Selesai dengan urusannya dalam kasus yang sekarang, Gema pergi ke rumah Rendi sendirian, tanpa ditemani Addri maupun Firli. Jelas ia tahu, hacker andalannya itu akan kecewa karena pujaan hatinya tidak ikut. Kadang Gema kelewat heran dengan perangai si Rendi itu. Dia amat andal dalam hal-hal seputar IT bahkan karena kemampuannya tersebut, berkali-kali ia ditawari bergabung dan dipekerjakan di bagian kriminal siber membantu para polisi sepertinya secara resmi, tapi Rendi tetap konsisten menolak cuma dengan alasan bahwa ia tidak bisa berbaur dengan orang banyak secara langsung. Jadi mengapa Firli sampai menyebutnya manusia nolep, ya karena itu.
Dengan membawa martabak telor dan soda dingin, Gema datang karena tadi Firli meneleponnya, mengatakan bahwa Rendi telah berhasil mengidentifikasi dua pria yang datang ke rumah Darmawan dan membawanya pergi. Gema yang saat itu sebetulnya ingin ke kontrakan Aina dan memastikan apa yang tadi siang temannya katakan soal kontrakannya yang kosong, membatalkan perjalanannya. Lagipula ia pikir mengidentifikasi seseorang lewat CCTV yang jelas butuh untuk masuk ke sistem catatan sipil akan butuh waktu lama. Tapi ternyata Rendi menyelesaikannya tak ada setengah hari. Terima kasih untuk pesona Firli yang membuat hacker satu itu semangat bukan main.
"Yang aku hubungi Firli, kenapa yang datang kamu, Gem?" balas Rendi setelah mempersilakan tamunya masuk.
"Bersyukurlah yang datang kemari bukan Addri," balas Gema memperingati, lantas duduk di satu bangku yang perlu ia tarik terlebih dahulu untuk sejajar dengan singgasana Rendi yang dipasang lampu LED warna ungu dan hijau di tepiannya. Sesaat Gema kira anak ini mau merayakan Tujuh Belas-an walaupun sekarang masih baru menginjak bulan April.
Rendi menunjukkan data diri dari dua orang itu-dua nama yang asing untuk Gema, kemudian menjelaskan bahwa keduanya tidak pernah punya catatan kriminal. "Aku coba mengakses jaringan operator, ke nomor yang terdaftar dengan nama mereka. Karena menurutku walaupun komunikasi di kelompok mereka jelas terenkripsi, mereka pasti masih tetap punya nomor pribadi. Ternyata, beneran ada, Gem. Aku juga mendapatkan kalau nomor itu sebentar aktif, sebentar enggak."
"Pasti dilepas pasang, digunakan kalau butuh aja," sahut Gema dan Rendi menyetujui dengan mengangguk. "Udah, segitu aja? Kamu nggak lacak sinyal terakhirnya?"
"Kalau itu udah jelas aku lakuin. Sinyalnya berasal dari Bogor, tapi lima hari lalu sinyalnya ada di Jakarta. Artinya, dia baru ke Bogor lagi sehari sebelum kamu, Addri, dan Firli pergi ke sana," terang Rendi. "Kata Firli kalian punya nomor asisten rumah tangganya Darmawan itu? Udah tanya apa tuannya ada di rumah?"
"Sialnya, baru tadi asisten rumah tangga itu meneneleponku. Katanya, Darmawan udah kembali pulang," resah Gema karena dari situ ia pun sadar bahwa mungkin mencari dua orang ini tak begitu penting lagi meskipun, ya ... orang-orang itu sebetulnya tetap akan memberi peluang dan membuatnya tahu siapa yang memerintah mereka membawa Darmawan dan untuk apa. Karena banyak kemungkinan yang ada. Bahkan juga bisa jadi orang-orang itu adalah orang biasa yang jelas datang dengan urusan pekerjaan Darmawan sebagai petinggi daerah. Apapun itu, perlu dipastikan, bukan?
"Tenang, Gem. Aku bisa pastiin mereka orang penting yang akan bisa membawamu ke Handoko," balas Rendi kemudian.
Gema tertegun. Tatapannya tak terdefinisikan. "Handoko? Maksudmu dia orangnya Handoko?"
Rendi tak menjawab, hanya tersenyum dengan satu ujung bibir yang tertarik. Penuh kemisteriusan. Ia kembali sibuk dengan komputernya dan keyboard yang juga sama menyala seperti bangku kebesarannya. Gema pun kini lebih teliti memperhatikan layar, sampai Rendi berhenti dan menunjukkan foto sebuah bangunan dan potongan artikel yang dijadikan satu tampilan. "Kamu lihat bangunan di foto ini, familiar kan? Ini Panti Asuhan Kinasih yang dibangun hampir tiga puluh tahun lalu. Yang sekarang kita kenal dengan nama ... Panti Asuhan Tali Asih."
KAMU SEDANG MEMBACA
404 NOT FOUND [Complete]
AcciónGENRE: ACTION - ROMANCE [TAHAP REVISI, JADI SERING-SERING LAH DI-REFRESH UNTUK PEMBARUAN BAB] SELURUH ADEGAN TERORISME DALAM CERITA INI TIDAK BERMAKSUD MENYANGKUT-PAUTKAN PIHAK MANAPUN DAN MERUPAKAN FIKTIF BELAKA. LOKASI DAN ORANG-ORANG TERKAIT MERU...
![404 NOT FOUND [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/256321537-64-k372240.jpg)