Happy Reading!!
•
•
•
Kabar duka hadir dari keluarga Hernandez.
Berita meninggal nya putra tunggal Hernandez membuat sebagian orang merasa kehilangan, salah satunya adalah International High School.
Pagi Ini Rumah duka sangat ramai. Karangan bunga memenuhi depan gerbang.
Banyak Guru dan murid-murid dari IHS yang berdatangan.
Benedict, murid tampan tapi bandel, Suka menggoda para gadis tapi tidak pernah berpacaran. Tingkah kocaknya akan selalu menjadi kenangan terindah bagi mereka yang mengenalnya.
Tidak jauh berbeda dengan keluarga besar Ben, Anggota Pegasus sebagai keluarga kedua dari Ben, merasa sangat terpukul. Terlebih para sahabatnya yang sedari malam tidak lepas memandang Ben yang kini terlihat tampan didalam peti.
"Ben, Yessy gak bener-bener ma-marah kok kalo Ben ngejailin Yessy.. Yessy gak papa kok dipanggil pendek terus, kan emang Yessy lebih pendek dari Ben.. T-tapi bangun dong..jangan bikin Yessy kehilangan hiks..." Bia dan Julia memeluk Yessy yang menangis menatap Ben.
"Udah ya.. Ben udah tenang. Ikhlasin yaa?" Bia berbisik dan mengelus punggung Yessy.
"B-ben..." Yessy tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sosok Ben yang selalu membuatnya kesal, berputar dalam otaknya. Yang selalu mendapat pukulan darinya, yang selalu membuatnya menangis waktu pertama bertemu di kelas 10.
Melihat Yessy yang kembali menangis membuat Orang tua dan para sahabat Ben kembali mengeluarkan air mata.
"Lo terlalu cepat ninggalin kita Ben, andai gua tau, malam kemarin adalah malam terakhir gua bisa merangkul lo, gak akan gua lepas dan biarin lo lari Ben." Ujar Daniel yang terduduk lemas.
Bia membenarkan kaca mata hitam dan selendang Pashmina yang menutupi kepalanya, kemudian bangkit. "Gue mau cari Agarish dulu." Pamitnya kepada yang lain.
Setelah itu Bia menelusuri pekarangan rumah Ben yang dipenuhi orang-orang berduka.
Bia melangkah ke taman belakang, dia tau, jika Agarish sedang merasa lelah, ia akan lari ketempat yang sepi. Dan taman belakang adalah salah satu tempat sepi.
Benar saja, dia melihat Agarish yang duduk menghadap air mancur yang besar dihadapan nya.
Berjalan mendekati pemuda itu, Bia langsung berjongkok didepan Agarish, dan menggenggam tangan dingin itu dengan tangan hangatnya. Menyalurkan kekuatan yang dibutuhkan Agarish saat ini.
"Hey, udah yaa?" Tanya Bia lembut.
Agarish menunduk menatap Bia yang juga menatapnya.
"Ini salah aku, Bi.." Agarish menunduk dalam.
Bia menggeleng pelan, "Bukan salah Aga, ini udah takdir sayang." Bia mengelus punggung tangan berurat itu.
Agarish menggeleng, "Harusnya aku yang mati." Bia menggeleng, airmata ikut jatuh saat melihat punggung tangannya terkena tetesan air mata milik Agarish.
"Harusnya orang itu nembak aku."
"Harusnya aku yang mati. Bukan Ben."
KAMU SEDANG MEMBACA
AGARISH [END]
Teen Fiction[WAJIB FOLLOW YA!!] #AGARISH2 [After Marriage] #REIZO [Sequel] Bukan tentang siapa yang mempermainkan, Tetapi siapa yang dipermainkan?! ___ AGARISH DEAN PETERSON Ketua Geng Motor terkenal Bernama PEGASUS. Kejam, Dingin, Brutal, Tempramental dan Tam...
![AGARISH [END]](https://img.wattpad.com/cover/264657592-64-k206691.jpg)