HARSH WORDS (Bahasa Kasar) || PG 15+
(Bukan novel terjemahan)
Karya asli mochiatmadeva, no copas!
" Cerita macem apa ini? Bukan antagonisnya ya mati ngapa malah figurannya? Udah perannya cuman selewat malah mati lagi. Mending kabur kek terus jadi pe...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
“ Siapa kau mahluk jelek? Berani-beraninya kamu memelukku seperti ini! si Wine kemana? Kenapa dia membiarkan ku ternoda oleh si kepa.....”
“lanjutkan saja, jika kau berbicara kasar maka akan ku cium bibirmu hingga pingsan.”
Mata estrella membelalak tatkala melihat orang yang tadi memeluknya adalah kadal. Ups maksudnya Sean. Orang yang digadang-gadang akan menjadi seorang kaisar ini ternyata moralnya sebesar biji jagung ya?
“ke-kenapa yang mulia berada disini? Dan memeluk saya? Anda waras?” tanya estrella menatap sean dengan tatapan menelisik terkesan jijik.
Sean melihat estrella intens, bukannya turun dari ranjang ia malah perlahan mengungkung tubuh mungil estrella dengan badan besarnya yang kekar dan berotot itu. Smirk terlihat jelas di bibir yang sedikit kemerahan itu.
“ya aku gila karena mu ella.” Sean mendekatkan kepalanya ke arah estrella, tetapi estrella lebih cepat bereaksi dengan menutup mulut sean yang akan menciumnya dengan tangannya. Bukan, bukannya estrella takut akan ada adegan plus-plus tapi ia rasa novel ini semakin aneh dari hari-ke hari. Berpikir berada di kamar yang sama dengan sean saja sudah sangat membagongkan, apalagi ada adegan berbau dewasa lainnya. Ini novel sejarah bukan ero!
“yakkkkkk genrenya bukan ero jadi jauhkan bibirmu dari wajahku mesummm!!” teriak estrella agak kencang sampai marie yang tengah berada di dapur langsung mengetuk pintu dan menanyakan keadaannya di balik pintu.
Sean dan estrella sama sama membulatkan matanya kaget dan langsung membenarkan posisi mereka yang tadi tindih-menindih ke keadaan normal. Sean melayangkan mata tajamnya seolah mengancam estrella agar tidak mengatakan bahwa dia sedang berada di dalam kamar estrella. Bisa buruk reputasinya saat orang-orang tahu bahwa dia menyelinap ke kamar wanita dewasa yang belum menjadi pasangannya. Ya meskipun sebentar lagi sih ingin dia resmikan.
“ituu.. anuu.... aku- aku baik-baik saja marie, sebentar lagi aku akan keluar jadi tidak perlu masuk ke kamarku.”
Sebenarnya estrella bisa saja berteriak kembali dan mengatakan bahwa si mesum itu ada di kamarnya tapi keberaniannya surut tatkala melihat seringaian sean yang menyeramkan. Rasanya ia bisa menjadi perkedel dengan tatapan itu.
Estrella dengan wajah gugupnya lalu memberanikan diri bersidekap tangan dan berbicara dengan wajah menantang, “ ja-jadi apa yang membawa anda berada di kamar saya wahai yang mulia putra mahkota sean?” ia lantas sedikit mendekatkan jarak mereka lantas berbisik, “anda tidak sedang mencoba melecehkan saya bukan?”
Sean tidak terkejut dengan perkataan estrella, ia bersidekap balik dan balas mendekatkan jaraknya dengan estrella, “untuk apa aku melecehkanmu hm? Aku hanya perlu membawamu ke altar itu bukan hal sulit untuk ku lakukan. Atau kau ingin proses bulan madunya dulu baru ada pernikahan? Tentu aku akan sangat siap bila kau ingin pilihan kedua.”