Yuju yang hendak masuk terhenti ketika melihat Taehyung yang berdiri didepan pintu kelas sambil menatap pinggiran pintu. Ia hanya menggelengkan kepala kecil melihat Taehyung cengengesan tidak jelas. Yuju memasuki kelas tanpa menghiraukan kegiatan Taehyung, dengan tenang ia duduk ditempatnya.
Tring tring tring
Bel masuk sudah berbunyi semua siswa memasuki kelas tak lupa seorang Taehyung segera menutup pintu sambil menekannya. Setelah selesai menutup pintu depan ia tersenyum dengan jail lalu duduk di tempatnya.
Srek
"Apa ini?" Tanya seorang guru pria melihat pintunya terdapat benang-benang kecil berwarna pink. Ia melihat kearah sela-sela pintu terdapat setumpuk permen karet disela-sela pintu. "Yak! Siapa yang taruh permen karet di pintu!!!" Teriaknya marah sampai wajahnya merah.
Semua siswa hanya cekikikan melihat guru didepannya marah-marah. Yuju yang melihat itu mengernyitkan dahinya bingung, apa si Taehyung itu sedang mengerjai guru? Wah, murid gak bener nih.
Guru pria yang masih marah itu menyingkirkan benang-benang tadi dengan tongkat yang selalu ia bawa lalu memasuki kelas. "Jawab Ssaem, siapa yang taruh permen karet dipintu?" Tanyanya sambil menunjuk anak-anaknya dengan tongkat satu persatu.
Matanya tak lepas dari seorang anak yang duduk santai sambil memakan permen karet. Anak itu menatapnya tanpa takut, seakan ia sedang menonton pertunjukan. "Taehyung sini nak." Panggilnya lembut dengan suara menahan amarah.
"Kenapa Ssaem?" Tanya anak itu tanpa keluar dari bangku.
"Kau ingin dipukul atau berdiri di belakang?" Tanya guru itu sambil melototi Taehyung.
"Kalo saya maunya ... " bola mata Taehyung menatap ke meja seperti sedang berpikir tak lupa tangan yang selalu mengusap-usap dagu. " ... kabur!!!" Taehyung berlari keluar melewati pintu belakang yang tidak ia tempeli permen karet.
"YAK! TAEHYUNG BALIK!!"
Semua siswa menahan tawanya melihat guru didepannya menunjukkan wajah yang lucu ketika marah. "Diam semuanya!!!" Mereka semua terdiam. "Buka buku kalian, jangan ada yang kabur. Ssaem akan hukum kalian."
"Ne."
Dikoridor Taehyung berlari sampai pertigaan, dirinya tersenyum lebar tatkala melihat Namjoon dan Jungkook, berlari dari arah yang berbeda.
"Woah, kalian tahu dari mana kalau aku keluar?" Tanya Taehyung. Pasalnya mereka tidak janjian hanya pertemuan tak disengaja.
"Eyy, kita tahu kau pasti abis kerjain guru. Kita pun juga sama, best friend." Jungkook menaik nurunkan kedua alisnya.
"Hem, kapan lagi kita kompak kayak gini." Timpal Namjoon sambil mengemut permen gagangnya.
"Ck, emang cocok kita. Mau kemana abis ini? Kantin? Roftoop? Belakang sekolah?" Tanya Taehyung antusias.
"YAK! MAU KEMANA KALIAN?!!" Baru saja Jungkook ingin mengusulkan, dua pria paruh baya dari arah berlawanan berlari dengan wajah yang terlihat marah.
Mereka bertiga panik, melihat satu arah dimana Taehyung berlari tadi tanpa ada seorang guru yang mengejar dirinya. Ketiga pemuda itu berlari ke arah sana, mereka berlari tergesa-gesa dengan dua pria yang mengikuti mereka.
"Yak! Taehyung mau kemana kau?!!" Tanya pria yang tadi sempat dikerjai Taehyung melihat tiga orang beserta Taehyung berlari tanpa melihat sekitar.
"Pak tolong kejar mereka." Pinta pria itu saat dua guru mengejar tiga anak muridnya.
"Oke, serahkan pada kami."
"Ne."
Mata Yuju tak lepas dari pintu, ini pertama kalinya ia melihat anak murid yang saat jail. Disekolahnya dulu tidak sampai seperti ini, hanya ketika melawan saja setelah itu tidak melakukan lagi. Tapi mereka sampai dikejar-kejar oleh guru, entah kejailan apa sampai dua guru itu mengejar mereka.
"Yak, berhenti." Ucap Namjoon setelah dua guru itu tidak mengejar mereka lagi.
"Oke, kita duduk dulu." Ajak Jungkook.
Mereka duduk lesehan di depan lab kimia sambil mengatur napas mereka. "Jin Hyung kemana? Gak ikut kita." Tanya Taehyung menatap keduanya.
"Entah, lagi tobat kali hari ini ... gimana kalian ngerjain guru?" Tanya Jungkook.
"Aku sengaja jatuhin kopi diatas laptop Ssaem Choi." Ucap Namjoon menekan kata sengaja.
Taehyung menganga mendengarnya, "woah, bagus bagus. Kau Kook."
"Aku sengaja taruh permen karet dikepala Bu Sena pas maju kedepan buat setoran bahasa inggris."
"Woah, kita sama Kook tapi aku naruhnya dipintu ... mau kemana abis ini?" Tanya Taehyung lagi dengan jawaban yang ketunda tadi.
"Woi!! Kalian!!"
"Lari! Lari." Mereka semua lari sampai di perempatan mereka berpencar membuat dua guru yang mengejar mereka kebingungan.
"Kamu kesana, saya kesana." Dua guru itu berlari ke arah Namjoon dan Taehyung.
"Hah hah hah, gak dikejar kan?" Jungkook memperhatikan lorong yang tadi ia lewati, selama beberapa menit menunggu tidak ada yang datang. Ia bisa bernapas lega. "Kemana ya?" Ia mencari ruangan untuk sementara bersembunyi.
Matanya melihat pintu yang menuju ke lapangan indoor. Senyum puas tercetak disana, sambil bersembunyi ia bisa menidurkan tubuhnya yang lelah. Dengan pelan Jungkook membuka pintu, lalu terdiam saat seorang siswi tengah sibuk membersihkan lapangan.
"Nara." Panggil Jungkook berjalan ke arah Nara yang memunguti bola-bola yang berserakan.
"Eo, Jungkook?" Nara terkejut melihat Jungkook ada di depannya.
"Kamu ngapain?"
"Beres-beres."
"Gak ke kelas?"
"Disuruh sama Ssaem Yuri, aku udah bilang ke Ssaem di kelas aku kalau aku gak ikut pelajaran."
Jungkook hanya menganggukkan kepalanya. "Kalau ada guru masuk nanyain aku bilang aja gak liat. Aku mau tidur." Dengan santai Jungkook menaiki tangga dan tiduran diujung bangku penonton hingga dirinya tak terlihat.
"Ne." Nara tersenyum lalu menyelipkan rumbutnya ke telinga. Ia senang bisa berdua dengan Jungkook, yah walaupun berjauhan. Dengan semangat yang membara Nara membereskan bola-bola yang masih tergeletak di lantai.
Brak!
"Kamu liat Jungkook?" Tanya seorang guru yang tadi mengejar tiga anak bandel yang kabur. Nara hanya menggelengkan kepala membuat guru di depannya bingung. "Bener gak liat?" Nara cepat-cepat menganggukkan kepalanya.
"Yaudah kalau liat nanti bilangin Ssaem." Guru itu berjalan keluar.
"Ne." Nara kembali membereskan lapangan.
Kring kring
"Nara." Panggil Yuju melihat Nara yang keluar dari toilet. "Ke kantin yuk." Ajak Yuju.
"Tapi-"
"Oh iya, yaudah gak jadi. Tapi kamu gak papa ke kantin sendiri?"
"Gak papa."
"Kalau gitu aku duluan." Yuju berjalan kearah kantin. Saat masuk dirinya berdecak kesal, kantin sudah penuh padahal ia lagi buru-buru. "Beli roti aja deh biar simpel." Ia pun berjalan ke arah penjual roti.
"Beli roti yang rasa coklat satu." Pinta Yuju, setelah menerima kembalian ia berjalan dan tak sengaja melewati meja para bangtan. Terlihat mereka semua tertawa dan bersenda gurau dengan seru. Yuju tidak peduli ia berjalan sambil mengambil ponsel disaku baju.
Grup eskul dance
Yuju
Jangan lupa! Kalian cuman punya waktu 10 menit aku tunggu di ruang eskul
#=#
Vote dan komen
_
__
Yak : hei
Ssaem : guru
Publikasi
Rabu, 25 agustus 2021
KAMU SEDANG MEMBACA
The Dance Jinju (End)
Teen FictionJika kau suka dance, kau akan hanyut dengannya. Tapi, jika kau tidak suka dance, kau akan dibuat tersiksa olehnya. ~Kim Seok Jin (Jin)~ Aku datang kesini bukan untuk membuatmu kalah. Tapi, agar kau bisa menjadi seorang dancer yang lebih baik lagi...
