Sudah seminggu yang lalu mereka menang lomba dance, dirinya dan Yuju kembali terkenal setelah beberapa bulan tidak dance bersama. Jin saat ini tengah berada di kantin, tapi jam belajar masih berlangsung. Jin tak sendiri ada tiga temannya yang lain, Taehyung, Jungkook, dan Namjoon. Mereka membolos bukan karena mereka nakal tapi mereka sedang menjalani hukuman membersihkan meja, kursi, dan lantai kantin karena terlambat.
Ini semua ide dirinya sendiri, karena ia capek membersihkan kantin hanya berempat dan menyuruh yang lain untuk berhenti membersihkan kantin, berakhir duduk santai dikursi. Mereka sudah memesan minuman dan mereka juga sedang menunggu bel istirahat, supaya sekalian makan.
"Kook aku dengar kamu nembak Nara kemarin?" Tanya Namjoon, mendengar banyak sekali rumor bahwa Jungkook menembak Nara ketika pulang dari perlombaan. Namjoon tidak tahu, karena sedang ke toilet.
"Em, dan Nara langsung Nerima aku jadi pacarnya." Terang Jungkook, sedikit senang wanita yang sudah ia cintai sejak lama akhirnya menerimanya.
"Sekalian ya pestanya." Timpal Taehyung membuat Jungkook mendengus kesal mendengarnya.
"Enak aja gak ada pesta-pestaan, udah berapa kali Hyung pacaran tapi enggak pernah diadain pesta apapun."
"Karena aku pacaran enggak lama, tapi menurut aku, kamu pacaran dengan Nara akan bertahan lama." Jelas Taehyung.
"Kata siapa?"
"Ya, biasanya orang yang ditunggu udah lama baru dibalas cintanya bakalan langgeng."
"CK! Hoax itu mitos." Jungkook berusaha tidak percaya dengan perkataan Taehyung yang biasanya cuman gombalan saja.
"Didoain malah ngeles."
Jin menyeruput sedikit minumannya, mendengar mereka membahas tentang percintaan, membuatnya ingin melakukannya juga. Ia ingin menyatakan perasaannya pada Yuju, ingin Yuju menjadi gadisnya. Tapi tidak bisa, Yuju bukan orang yang bisa langsung menerima orang dengan mudah.
Bahkan dirinya pernah bertengkar hebat dengan Yuju hanya karena masalah juara. Tapi, pikirannya bilang jika tidak dicoba gak akan tau. "Bagaimana kau menyatakan cinta pada Nara, Kook?"
Jungkook, Namjoon, dan Taehyung terdiam ketika Jin ingin tahu cara Jungkook menembak Nara saat perlombaan. "Hyung serius?" Tanya Jungkook ragu.
"Hem, apa yang kau lakukan saat menembak Nara?"
"Cuman bilang, 'aku sudah lama menunggu jawabanmu dan aku ingin sekarang jawaban yang sudah kamu siapkan' dan Nara langsung mengangguk, disitu aku langsung mengerti jika Nara menerimaku tapi tidak bisa lewat kata jadi hanya mengangguk saja." Jelas Jungkook.
Jin terdiam mendengarnya, Jungkook sudah pernah menyatakan cinta ke Nara. Dia hanya menunggu jawabannya saja, tapi dirinya belum pernah sama sekali menembak perempuan apalagi ingin menembak Yuju.
"Perempuan ribet ya, dulu aku juga nyatain cinta ke cewek cuman dapet jawaban 'iya' doang. Tapi gak dijelasin diterima apa enggak, jadi aku bingung tapi kutanya lagi dan dia terima cinta aku." Terang, Taehyung teringat dengan kejadian yang sama pernah dialami Jungkook.
"Kalian semua sudah punya pasangan masing-masing sedangkan aku belum." Namjoon bingung dengan dirinya, padahal banyak sekali siswi yang suka dengan geng mereka tapi kenapa hanya dirinya yang belum mendapatkan cinta dari seorang gadis di Seoul high school.
Taehyung menepuk pundak Namjoon. "Tenang aja, aku yakin banyak yang naksir padamu tapi belum diungkapkan aja."
Kriiiiinggggg
Bel istirahat sudah berbunyi pertanda seluruh siswa sudah boleh keluar dari kelas setelah empat jam belajar. Jin menatap kearah pintu kantin dengan teliti, ia sedang menunggu Yuju. Tak lama orang yang dicarinya memasuki kantin, baru saja ia ingin memanggil Yuju tetapi ia tahan karena Jungkook memanggil Nara untuk duduk bersama sudah pasti Yuju akan ikut dengan Nara.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Dance Jinju (End)
Ficção AdolescenteJika kau suka dance, kau akan hanyut dengannya. Tapi, jika kau tidak suka dance, kau akan dibuat tersiksa olehnya. ~Kim Seok Jin (Jin)~ Aku datang kesini bukan untuk membuatmu kalah. Tapi, agar kau bisa menjadi seorang dancer yang lebih baik lagi...
