"Gimana, Del? Betah kan sendirian?"
Tidak adanya jawaban membuat Gema pun menoleh ke Anna dan mereka saling lempar tatapan. Di situ Anna kembali bicara, memanggil Delia namun dengan masih mencoba tenang. Sayang, masih tak ada sahutan. "Alatnya Delia ada masalah mungkin?" tebak Gema. "Atau...."
Anna mengernyit dan berhenti berlari. "Atau semua sudah dimulai."
Keduanya segera bergegas untuk kembali. Mengecek ke dalam mobil sudah tak diperlukan lagi, sebab mereka melihat dua orang menyeret Delia yang mulutnya dibekap lakban namun masih berusaha meronta karena ketakutan. Seumur-umur baru kali ini gadis itu menyesal betul atas apa yang ia setujui sendiri sejak sebelum berangkat, tentang segala rencana yang terperinci yang disiapkan oleh tim rahasia, termasuk menggunakan dirinya sendiri sebagai umpan. Ya, itu memang rencana tahap satu yang mendadak tercipta karena situasi. Danu sempat mengabari kalau ada mobil mengikuti dirinya, Anna, dan Gema, lalu akhirnya mereka pun baru sadar - barangkali karena saking lihainya orang-orang yang menguntit itu hingga seperti tak terdeteksi - kemudian membiarkan hal tersebut, sampai ke Pemalang.
Itulah alasan mengapa mereka tak langsung menyinggahi rumah yang disewa sebagai tempat mereka yang lebih ke pencitraan saja, sebab yang sedekat itu tak dapat dikatakan sebagai safe-house. Atas permintaan Anna yang merupakan pencetus ide, Gema pun tadi malam sengaja menghentikan mobil di bawah pohon. Mereka sengaja mencuri perhatian dan itu makin terlihat jelas ketika barusan Anna dan Gema berlari-lari pagi melewati gerbang utama markas, semua tatap mata para penjaga gerbang tertuju tak santai ke arah mereka. Mungkin alasan mengapa baru pagi ini orang-orang itu beraksi, karena dua orang yang dinilai berpotensi untuk melakulan perlawanan yaitu Anna dan Gema, sudah pergi. Dan dari sini, poin pentingnya mengapa Gema bisa sampai diikuti, adalah karena sebelum pergi ke Pemalang, dia mampir ke rumahnya dulu atas perintah Pak Zain. Sengaja berada di sana dulu sekiranya empat puluh lima menitan, untuk membiarkan semua mata-mata Handoko ataupun Akmal yang mengintainya, mendapatkan kesempatan mengikuti mereka.
"Lepaskan dia!" tukas Anna yang langsung saja dilawan oleh salah satunya namun tentu saja dengan mudah ia menangkis. Di situ, Gema sempat meliriknya penuh kode karena Anna hampir lupa bahwa tahap kedua dari operasi ini adalah berpura-pura lemah. "Oh iya," gumamnya kemudian lantas membiarkan lawannya mendaratkan pukulan telak di pelipisnya. Ia pun tumbang.
Terlihat Delia yang panik luar biasa meski ia sudah tahu Anna sengaja mengalah. Masalahnya, keadaannya saat ini adalah ditarik kasar oleh orang jahat, bagaimana ia tidak takut? Ketika itu juga Gema yang berusaha melawan, kemudian ada sekiranya lima orang dari gerbang samping markas itu keluar, mengeroyok Gema dengan tanpa ampun dan Gema pun yang sebetulnya bisa mengalahkan mereka berdua dengan Anna, harus terima babak belur karena mengalah. Salah satu dari mereka berseru, "Bawa mereka semua! Niat kita menculik yang lemah saja, ternyata ketiga-tiganya sama lemahnya!"
Dan Anna yang melihat situasi memihaknya di mana Delia tidak sedang dipegangi siapa-siapa, segera bangun dan menyeret temannya. Yang tersisa di tempat untuk membawa dua gadis itu, cuma dua orang dan itu sangat kecil bagi seorang Anna untuk melawan. Sementara yang lima lainnya bersatu untuk membawa Gema masuk akibat pemuda itu yang masih tidak mau diam dan terus melawan, mengundang perhatian mereka semua agar mengurusinya saja, sehingga Anna dan Delia punya kesempatan kabur. Dalam dua-tiga kali perlawanan, Anna menumbangkan dua orang yang menghadangnya itu, lalu berlari bersama Delia, masuk ke mobil dan dengan cepat tancap gas. Membuat orang-orang tadi merutuk dan misuh-misuh karena kecolongan.
Napas memburu terdengar saling sahut di dalam mobil. Anna yang sebetulnya masih bisa tenang, hanya saja ia sedikit kelelahan, sesekali menengok pada Delia yang menyeka keringat yang bercucuran di keningnya. Sepertinya sudah dapat Anna tebak apa yang ada dalam pikiran temannya. Tentang rencana-rencana dalam operasi ini yang terbilang gila, yang sama sekali tak dapat dipahaminya. Tapi ya mau bagaimana, memang sudah begini. Untuk melindungi banyak orang, memang diperlukan pengorbanan. Ingat, para pahlawan yang gugur untuk membela negara ini, mereka sepenuh hati menyerahkan jiwa dan raga mereka agar negara ini merdeka. Mereka membayar kedamaian di negeri ini dengan tetes keringat dan darah yang hanya bermodalkan bambu runcing. Dan semua itu, akankah dibiarkan sia-sia dengan hadirnya oknum-oknum yang memecahbelah bangsa seperti halnya para teroris ini? Tidak, itu tidak bisa dibiarkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
404 NOT FOUND [Complete]
حركة (أكشن)GENRE: ACTION - ROMANCE [TAHAP REVISI, JADI SERING-SERING LAH DI-REFRESH UNTUK PEMBARUAN BAB] SELURUH ADEGAN TERORISME DALAM CERITA INI TIDAK BERMAKSUD MENYANGKUT-PAUTKAN PIHAK MANAPUN DAN MERUPAKAN FIKTIF BELAKA. LOKASI DAN ORANG-ORANG TERKAIT MERU...
![404 NOT FOUND [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/256321537-64-k372240.jpg)