13(Mancing Keributan)

94 89 50
                                        

Secuil jejak anda, silahkan tekan bintang dan komen okay?

Done?

Cusss happy reading guys 💘

★★★

Boby sedang duduk di sofa panjang dengan menaruh kedua kaki nya ke atas meja yang ada di depan nya, cowok itu dan beberapa teman nya sedang berada di markas Tiger King sekarang. Pasalnya, mereka hanya ingin bertemu dengan santai-santai di ruangan yang tak terlalu luas yang sudah di bangun beberapa tahun lalu.

Boby dan teman-teman nya memberikan markas itu dengan nama Boby Boys. Markas itu di buat saat Boby dan ke empat teman nya saling mengenal di kelas XI. Dan setelah pertemanan nya semakin dekat, mereka berlima mengajak anak-anak dari kelas lain untuk ikut bergabung dalam geng nya.

Di markas itu tidak pernah di izinkan seorang cewek masuk ke dalam nya. Karena Boby harus waspada dengan geng Lion yang terus-menerus berusaha ingin merebut markas tersembunyi nya.

"Bob, lo gak bawa Zira ke sini?"

Setelah keheningan melanda sedari tadi, kini Zidan membuka suara. Ia mencolek lengan Boby yang sedang sibuk bermain game sembari menghirup Vape nya.

"Kesepakatan kita, gak boleh ada yang bawa cewek ke markas ini. Ngerti?" Tanya Irfan yang sedang bersandar di sandaran sofa.

"Iya-iya deh sorry, gue kan cuman bercanda. Sensi banget sih." Cibir Zidan seraya meneguk minuman kaleng nya.

"Lagi di markas juga masih sempet-sempet nya ya lo bahas cewek itu." Ketus Nauval tiba tiba dari arah dapur markas. Suara cowok itu membuat atensi yang lain nya teralih menatap heran Nauval.

"Lo nyamber aja bisa nya." Timpal Zidan dengan raut wajah tak suka.

"Mulut-mulut gue, kenapa lo yang sewot?" Tanya Nauval dengan wajah dingin.

"Lo cemburu kan kalau Zira deket-deket sama Boby? Ngaku dah lo."

Nauval berdecih. "Will never."

"Sok inggris banget mulut lo." Ledek Zidan sembari terkekeh meremehkan.

"Udah lah kalian banyak bacot. Mending main game sama gue, Dan." Ucap Sony pada Zidan.

"Nggak ah males." Zidan langsung pura-pura menyandarkan kepalanya pada Reza yang sedang sibuk bermain game.

"Jangan ganggu, Dan." Reza mengedikkan bahu nya agar Zidan bangkit. "Nanti gue kalah."

"Ngantuk banget gue, Za." Zidan tidak menghiraukan ucapan Reza. Cowok itu kembali bersandar pada bahu Reza.

Brakkk!

Tiba tiba ada yang membuka kasar pintu markas. Boby dan yang lain spontan bangkit dari duduknya menatap seorang cewek di ambang pintu dengan kedua tangan yang memegang kedua lutut nya serta deru nafas yang tersengal-sengal seperti habis di kejar binatang buas.

"B-boby t-tolong..." Ucap cewek itu dengan susah payah. Boby mendekati pun mendekati nya.

"Kenapa Mei?" Boby bertanya dengan bingung.

Lebih tepat nya bingung dengan Meisya yang bisa-bisa nya sampai ke markas Boby Boys. Cewek itu kenapa bisa sampai ke tempat geng Tiger King? Jujur, Boby sama sekali tidak mengerti. Padahal ia dan teman-teman nya sudah yakin bahwa tempat itu tidak akan di ketahui oleh siapapun selain anak-anak Tiger King.

Cowok-cowok yang berada di dalam saling melirik satu sama lain dengan banyak pertanyaan di masing-masing pikiran nya.

Meisya tak menjawab pertanyaan Boby. Cewek itu menunjuk ke luar dengan perasaan takut dan tubuh yang bergetar. Tiba-tiba Boby mematung saat Meisya memeluk nya.

Boby Boys [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang