Assalamu'alaikum gesss
Happy reading and keep enjoy ya sama ceritanya💘
Tandain klo ada yg typo yaa temen-temen😻🙏
Setiap anak pasti menginginkan keluarga yang bahagia, tentram dan damai. Tapi tidak semua anak bisa mendapatkan itu. Ada kisah yang berbeda di setiap masing-masing keluarga. Terkadang selalu ada anak yang menutupi kesedihan nya demi tetap terlihat baik-baik saja. Seperti yang di alami Zira ini. Cewek hebat yang selalu terlihat ceria dan baik-baik saja padahal dalam hidup nya, banyak kesedihan dan luka-luka yang harus ia alami selama hidup bersama ayah baru nya.
Sore ini di ruang inap rumah sakit, Tarisa, Romeo dan Ezra masih setia menemani Zira yang kini sedang tertidur pulas.
Hati Tarisa semakin tertegun ketika melihat wajah teduh Zira meskipun sedang tertidur. Wajah itu terlihat polos dan tenang. Tarisa sangat menyesal setiap Zira mengirimi nya pesan, beliau hanya membaca nya saja. Membalas pun hanya karena ada waktu luang yang banyak saat bekerja.
Tiba-tiba, Tarisa termenung mengingat permintaan Zira yang merindukan ayah pertama nya datang menjenguk. Beliau sebenarnya bisa saja mengabulkan keinginan Zira, hanya saja masih ada rasa kecewa ketika Reygan dulu meminta cerai hanya demi wanita baru nya itu. Tapi mau bagaimana lagi, Tarisa harus mengikuti kemauan Zira demi kesembuhan cewek itu.
"Ma," Ezra memegang kedua pundak Tarisa hingga lamunan nya buyar. Beliau menoleh pada Ezra yang sudah berdiri di samping nya. "Mama kenapa? Kalau capek pulang aja, biar Ezra sama ayah yang jagain Zira,"
"Iya ma, mending kamu pulang. Ayok, mas antar." Romeo bangkit dari duduknya lalu mendekati Tarisa.
"Mama gapapa kok," Tarisa malah berjalan ke arah sofa panjang untuk mengambil tas selempang nya. "Mama mau ke luar dulu sebentar ya,"
"Eh, mau kemana ma?" Tanya Ezra.
"Iya ma, mau kemana?" Tanya Romeo. "Perlu aku antar?"
"Gak usah mas, sebentar aja kok." Tarisa tersenyum sembari menepuk pelan pipi Ezra kemudian memegang pundak Romeo, lalu berjalan ke arah pintu ruangan. "Mama titip Zira ya. Kalau ada apa-apa langsung kabarin mama."
Setelah mengucapkan itu, Tarisa keluar ruangan tanpa menunggu jawaban dari suami dan anak nya.
Di sisi lain, Luna, Meisya, Boby, Irfan, Reza, Zidan dan Nauval sedang berunding di parkiran sekolah.
"Kita berangkat bareng-bareng, jangan ada yang pisah atau duluan. Terus nanti di jalan, kita mampir ke minimarket dulu buat beli buah-buahan." Ucap Boby yang di angguki teman-teman nya.
Kelima cowok itu langsung menaiki motornya masing-masing. Sementara Luna dan Meisya malah terdiam kebingungan.
"Kalian kok diem aja?" Tanya Irfan pada kedua cewek itu.
"Kalian duluan deh, nanti aku sama Luna naik taksi." Balas Meisya.
"Loh, gak bawa kendaraan?" Tanya Zidan. "Bilang dong dari kemarin. Ya udah, Luna kiw kiw sayang, sama gue aja sini."
"Gak mau." Ketus Luna.
"Udah Lun terima aja, si Zidan gak ngigit kok. Biar Meisya sama si Boby." Ucap Reza.
"Iya-iya." Luna berjalan malas ke arah Zidan. Cowok itu tersenyum senang seraya menyodorkan helm pada Luna. Sementara Meisya sudah duduk di motor Boby.
Setelah kedua cewek itu duduk dengan aman, baru lah kelima cowok itu melajukan motor-motor nya membelah kota sore ini.
Di tengah perjalanan, mereka berhenti di tengah jalanan yang sepi saat ada lima motor yang menghadang jalan. Boby dan yang lain nya tau pemilik motor-motor itu. Siapa lagi kalau bukan Bryan dan teman-teman nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Boby Boys [On Going]
Novela Juvenil[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA SOBAT] Kalian orang2 baik💘 _____ Semesta yang misterius telah mendekatkanku dengan seseorang yang tidak pernah aku duga sebelumnya. Dan seharusnya aku bersyukur atas kejutan itu. Hanya dengan hadirnya kamu, aku mengerti...
![Boby Boys [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/266634751-64-k713154.jpg)