

1 menit terdiam, ia merasa ada yang janggal.

"Haaaaa? Tangan memanjang? Gue?" Siempunya suara langsung bergegas menuju ke arah cermin.

"Akhirnya gue udah berubah jadi perempuan dan bukan anak kecil  lagi? Ya tuhan, akhirnya gue bisa berjalan dengan langkah yang besar hahahaha." Ujar Estrella yang merasa sangat senang karena tubuhnya sudah bisa kembali ke semula. Bahkan ia lebih cantik dari terakhir yang ia ingat.

Apakah ini efek sihirnya?

Ini menakjubkan.

Akhirnya dia bisa berjalan dengan lebar dan kembali kerumahnya.



Rumah?




Oh tidak, Estrella lupa kalau ia masih mempunyai seorang ayah yang posesif dan kedua kakak yang menyebalkan. Sudah 1 hari ia berada di istana dan ia lupa memberitahu sang ayah. Ia harus segera pulang sebelum sang ayah mengamuk dan menghancurkan kekaisar...

Bruakkk

-an. Sudah Estrella duga. Ayahnya pasti akan bereaksi berlebihan seperti ini.

"Yak ayah, kau bisa menghancurkan pintu kekaisaran. Itu akan menghabiskan banyak uang! Memang uangmu sebanyak apa ayah!" Ucap Estrella sedikit berteriak pada sang ayah yang mendobrak pintu kerajaan diikuti dengan Sean di belakanganya yang tampak biasa saja(?)

Oke, hiraukan saja kulkas satu itu.

"He? Kenapa Ella yang marah pada ayah? Harusnya ayah yang marah pada Ella karena kemarin tidak pulang!" Jawab duke sedikit linglung karena sang anak berteriak.

"Oh iya juga. Kalau begitu kita ganti peran, ayah yang marah dan Ella yang di marahi." Ucap Estrella seperti anak kecil.

Sang ayah langsung melongo. Dia tidak sedang merasa bermain sandiwara sampai harus mendapatkan peran seperti itu.

"Lupakan, sekarang pulang dengan ayah. Kau tidak ingin kan dimangsa buaya ini?" Tanya Duke yang menunjuk Sean.

Duke kemudian menyeret lembut tangan estrella, sambil melewati Sean dan kedua putranya yang tadi hanya menatap mereka dengan pandangan heran (?)

Duke kemudian berhenti ketika ia merasakan ada yang salah dengan gadis kecilnya. Ia tidak merasakan tangan kecil dan gemuk milik anaknya, lebih terasa seperti tangan yang agak besar dan sedikit kurus. Sebentar, apakah ia lupa memberi anaknya hingga terjadi hal seperti ini?

Duke mengalihkan pandangannya pada tangan sang putri, dan pandangannya beralih kepada badan sang anak yang ternyata telah kembali seperti semula.

Mata Duke membulat, "astaga, nak kau sudah kembali normal?"

IMPRESSIVE TRANSMIGRATION (Fate : change the story line)  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang