18(Membutuhkan Nya)

81 76 58
                                        

"Jangan terlalu membenci seseorang. Nanti semua hal yang ada dalam diri nya lah yang akan sangat kita butuhkan."

★★★

Kini Zira sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah bersama Luna. Sejak Gael menghubungi nya, Zira tidak henti-henti merasa bahagia, karena sahabat nya yang sudah lama tidak bertemu hari ini akan melepas rindu. Zira tak sabar untuk bercerita banyak pada Gael, termasuk Luna.

Sesampainya di depan gerbang rumah, Zira turun. Ia melambaikan tangan saat mobil Luna menjauh dari nya. Kemudian Zira berjalan riang ke dalam rumah.

"Mbok Sisil," sapa cewek itu saat melihat mbok Sisil di ruang tamu sedang menyapu.

"Eh non udah pulang, mau makan non?" Tanya mbok Sisil. "Biar mbok siapin."

"Boleh deh mbok." Balas Zira sembari tersenyum manis. Mbok Sisil sampai terheran-heran melihat wajah anak majikan nya itu.

"Non Zira kenapa senyum-senyum terus? Lagi bahagia ya?" Tanya mbok Sisil yang langsung di angguki Zira.

"Iya, mbok." Zira masih berdiri di dekat mbok Sisil dengan senyuman yang masih melekat di wajahnya.

"Kenapa non? Lagi jatuh cinta nih pasti, iya 'kan?" Tanya mbok Sisil terkekeh pelan. Hal itu membuat Zira memanyunkan bibirnya kesal.

"Ihhh kalau ikut mah udah hampir setiap hari kali mbok. Aku ini lagi seneng karena Gael ke Indonesia hari ini." Jawab Zira kembali antusias saat mengingat Gael akan pulang.

"Ohhh mas Gael yang sahabat non Zira sama non Luna dari kecil toh?" Tanya mbok Sisil memastikan yang di angguki Zira dengan antusias. "Iya-iya mbok tau itu."

"Ya udah, Zira ke kamar dulu ya mbok, mau mandi."

"Oke non."

Zira berjalan menaiki anak tangga, namun langkah nya terhenti ketika teringat sesuatu yang tadi sempat lupa untuk di tanyakan.

"Oh iya mbok, ayah mana?" Tanya cewek itu.

"Tuan lagi di kamar mungkin non." Balas mbok Sisil apa ada nya.

"Oh ya bagus deh mbok. Bye mbok cantik." Zira langsung berlari menaiki anak tangga menuju kamar nya. Sementara mbok Sisil hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Zira yang menurutnya sangat lucu.

Setelah di dalam kamar, Zira menyimpan tas di lantai lalu membanting tubuhnya ke atas kasur king size miliknya.

"Gak sabar banget mau ketemu sama Gael." Monolog Zira sembari terkekeh seorang diri.

Saat Zira menghembuskan nafas, sebuah notifikasi dari ponselnya terdengar. Ia langsung merogoh saku seragam lalu melihat nama yang tertera di layar ponsel nya.

"Tante Rani? Eh, tumben banget chat gue ya." Zira langsung membuka room chat nya bersama mamah Boby yaitu Rani.

Tante Rani
Zira sayang
Km baru pulang kan?

Zira
Eh iya tante, baru aja msuk kmr,
Knp tan?

Tante Rani
Jadi gini, malam ini kmu bisa dtng ke rumah nnk?
Tnte mau ngjk kmu mkn malam
Dan klo bisa, tnte minta supaya kmu bujuk Boby juga
Bisa kan, Ra?

Zira menggigit bibir bawahnya karena bingung harus menjawab apa. Tidak mungkin kan kalau ia harus membatalkan bertemu dengan Gael? Tapi ia juga tidak enak hati jika harus menolak Rani.

Boby Boys [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang