21. Dance Campuran

27 6 0
                                        

Enam orang yang mendengarnya merasa gugup, mereka akan melakukan perlombaan lagi mewakili sekolah. Yuju menggenggam tangan Nara, mereka sama-sama merasa gugup. Apalagi hanya mereka berdua cewek disini, kemungkinan besar satu diantara mereka akan dipilih.

"Saya memilih ... " Yuju dan Nara saling mengeratkan tautan mereka sedang para cowok berdoa, semoga bukan mereka. "Jin dan Yuju yang akan menghadiri lomba itu."

Yuju terkejut bukan main. Jin? Haruskah ia dengan Jin? Ia menatap Jin disamping kanannya paling ujung. Wajah datarnya tak pernah luntur, entah dia sedang kesal, marah, atau senang mendengar ini.

"Saya harap kalian bisa menang lagi dilomba ini, nanti saya berikan video koreografinya dan kalian berlatih sebaik mungkin. Kalah gak papa, kalian sudah memenangkan perlombaan yang banyak dalam waktu setahun. Seminggu lagi Ssaem akan koreksi latihan kalian." Jelas Ssaem Nuri.

"Nara." Panggil Ssaem Nuri menatap Nara didepannya. "Bisa ikut saya? Ada yang mau saya bicarakan."

"Ne."

Semuanya menatap kepergian Nara dan Nuri, penasaran apa yang terjadi dengan Nara. Padahal Nara tidak melakukan apapun yang melanggar sekolah ataupun eskul. Yuju menatap Nara, entah kenapa ia punya firasat yang tidak enak. Ia belum membicarakan ini ke Nara, apa Nara bisa nerima dengan lapang dada?

Ssaem Nuri membawa Nara ke koridor agak jauh dari ruang eskul. Melihat Nara menunduk membuat ia menghela napas, ini memang terdengar menyakitkan tapi Nara harus tahu biar dia tidak main-main. Nara orang baik bahkan pemalu, kalau dia tidak berubah kemungkinan besar kedepannya Nara akan mendapatkan sesuatu yang lebih menyakitkan dari ini.

"Nara, saya lihat gerakanmu sudah tidak malu-malu lagi seperti dulu. Tapi Ssaem ngerasa dancemu masih belum bagus, bukan apa-apa. Ssaem cuman mengingatkan aja, kamu dengarkan juri kemarin bilang kalau semuanya bagus kecuali mimik wajah Jin?" Nara hanya mengangguk dalam nunduknya.

"Gerakan kamu ketutup sama yang lain jadi juri masih belum permasalahin. Bukannya Ssaem nakutin, kalau gerakanmu masih belum lancar kemungkinan dilomba-lomba berikutnya kritikan dari juri bakalan lebih tajam dalam menilai pesertanya."

Nara memilin ujung bajunya, dirinya gugup mendengar Ssaem Nuri mau berbicara dengannya dan perkataan Ssaem Nuri membuatnya makin gugup. "Ne, Ssaem Nara usahain buat lancarin dance lagi."

Ssaem Nuri tersenyum lalu mengusap kepala Nara yang masih menunduk, "kamu bisa minta ajarin sama yang lain, Ssaem tahu sulit buat kamu minta sama yang lain mengingat para cowok sangat terlingat dingin. Tapi, kamu bisa minta bantu ajarkan sama Yuju. Dia bagus ngajarin yang lain termasuk kamu ... jangan nunduk terus dong, Ssaem yakin kamu bisa." Nara masih saja menunduk tak berani mengangkat kepalanya. Ssaem Nuri berhenti mengusap kepala Nara. "Yaudah, Ssaem mau ke kantor. Kamu boleh balik ke ruangan."

"Hem khamsamnida Ssaem."

"Sama-sama."

Setelah Ssaem Nuri pergi, Nara memasuki ruangan dengan wajah yang terlihat sedih. Yuju langsung menghampiri Nara. "Kamu gak papa? Apa yang Ssaem bilang?" Tanya Yuju.

Nara mengangkat wajahnya lalu tersenyum. "Bukan apa-apa, gerakan aku masih kurang bagus."

"Oh kirain apaan."

Jungkook tak berhenti menatap Nara, bisa dilihat Nara berusaha tersenyum. Terlihat dari wajah Nara yang jelas menunjukkan dia seperti tertekan. Ia curiga Ssaem Nuri hanya bilang gerakannya kurang bagus, tapi itu memang benar adanya gerakan Nara memang kurang bagus. Hanya saja wajah Nara menjelaskan keadaan lain.

Nara melewati Jungkook yang terdiam menatapnya, wajah datarnya membuat Nara menjadi ciut di dekatnya. Tak lupa perasaan sakit hati yang diberikan oleh Jungkook. Ia menatap Nara yang berlalu dengan kepala menunduk, biasanya Nara tidak menundukkan kepalanya kecuali saat dia pertama kali masuk.

"Kalo yang lomba cuman Hyung sama Yuju berarti kita gak latihan dong? Asik!" Tanya Taehyung dengan senang membara.

"Iya ya, bearti kita bisa main ke warnet." Timpal Namjoon yang duduk disudut ruangan. Mereka semua mengistirahatkan badan dengan duduk dan minum sejenak.

"Oke, kalau gitu besok kita main."

"Sip."

Yuju meminum minuman jeruk yang selalu dibawa anak bangtan setelah mereka semua patungan. Tak lupa dengan sebuah kotak es untuk menyimpan minuman agar tetap dingin didekat mereka supaya mudah dijangkau. Ia memikirkan video yang diberikan Ssaem Nuri tadi, agak sedikit susah tapi ia bisa mengatasinya.

"Kata siapa kalian bisa bebas keluyuran?" Tanya Yuju menatap Taehyung dan Namjoon. Enak saja mereka main, dirinya dan Jin latihan.

"Nah benerkan? Kan kalian yang lomba masa kita juga yang kena sih? Liburnya tambahin kek, masa cuman dihari libur doang liburnya." Protes Taehyung.

"Ya, itu memang peraturan di eskul ini. Memang ada peraturan kalau ada lomba yang lain bisa bebas?:

"Bodo amat, aku sama Namjoon bakalan tetap main. Terserah, kan yang lomba kau sama Hyung. Ya gak Joon?"

"Yoi!" Balas Namjoon dengan semangat.

Taehyung menatap Yuju meremehkan. Dirinya sudah muak dengan jadwal eskul yang tidak ada habisnya selama sekolah, mending masih ada libur dihari sekolah nah ini gak ada sama sekali. Dirinya melihat banyak eskul yang memberikan anggotanya libur dihari sekolah dan Taehyung mau itu.

"Semakin kalian libur, semakin ngelunjak nanti kalian."

"Sebenernya yang ketua kau apa Hyung sih?" Heran Taehyung, Jin yang jadi ketua tapi Yuju yang marah. Ia menggelengkan kepalanya.

"Aku sementara jadi ketua sampai Hyungmu dancenya gak kaku lagi." Bukan tanpa alasan Yuju bilang seperti itu, kemarin malam Ssaem Nuri sudah bilang ke Yuju. Bahwa Jin mulai terlihat baik dalam dancenya, itu berkat Yuju yang mengajari. Ssaem Nuri berpesan pada Yuju agar dirinya yang menggantikan Jin untuk sementara waktu.

"Apa benar Hyung?" Bisik Taehyung pada Jin disebelahnya.

"Hm." Gumam Jin sambil menenguk minuman kalengnya sampai habis lalu meremuknya sampai tak terbentuk. Dirinya kesal dengan Ssaem Nuri yang mengambil keputusan seenak jidat, dirinya yang memenangkan lomba sepuluh kali selama setahun. Tapi, yang mendapat semuanya seakan Yuju, si anak baru dengan dancenya yang bagus. Akan ia buktikan ke Ssaem Nuri dirinya bisa dance lebih baik lagi daripada Yuju.

Yuju menatap jam di dinding sudah menunjukkan pukul 16.55, lima menit lagi eskul selesai. Yuju berdiri dari duduknya dan menatap yang lain. "Sampai disini aja latihannya besok kita latihan lagi. Jin, jangan lupa setelah yang lain pulang kau harus tetep latihan."

#=#

Vote dan komen

___
Ssaem : guru
Ne : iya
Kamshamnida : terima kasih


Publikasi

10 Oktober 2021

The Dance Jinju (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang