"Ini kamu kasih ke Jin ya, bekal untuknya."
"Kenapa harus kasih dia bekal? Dia kan gak jajan Eomma, biasanya makan dikantin."
"Sudah kasih aja, pastikan Jin makan bekal dari Eomma."
"Tapi ... "
"Nih, pegang jangan sampai tumpah."
Yuju menghela napasnya kasar, menerima bekal dari Sooha untuk Jin. Dirinya juga memegang satu bekal juga, isinya juga sama dibekal yang Sooha buat untuk Jin.
"Gih, berangkat nanti terlambat."
"Cie cie cie, yang lagi Deket sama cowok." Ejek Saram dengan jail.
Yuju menatap Saram sengit. "Kalau gak tau mending diem."
"Sorry bro. Emang saya gak tau."
"Bro bro, aku tuh cewek bukan brother."
"Oke sis."
"Udah, Saram dongsaengmu ini mau berangkat sekolah." Lerai Sooha.
"Ya ya ya ya, semoga makin bodoh."
"Eomma." Rengek Yuju menatap Sooha.
"Dah, berangkat Saram antar adikmu sekolah."
Saram yang ingin memasukkan makanan ditangannya terdiam. "Bukannya dia biasa berangkat sendiri?"
"Udah temenin, ini Eomma juga buatin bekal buat kamu ... " Saram mengernyitkan sebelah alisnya, tumben sekali Sooha membuat dirinya dan Yuju bekal. Biasanya, mereka hanya dikasih uang saku tapi sekarang dibuat bekal juga. " ... dan yang ini untuk Hana."
Mendengar kata Hana Saram langsung berdiri dari duduknya dan mengambil dua bekal dari tangan Sooha. "Tumben Eomma baik banget sama aku."
"Tumben muji." Sindir Sooha membuat Saram tersenyum kecut.
"Oke yok kita berangkat." Ujar Saram sudah selesai siap-siap.
"Hati-hati ya jangan ngebut." Perintah Sooha melihat kedua anaknya akan pergi untuk menempuh pendidikan.
"Ne."
Dirumah yang lain terlihat sekeluarga yang sedang sarapan. Tiga orang, dua anak perempuan dan satu laki-laki memakai seragam sedang tiga orang lainya, terdiri dari satu perempuan dan dua laki-laki.
"Mina yang banyak makannya ya." Peringat Rina, ibu dari keempat anaknya.
"Oh iya kemarin Eomma ketemu sama temen lama, inget gak Yang pernah aku ceritain pas Jin masih kecil berantem sama anak perempuan dipasar?"
Pria disampingnya terdiam sebentar, "iya, aku ingat. Gimana kabar anak itu sekarang?" Tanya Hajun yang merupakan Appa dari keluarga itu.
"Dia baik-baik aja, cantik lagi anaknya. Appanya kenal sama kamu dia partner lama diperusahaan, anaknya yang pertama kenal sama Seron satu kampus lagi tapi beda semester, dan kedua anak perempuan yang bertengkar sama Jin, dia juga kenal dan satu sekolah sama Jin tapi beda kelas." Jelas Rina.
"Jadi, orang yang Eomma cari sebenernya ada disekeliling kita? Wah kita harus Adain pertemuan ini. Sekalian kita kenalin keluarga kita sama mereka."
"Hem, Appa harus ajak mereka makan malam nanti. Sekalian kenalin mereka ke anak-anak kita."
Jin yang mendengar Rina asik berbicara dengan suaminya itu menghembuskan napas. Dirinya heran, kenapa orang tuanya sarapan dirumah? Terutama Hajun, Appanya itu pasti tidak akan sempat sarapan dirumah. Tapi kali ini pria itu malah makan dirumah, dan mereka malah membahas Yuju yang notabene anak kecil nyebelin paling beruntung bertemu dengannya sewaktu kecil.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Dance Jinju (End)
Novela JuvenilJika kau suka dance, kau akan hanyut dengannya. Tapi, jika kau tidak suka dance, kau akan dibuat tersiksa olehnya. ~Kim Seok Jin (Jin)~ Aku datang kesini bukan untuk membuatmu kalah. Tapi, agar kau bisa menjadi seorang dancer yang lebih baik lagi...
