Six (6)

48.4K 5.1K 230
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.







***
Tapi....





Yanto...

Bukan lah, yang menarik tangan Estrella tentu saja duke. Mana mungkin si bajing*n sialan tidak tahu diuntung seperti davin akan bertindak seperti itu.

" Diamlah sia.....lan. Heh, untuk apa yang mulia Duke menghalangi si perempuan yang dikatakan hina ini untuk pergi? Apakah ada masalah yang Duke yang terhormat?" Senyum sinis segera tersungging dari bibir Estrella dengan mata masih mengalirkan air mata.

' kagak anak kagak bapaknya sama-sama ngeselin gini. Gue jual ke tukang rongsok aja laku kagak sih njim.' batin Estrella mengumpat.

"Kau mau kemana? Kau sedang sakit lebih baik kuantar kau ke kamarmu. Lihat darahmu bahkan terus mengalir dari hidung. Sebenarnya kau sakit apa?" Tanya Duke mulai perhatian.

'heh apaan lagi ini si babeh. Makin perhatian Bae, meleleh nih gue. Wait, gue gak boleh terlena. Estrella bisa yuk biasa' batin Estrella menyemangati diri sendiri.

Tanpa mengucap apapun, Estrella lalu menghempas tangan Duke. Estrella bergegas pergi dari taman itu dan berlari ke arah danau dekat istana. Duke berniat mengejarnya tapi davian segera menegurnya.

"Ayah, apa yang ayah lakukan? Berhenti mengejar si bodoh itu. Bukankah ayah juga tidak suka pada anak ayah yang satu itu?" Heran Davian pada ayahnya.

"Harusnya kau bisa melihat situasi, dia tetap adikmu walau sikapnya buruk. Pengawal awasi putri Estrella, dan jangan sampai sesuatu yang buruk terjadi." Titah Duke pada pengawal yang berada di dekatnya.

Para pengawal pun bergegas mengikuti Estrella yang saat ini sedang berlaku kecil sambil memegangi hidung agar, agar darah tidak berceceran.

***

Setelah dirasa cukup jauh, Estrella sampai di danau belakang istana Duke. Matanya mulai melihat ke kanan dan kiri memastikan tidak ada orang yang mengikutinya.

Selagi melihat kanan kiri, Estrella menemukan banyak tanaman di dekat danau.

"Ini diantara semua taneman gak ada daun sirih apa ya? Ini idung gue lama-lama jebol dah Gusti." Estrella mulai mencari daun sirih di balik semak-semak.

Apakah hanya Estrella yang sudah masuk ke dunia novel dan mencari daun sirih? Oke, anggap saja itu keunikannya.

"Seketika gue lupa kalo disini dunia novel, mana ada daun sirih sih njir." Sumsel Estrella sambil menendang batu kecil ke dalam kolam.

"Yaudah dah nyuci muka aja kali ya? Ini muka udah kayak air terjun darah aja sampe merah-merah kena baju. Untung cuman efek ingatan si Estrella aja dan bukan penyakit. Bisa-bisa gue milih out dari sini kalo mengenaskan macem gitu. Hiiiii" Estrella merasa merinding dengan ucapannya sendiri.

Selagi membasuh wajahnya, Estrella kemudian melihat sesuatu yang bergerak dalam air.

"Wadohhhh, itu bukan siluman air kan ya? Entar gue diseret ke dalem air malah jadi mermaid kan bahaya." Ucap Estrella Terkaget.

IMPRESSIVE TRANSMIGRATION (Fate : change the story line)  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang