"Itu bukan berita baik sama sekali, Del..." lirih Anna, kemudian berlalu cepat setelah meraih jaketnya di meja ruang santai dekat dapur. Yang terpikir dalam kepalanya justru perkataan wanita tadi soal suaminya yang mungkin ditugaskan untuk tugas besar. Jadi, sebetulnya jebakan untuk Gema ini sangat masuk akal jika dikaitkan dengan itu, mengingat percakapan Akmal di kantor polisi saat itu soal ia meminta satu orang Handoko untuk melakukan rencana jahatnya. Maka itu mungkin Kemal. Dengan cekatan ia mengenakan jaket itu dan hendak pergi, namun Pak Jaka tiba-tiba menghadangnya.
"Anna? Mau ke mana malam-malam begini?" tanya Pak Jaka dengan diam-diam memasukkan alat pelacak ke saku Anna agar gadis itu dapat dipantau mengingat banyak hal bisa terjadi di saat mereka semua sudah sedekat ini dengan apa yang mereka kejar.
Anna menatap intens pada laki-laki paruh baya di depannya. Mengatur napasnya yang lumayan tak beraturan. "Jebakan untuk Gema telah dimulai, Pak. Saya harus segera ke sana," jawabnya lalu menoleh ke belakang. "Del, alamat yang dibilang Addri, tolong kirim ke aku sekarang. Cepat."
"Tapi, An. Kamu tahu kalau Handoko atau Akmal mungkin ada di sana juga, kan? Mereka nggak mungkin menyia-nyiakan kesempatan menonton apa yang mereka tunggu-tunggu. Atau kalaupun mereka nggak ada di sana, kamera tersembunyi pasti terpasang di tiap-tiap pakaian anak buahnya agar mereka bisa memantau," tutur Pak Jaka namun Anna seperti sudah tidak peduli.
"Biarkan dia pergi, Pak Jaka." Satu suara membuat semua orang berganti fokus pada Pak Zain yang baru keluar dari ruangan beliau. Laki-laki yang merupakan pemimpin operasi tersebut melangkah tenang, mendekat ke Anna dan Pak Jaka. "Sepertinya memang sudah saatnya mereka tahu siapa musuh mereka yang sebenarnya. Ketakutan dan kepanikan akan membuat langkah mereka terburu-buru, lalu mereka akan membuat kelalaian. Itulah nanti yang bisa kita manfaatkan."
Anna mengangguk mantap. Atasannya memang paling bisa mengerti segala sesuatu dari berbagai sudut pandang. "Saya juga baru saja dapat sesuatu, Pak. Wanita itu memberikan alamat markas tempat anak dan istri Darmawan disekap. Dan dia juga bilang kalau suaminya mungkin sedang diminta melakukan hal besar akibat kelalaiannya sampai istri dan anaknya kita culik. Bisa jadi berkaitan dengan jebakan malam ini. Saya akan menggagalkannya, dan kegagalan itu membahayakan Kemal. Dia bisa aja dibunuh, dan kalau itu terjadi—"
"Berarti kita kehilangan kesempatan untuk dapat saksi kunci yang bisa membuat kita mengarah ke apa yang kita tuju," sahut Pak Zain paham. "Kalau begitu hubungi orang-orang kita yang ada di Bogor. Dengan cepat, dalam waktu kurang dari satu jam, kita akan lakukan dua penyelamatan sekaligus. Satu beroperasi di Bogor untuk menyelamatkan istri dan anak Darmawan. Satu beroperasi di Jakarta untuk menyelamatkan Gema dan Kemal."
Di depan komputernya, Danu mengangguk dan mengirimkan instruksi dari atasannya kepada semua orang terkait. Sementara itu, Anna kemudian merogoh saku, mengambil alat yang ia tahu telah diselipkan oleh Pak Jaka diam-diam. Ia melirik ke orang itu dan dibalas dengan senyum smirk akibat apa yang beliau lakukan rupanya ketahuan. Bagaimanapun para anak muda di sini alias para juniornya, sudah dianggapnya seperti anak sendiri, jadi langkah antisipasi tersebut dirasa perlu. Anna pun buka suara. "Kalau begitu nggak perlu ini kan, Pak? Pak Jaka bisa langsung ke sana dengan saya."
Pak Jaka pun membalas dengan kekehan kecil kemudian segera mengiyakan dan melesat cepat bersama Anna. Tertinggal Delia di situ dengan kebingungan dan seribu tanya tanpa ada jawabnya. Sebetulnya ia terkejut setelah tahu bahwa Gema sedang coba dijebak. Tapi, bukankah Addri juga menuju ke tempat yang sama? Berarti, bahaya bisa mengancam pemuda itu juga, kan? Di sebelahnya, ternyata Danu bisa membaca gelagat gadis itu. Danu menyenggol bahu Delia, menyadarkannya dari lamunan. "Mikir apa? Udah, jangan kebanyakan mikir yang nggak perlu. Lebih baik kita pantau Anna dan Pak Jaka. Cari semua kamera yang bisa membuat kita tahu situasi mereka. Ayo."
KAMU SEDANG MEMBACA
404 NOT FOUND [Complete]
AkcjaGENRE: ACTION - ROMANCE [TAHAP REVISI, JADI SERING-SERING LAH DI-REFRESH UNTUK PEMBARUAN BAB] SELURUH ADEGAN TERORISME DALAM CERITA INI TIDAK BERMAKSUD MENYANGKUT-PAUTKAN PIHAK MANAPUN DAN MERUPAKAN FIKTIF BELAKA. LOKASI DAN ORANG-ORANG TERKAIT MERU...
![404 NOT FOUND [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/256321537-64-k372240.jpg)