HARSH WORDS (Bahasa Kasar) || PG 15+
(Bukan novel terjemahan)
Karya asli mochiatmadeva, no copas!
" Cerita macem apa ini? Bukan antagonisnya ya mati ngapa malah figurannya? Udah perannya cuman selewat malah mati lagi. Mending kabur kek terus jadi pe...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*** Tugas utama Estrella di perbatasan sebenarnya adalah membantu para prajurit perbatasan. Tapi Estrella mulai berfikir, dia berasal dari dunia luar dan tidak memiliki keterampilan apapun selain melukis dan memasak. Selain itu, semoga nantinya otaknya yang sedikit encer dan hampir meluber ini mungkin bisa sedikit membantu prajurit dalam pertahanan. Tentunya bukan pertahanan agar wanitanya tidak direbut oleh laki-laki lain ya. Kalau itu, biar mereka yang urus sendiri, Estrella mana mau. Dia sendiri masih jomblo, tidak ada yang bisa dipertahankan hahaha.
Oh iya, kalian masih ingat mengenai gandum kemarin? Oh kalian juga mengingat kejadian cringe antara Estrella dan alard kemarin? Lupakan tentang itu. Kita bahasa gandum saja hahaha.
Estrella hari ini akan benar-benar memintanya pada para prajurit. Dia bahkan sampai bermimpi dan bisa dikatakan sangat ingin memakan mie. Adakah sebutan lain? Oh iya, ngidam. Estrella sudah sampai tahap ngidam mie kuah, apalagi dengan potongan daging, cabai dan daun bawang. Oh Estrella rasa, saat ini ia bahkan bisa menadah air liurnya ke dalam tong air saking inginnya.
Hal yang pertama harus dilakukan adalah pergi ke basecamp. Saat ini, Estrella berkeliling menyusuri jalan dengan Marie, menuju kesana. Sampai disana, mata Estrella tak ubahnya seperti elang yang melihat kiri kanan untuk mencari para prajurit.
Lama mencari, akhirnya Estrella menemukan beberapa prajurit dan langsung menghampirinya.
"Ehm, mohon maaf tuan-tuan prajurit sekalian." Ucap Estrella dengan sedikit menunduk sebagai tanda memberi salam.
" Sa- salam hormat untuk putri Estrella. Ada perlu apa kalau saya boleh tau putri?" Tanya salah satu prajurit dengan badan kekar dengan sedikit gugup.
'njir woyyy, ini ganteng amat ya Gusti. Di dunia ini kagak ada orang jelek apa bagemana? Apa gue nikah aja sama ini prajurit ya? Ntar anak gue jadi keker sama ganteng gitu kan ya. Uhuyyy rejeki nomplok nih, lumayan buat cuci muka.'
'eh cuci mata maksudnya hehehe.'
Estrella tidak menjawab pertanyaan dari sang prajurit yang tadi mewakili berbicara. Estrella terlalu sibuk berkutat dengan pikirannya sendiri. Ia mungkin sedang berpikir bagaimana cara untuk membawa prajurit satu itu untuk dibawa pulang dan dijadikan suami. Ia tidak peduli, jika nantinya akan jadi samsak tinju karena dipukuli Duke karena membawa lelaki.
"Tuan putri?! Tuan putri?! Apakah anda mendengar saya?" Tanya prajurit itu.
Sedangkan Marie yang melihat majikannya tiba-tiba diam seperti itu, dia langsung mengguncang badan Estrella. Kebiasaan, mungkin itu pikir Marie.
Estrella yang diguncang tentu merasa risih, ia merasa terganggu khayalannya bersama prajurit itu dihancurkan.
"Marie bisa kau diam. Aku sedang memikirkan si kekar ini menikah denganku. Kau tidak ingin melihat majikanmu ini bahagia ya?" Sebal Estrella pada Marie, yang membuat semua prajurit melongo. Putri yang rumornya bersikap seenaknya dan kasar, tingkahnya bisa seabsurd ini? Menyedihkan. Pikir mereka.