49. Ditutup?!

11 4 0
                                        

"Gara-gara kau Tae Hyung, karena kau kita dihukum. Kau juga Namjoon Hyung kalau kau makannya gak lama, mungkin bebas dari hukuman." Kesal Jungkook.

"Jangan salahkan aku, salahkan Namjoon Hyung." Balas Taehyung tidak terima.

"Mending tadi aku ikut Jin Hyung."

"Salahkan belnya, siapa suruh bunyi."

"Jangan salahin belnya, salahin yang bunyiin belnya."

"Bukan belnya, tapi yang punya pemikiran buat bikin bel." Timpal Namjoon.

"Bukan salahin belnya, salah kalian udah tau bel bukannya masuk kelas masih dikantin." Kali ini Jin ikut dalam percakapan tiga temannya itu.

Tadi saat istirahat, mereka berempat telat memasuki kantin karena ketiduran dirooftop. Tanpa melihat waktu bel masuk tinggal lima menit, mereka dengan santai makan tanpa ada gangguan apapun. Hingga bel berbunyi mereka masih diam ditempat, menikmati makanan yang belum selesai dengan santai.

Jin berdiri dari duduknya tanpa mengucapkan apapun, membuat tiga orang dibelakangnya mengernyit heran. Tapi mereka tetap melanjutkan makannya dengan santai, hingga murid yang masih berada di kantin meninggalkan tempatnya dengan tergesa-gesa. Tak lama sebuah suara memekikkan telinga terdengar dari arah pintu kantin dan ternyata itu adalah guru BK.

Dengan cepat Jungkook, Namjoon, dan Taehyung meninggalkan kantin. Tapi sayang, guru BK itu sudah mengcopy wajah mereka karena murid lainnya sudah pergi jadi tak perlu dirinya menghapal wajah murid satu persatu. Mereka bertiga berhasil lolos dari guru yang suka mengintrogasi anak-anak, tapi guru BK itu tau tempat persembunyian mereka. Akhirnya mereka bertiga tertangkap dan dihukum membersihkan toilet.

"Ini karena Jin Hyung gak ngajak kita buat pergi dari kantin." Keluh Jungkook.

"Kalian aja yang budek." Jawab Jin dengan santainya.

Tiga orang yang mendengarnya memelototkan mata mendengar ucapan Jin yang kelewat pedas.

"Hyung ngatain kita?" Tanya Taehyung.

"Bukannya emang fakta? "

Jungkook yang mendengarnya hanya berdehem lirih. Cukup terkejut mereka mendengar Jin berbicara pedas seperti ini.

"Ada apa ini?" Tanya Jin melihat Yuju, Nara dan Ssaem Nuri berdiri didepan ruang ekskul. Dirinya melihat kertas didepan pintu ruangan yang ditempel dengan bertuliskan 'DITUTUP'.

"Begini, Ssaem cuman mau bilang kalau ... Ruang ekskul ditutup sementara." Jelas Ssaem Nuri.

"Kenapa ditutup Ssaem?" Tanya Taehyung.

"Iya, seminggu lagi kita kan mau lomba." Timpal Jungkook.

"Maaf, Ssaem gak bisa kasih tau. Sekarang kalian hanya sabar saja ya sampai ruangan ini kebuka lagi."

"Kenapa Ssaem? Apa ada yang Salah sama ekskul ini sampai harus ditutup?" Tanya Jungkook.

"Bukan, gitu ... " Sseam Nuri menghela napas, sangat susah memberitahukan mereka, karena tidak ingin mereka tahu kejadian sebenarnya. "Gini, Ssaem punya ruangan yang cocok untuk kalian latihan. Jadi sementara kalian latihan disana ya."

"Tapi-"

"Udah ikut Ssaem." Tak ingin mendengar pertanyaan selanjutnya dari muridnya ini, langsung saja dirinya pergi dari sana berusaha mengalihkan perhatian mereka.

Dengan terpaksa mereka mengikuti gurunya itu, ingin bertanya lebih lanjut tapi gurunya itu tak ingin menjelaskan lebih lanjut. Sebelum pergi Jin menatap logo dibawa kanan kertas, karena sangat kecil jadi terlihat seperti sebuah tanda hitam. Tapi itu bukan tanda melainkan logo, ia menatap tulisan kecil dibawah logo tersebut. KIM CORP.

Dirinya terdiam seketika, benarkah ini Kim Corp? Perusahaan kakeknya yang sedang dijalankan Appanya. Jadi, ucapan Appanya waktu itu baru terbukti sekarang. Dirinya terlalu santai hingga Appanya itu sudah lebih dulu menghalangi hobinya ini.

Dirinya mengepalkan tangannya dengan kuat, meluapkan emosi yang mulai memuncak. Ia tersenyum remeh, ternyata ini yang Appanya lakukan untuk menghentikan dirinya ikut ekskul ini. Dengan sekali tarikan kertas yang tertempel dipintu ia copot lalu meremuknya hingga menjadi bola.

"Kemarin-kemarin aku masih bisa bodo amat ketika Appa menyuruhku untuk kuliah dibidang bisnis, tapi aku tidak akan mengalah jika Appa merusak hobi yang sudah dua tahun aku jalanin."

Drrrtttttt

Ponselnya bergetar, dirinya mengambil ponsel disaku lalu melihat nama kontak orang yang menelponnya. Ternyata Namjoon yang menelponnya langsung saja dirinya mengangkat panggilan tersebut.

"Kenapa?"

"Hyung dimana?"

"Depan ruang ekskul."

"Masih disana? Cepet kesini, kau gak mau tau ruangan untuk kita selanjutnya?"

"Hm."

Terdengar helaan napas Namjoon disana mendengar jawaban singkat Jin.

"Keruang guru, nanti aku tunggu disana."

"Oke "

Tut

Sambungan terputus, dirinya memasukkan kembali ponselnya kedalam saku. Diliriknya kertas yang masih ada ditangannya, ia melempar kertas tersebut dengan kasar dan langsung masuk ke dalam tempat sampah disamping ruangan.

Ditempat lain, mereka memasuki ruangan ekskul. Memandangi ruangan yang akan dijadikan untuk latihan, lumayan luas tapi sangat berdebu mungkin karena lama tidak dipakai.

"Ini ruangan kalian yang baru, udah lama banget ruangan ini gak dipakai. Tapi tadi siang Ssaem udah cek speaker diruangan ini dan masih menyala ... Ruangan ini sudah gak terpakai saat kepala sekolah membuat ruangan baru untuk ekskul dance." Jelas Ssaem Nuri.

"Agak serem Ssaem." Ucap Taehyung yang menatap sekitar ruangan.

"Biar gak seram kalian bersihin ruangan ini, ambil perlengkapan kebersihan dipintu sana." Ssaem Nuri menunjuk salah satu pintu yang berlabel ruang kebersihan.

Mereka langsung saja mengambil segala macam alat yang diperlukan. Yuju menatap Nara yang memegang sapu ditangannya, dirinya menghampiri Nara lalu mengambil lembut sapu ditangannya.

"Kamu duduk di bangku sana, gak boleh banyak gerak, kamu kan masih sakit."

"Tapi aku gak enak sama yang lain." Rengek Nara mendengar penuturan Yuju.

"Udah duduk aja, biar mereka yang ngerjain ini. Jangan sampai luka kamu tambah parah, repot nanti." Jelas Yuju.

Dengan terpaksa ia menuruti perkataan Yuju untuk tidak membantu mereka membereskan ruangan. Tak lama datang Namjoon dan Jin yang dari luar, menatap seluruh isi ruangan yang berdebu. Mereka menatap satu persatu temannya yang sudah mengambil perlengkapan kebersihan.

"Kalian ngapain megang gituan?" Tanya Namjoon.

"Ssaem yang suruh, kalian bersihin ruangan ini sampai bersih. Ssaem pantau kalian bareng Nara." Jelas Ssaem Nuri lalu berjalan kearah Nara dan duduk bersama.

Jin berdecih kecil melihatnya, kenapa jadi membersihkan ruangan? Cuman karena masalah ruangan, dirinya jadi ikut terlibat dalam bersih membersihkan. Taehyung memberikan kain pel berserta ember, tak lupa senyumnya yang seakan meledek dirinya. Ketua Bangtan yang dingin ikut membersihkan ruangan? Daebak!

Dengan terpaksa Jin mengambil pel tersebut, karena saat ini Ssaem Nuri memantau mereka membersihkan ruangan. Dirinya tidak mau dicap buruk oleh gurunya itu, biarkan kemarin saja kali ini tidak. Sebelum di pel, Namjoon dan Taehyung menyapu seluruh lantai terlebih dahulu, sedangkan Yuju dan Jin mengepel lantai. Semua mendapat pekerjaan masing-masing sesuai jumlah anggota diruangan.

Sedangkan Nara dan Saem Nuri memantau mereka sambil menyalakan musik diruangan agar mereka bekerja dengan semangat.

#=#

Pasti udah nunggu lama kan😏 maap ya baru bisa up ceritanya😁 semoga suka dan gak bosen bacanya😘

Senin, 20 Juni 2022

The Dance Jinju (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang