"Tapi, Pak, mohon maaf ... tapi kenapa harus Anna?"
Mendengar pertanyaan itu, Pak Jaka terkekeh. Mengundang lirikan Pak Zain yang paham betul maksud dari kekehan tersebut adalah menertawakan Gema yang kelihatan sangat meremehkan Anna. Berbeda dengan Gema yang justru merasa bingung dan berpikir apa ia salah bicara atau bagaimana, karena menurutnya tak ada yang lucu dari yang ia tanyakan barusan. Pemuda itu sampai berani jujur bahwa ia murni meragukan Anna bukan karena ia tengah membenci gadis itu akibat kekecewaannya sendiri, namun karena pasti yang dinamakan operasi, maka tak akan biasa-biasa saja. Marabahaya siap menerkam sewaktu-waktu bagaikan singa yang kelaparan. Gema masih menganggap Anna hanya sebatas mata-mata saja. Bagaimanapun, Gema melupakan fakta bahwa dirinya telah dituntun dan dilindungi oleh Anna selama ini dalam setiap langkahnya. Kemarahan membutakannya hingga tak juga menyadari semua itu bahkan setelah Delia mengatakan bahwa Anna mencintainya.
Cukup, Gem. Cukup. Kekecewaan, cinta, atau apapun itu, bukan waktunya. Apa juga perlunya berpikiran sampai ke sana? Gema merutuk pada dirinya sendiri sementara dua laki-laki yang ada bersamanya masih terus diam. Meski begitu, tak berapa lama kemudian, Pak Zain pun hanya berpura-pura seolah tidak tahu bahwa Gema sedang meragukan Anna, dan bertanya senaif mungkin. "Kenapa memangnya kalau Anna yang melakukan operasi bersamamu, Gem?"
"Maaf, Pak. Karena, saya nggak bisa bekerja dengan perempuan," jawab Gema logis. "Apa nggak ada orang lain yang bisa melakukannya? Bukan kah ada Pak Jaka, Danu? Dan beberapa orang tadi yang saya lihat juga berada di sini? Kenapa harus Anna?"
"Firli, temanmu itu, kan dia juga perempuan? Apa bedanya?" balas Pak Zain. "Tunggu, biar saya meluruskan kebingungan saya, Gem. Apa kamu ... meragukan Anna?" tanyanya menyelidik.
Harusnya Gema bisa menjawab bahwa benar ia meragukan Anna. Kunci dari kerja tim adalah saling percaya dan ia sudah tidak memiliki kepercayaan lagi kepada Anna. Jadi bagaimana bisa ia bekerjasama dengan orang yang sama sekali tidak dapat ia percaya? Reserse itu mengurungkan niat untuk menjawab dan masih diam. Ia khawatir bahwa jawabannya tersebut akan diartikan lain oleh Pak Zain sebagai bentuk egoisme dan ketidak-profesionalannya. Saat Gema belum menjawab apa-apa itulah, Pak Jaka rupanya menyahut. "Sudah jelas dengan diammu itu, kamu meragukan Anna."
Hanya lirikan sekilas yang Gema berikan pada Pak Jaka, masih tak mengatakan apa-apa. Di depannya, Pak Zain menepuk pundaknya, itu membuat Gema semakin segan dan tidak enak karena barusan ia sama saja menolak perintah dari orang yang telah mempercayainya. Ia masih tidak lupa soal apa saja yang dilakukan Handoko mulai dari pembunuhan gadis tak berdaya bernama Rani, sampai pengaliran dana untuk para teroris berkedok penggalangan dana untuk panti asuhan. Belum cukup sampai di situ, masih ada senjata selundupan, sampai kejadian teror bom di Bogor yang mengancam nyawa banyak orang, juga pelolosan para teroris itu ke Afghanistan juga merupakan campur tangannya. Bahkan sampai sekarang ia dan teman-temannya belum sempat melacak keberadaan anak dan istri dari Darmawan Yusniar yang hilang, dan kejadian demi kejadian membuat langkahnya terganggu.
Itulah sebabnya, setelah memikirkan semua itu dengan dalam, Gema Maheswara pun memutuskan untuk mengesampingkan urusan percintaannya yang menyakitkan, dan bergabung di sini. Semua seperti sebuah keajaiban jika semesta memberinya jalan menuju lebih dekat ke apa yang ia kejar. Di situ, saat terlihat bahwa Gema sedang berpikir, Pak Zain pun buka suara lagi.
"Gem, dengarkan saya. Sama seperti saya tidak asal mengajak kamu bergabung, begitu juga semua orang di sini. Pak Jaka, beliau senior di intelijen, kemampuan analisisnya belum pernah saya ragukan bahkan satu kali pun. Danu, dia ahli IT tingkat atas yang bisa meretas dan masuk ke semua sistem yang ada dan dia pensupport paling penting dalam tim. Beberapa orang yang kamu lihat juga ada di markas ini, mereka bukan tim inti tapi kemampuan persenjataan mereka di atas yang lain, serta mereka pengendara andal dari segala jenis kendaraan. Sebetulnya kami juga punya satu anggota perempuan lagi yang bisa mengisi semua posisi kosong yang dibutuhkan, tapi kami kehilangan dia dan jangan tanya kenapa karena saya tidak ingin membahasnya sekarang. Delia pun tidak bergabung begitu saja, melainkan saya sudah memantau kemampuan dan skillnya sehingga dia bisa membantu siapa saja terutama Danu," jelas Pak Zain panjang lebar, lantas menoleh dan menunjuk Anna. "Dan gadis yang di sana itu. Anna. Dia adalah intelijen perempuan terkuat yang saya tahu. Dia penembak jitu, penghancur formasi musuh, dan ahli penyamaran yang baik."
KAMU SEDANG MEMBACA
404 NOT FOUND [Complete]
ActionGENRE: ACTION - ROMANCE [TAHAP REVISI, JADI SERING-SERING LAH DI-REFRESH UNTUK PEMBARUAN BAB] SELURUH ADEGAN TERORISME DALAM CERITA INI TIDAK BERMAKSUD MENYANGKUT-PAUTKAN PIHAK MANAPUN DAN MERUPAKAN FIKTIF BELAKA. LOKASI DAN ORANG-ORANG TERKAIT MERU...
![404 NOT FOUND [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/256321537-64-k372240.jpg)