54. Makan Malam

12 6 5
                                        

Yuju, Taeyong, dan Sooha turun dari mobil yang tepat berhenti didepan rumah yang besar nan megah. Yuju menatap dengan jengkel rumah besar didepannya, ternyata ucapan orang siang tadi ada benarnya. Yuju dan kedua orang tuanya memasuki rumah tersebut disambut oleh pria yang entah pelayan atau pembantu dirumah ini.

Pria itu membawa beberapa gelas berisi minuman diatas nampan, Taeyong ayahnya dan Sooha ibunya mengambil minuman itu tapi saat Yuju ingin mengambilnya Taeyong langsung memanggil dan tangannya belum sampai menyentuh gelas tapi tidak jadi.

"Ini anakku namanya Choi Yuna panggil saja Yuju." Ucap Taeyong memperkenalkan dirinya kepada dua orang dewasa berbeda jenis kelamin.

"Annyeong  Samchon." Sapa Yuju.

Pria didepan Yuju hanya menatapnya datar dengan mata seperti menilainya. Melihat itu Yuju agak sedikit takut ditatap seperti itu oleh orang tua Jin, agar tidak melihat matanya Yuju menunduk menatap lantai yang putih bersih.

"Tidak usah takut aku tidak seseram itu." Ucap pria didepannya tak lama Yuju merasakan usapan tangan dikepalanya, ia mengangkat kepala melihat pria didepannya tersenyum tidak datar lagi wajahnya.

Usapan itu tak lama, mereka menyuruh ia dan keluarganya untuk duduk dimeja makan yang sudah banyak sekali hidangan diatasnya. Baru duduk Yuju disediakan sebuah minuman jeruk disampingnya.

"Terima kasih." Ucap Yuju sopan membuat pelayan disampingnya hanya balas dengan senyuman.

"Ayo silahkan makan jangan sungkan ya, anak saya masih rapi-rapi mohon maaf sebelumnya." Ucap Hajun membuat yang lain hanya tersenyum mendengarnya.

"Aku liat-liat Yuju ternyata cantik ya orangnya, dari kemarin Imo cuman liat kamu dari foto. Ternyata yang asli cantik banget." Ujar Rina sambil mengelus rambut Yuju.

"Gomawo."

"Oh iya Yuju masuk ekskul mana?" Tanya Hajun.

"Dance." Jawab Yuju dengan singkat.

Hajun hanya menganggukkan kepalanya mendengar Yuju masuk ke ekskul dance. "Bagus dong, kalau kamu masuk ke ekskul dance, samchon boleh minta sesuatu?"

"Apa?"

"Samchon cuman minta agar Jin keluar dari ekskul dance. Bukannya ingin melarang tapi saya rasa dance bukan ekskul yang bermanfaat untuk anak sekolah seperti kalian. Jadi Samchon mohon sama kamu ya."

Yuju terdiam, ia menghentikan makannya seketika. Dirinya teringat saat Jin sangat terobsesi dengan juara satu, ternyata dia dilarang oleh Appanya dan ingin menunjukkan kalau ekskul dance tak seburuk itu. Ternyata itu alasannya, pantas Jin tak terima jika dia berada dijuara dua.

"Oh ya, Yuju punya Oppa bukan?" Tanya Rina.

"Ne." Balas Sooha

"Kenapa gak kesini? Kan enak makan bareng-bareng."

"Dia lagi kerja kelompok tapi sudah saya bilang untuk datang kesini."

"EONNIIIII!!!"

Semua orang menoleh ke sumber suara, ternyata itu Mina yang sudah memakai gaun yang cantik. Ia langsung memeluk Yuju saat melihat orang yang diajak makan malam oleh orang tuanya ternyata Yuju.

"Memangnya kamu kenal Eonni ini?" Tanya Soyun menatap Yuju dari atas sampai bawah.

"Em ... Eonni ini yang waktu aku sama Jin Oppa temuin dipasar. Dia temennya Oppa, satu ekskul." Jelas Mina.

"Kamu kok bisa banget ngomongnya." Gemas Yuju mencubit pipi Mina pelan.

"Hihihi iya dong adiknya siapa dulu."

Semua yang melihat interaksi Mina dan Yuju hanya tersenyum menatap gemas dua perempuan didepan mereka. Mina dan Soyun akhirnya duduk, walau Soyun sedikit merasa asing tapi cuman dilihat sepertinya Yuju orang yang hangat.

"Nah ini pemeran yang ditunggu-tunggu, ayo duduk sayang." Ucap Rina membuat semua orang menatap kearah pria yang turun dari tangga langsung menduduki tempat disamping Rina.

"Oh ini Jin? Ganteng, kamu diomongin terus sama Imo. Katanya sesuai sama kriterianya." Ucap Taeyong membuat yang dengar tersenyum.

"Makasih Samchon."

Mereka yang ada ditempat makan, memakan makanan dengan khidmat. Tidak ada yang bersuara hingga beberapa menit telah selesai makan para orang tua mulai mengobrol. Hajun dan Taeyong membicarakan tentang perusahaan sedangkan Rina dan Sooha membicarakan anak mereka.

Mina dan Soyun pergi kebelakang rumah untuk bermain. Tinggal Jin dan Yuju yang diam ditempat makan tanpa melakukan apa-apa. Agak membosankan bagi Yuju saat makan malam semua orang sibuk sendiri.

Ting

Jin
Ikut aku

Melihat pesan tersebut Yuju mengernyitkan dahinya, ia melihat Jin yang sudah berdiri lalu berjalan pergi membuat ia kelimpungan. Ia berdiri lalu meminta izin yang lain dan menyusul Jin yang sudah duluan. Yuju mengikuti Jin hingga ke halaman belakang, disana ada Mina dan Soyun yang asik bermain dimalam hari.

"Duduk." Perintah Jin menyuruh Yuju duduk digazebo.

Dua insan itu duduk bersampingan sambil menatap langit malam yang indah. Tidak ada yang bersuara hanya terdengar suara Mina dan Soyun yang tertawa lepas. Yuju menatap Jin dari sampaing, ia agak terpana saat Jin tidak memakai seragam, terlihat sedikit tampan.

"Em ... Jin." Panggil Yuju tanpa menatap orang disampingnya begitupun Jin ia hanya mendengarkan saja. "Aku tahu kenapa kamu marah saat ekskul dapat juara dua ... Aku tahu dari Appamu kalau dia gak setuju kamu ikut ekskul itu."

"Sekarang kau tahu kan? Kalau gitu jangan ceramahi aku soal roda hidup, aku tahu itu tapi aku sedang berusaha agar roda hidupku tetap diam supaya hobiku selalu terus berjalan." Balas Jin.

"Appamu memintaku agar aku membantunya supaya kau berhenti ikut ekskul itu-"

"Kau setuju?" Potong Jin mendengar permintaan Hajun pada Yuju, ternyata dia memakai orang lain.

"Aku belum bilang apa-apa, tapi aku pikir aku enggak setuju dengan Appamu. Sekolah mengadakan ekskul bukan untuk memenuhi keinginan orang tua, tapi untuk mengasah hobi kita. Memenuhi keinginan kita sendiri bukan orang lain."

Mendengar itu Jin merasa senang dan menjadi lega mendengar ucapan Yuju, ternyata bisa bijak juga. "Thanks sedikit lega dengernya." Yuju hanya tersenyum menanggapi ucapan Jin.

Jin dan Yuju kembali ke meja makan karena orang tua Yuju akan pulang. Mereka semua berpamitan, sedangkan Yuju hanya menatap empat orang itu meminta izin. "Yuju pamit dulu sama Imo dan Samchon." Ucap Sooha.

"Aku pamit Imo, Samchon. Oh ya, Samchon maaf aku gak bisa memenuhi keinginan Samchon, aku rasa semua ekskul sebenarnya tujuannya baik. Hanya kita saja membawa nama ekskul itu baik atau enggak."

Mendengar itu awalnya Hajun sedikit terkejut tapi ia hanya tersenyum mendengar kata-kata Yuju. "Gomawo, ucapan kamu ada benarnya. Kalau gitu Jin maafin Appa udah maksa kamu tapi ingat harus rajin belajar."

Kali ini Jin dibuat bingung, secepat inikah? Atau hanya bohongan? Wajah Hajun tidak bisa dibaca tapi ia harus waspada. "Ne."

"Kalau gitu kami pamit pulang."

Jin, Hajun, dan Rina menatap kepergian Yuju dan kedua orang tuanya.

"Gomawo."











#=#

Gimana bisa?😱 Ucapan Yuju sepertinya manjur 😏

Jan lupa vote🌟
dan
komen 🗨️

Imo : bibi
Samchon : paman




Publikasi
Rabu, 20 Juli 2022

The Dance Jinju (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang