Setelah makan siang dengan Handoko dan beralibi bahwa dirinya, Gema, dan Addri tidak pergi ke luar kota seperti dugaan Akmal, Firli pergi menemui Rendi. Dari makan siang itu, ia makin yakin juga kalau Akmal tiba-tiba bisa menyebutkan kata 'luar kota', berarti jelas bahwa atasannya itu adalah orangnya Handoko juga. Kali ini, Firli membawakan makan siang untuk hacker rumahan yang selalu siap sedia membantunya itu. Hal tersebut berhasil membuat senyum terus mengembang dari wajah Rendi yang tampangnya sebenarnya lumayan hanya saja terlihat culun karena kacamata ala Harry Potter-nya. Firli juga mengatakan pada Rendi soal Akmal, ya hanya sebagai obrolan basa-basi. Dia merasa bahwa Akmal sebenarnya tahu kalau ia berbohong soal tidak keluarnya dirinya dan dua temannya ke luar kota, namun Akmal masih juga bersikap manis padanya dan demi apapun itu membuatnya sangat muak dan risih.
"Ada hal lain lagi kan yang mengganggumu sekarang, Fir? Aku rasa ... raut wajahmu yang kayak gitu nggak mungkin kalau cuma berkaitan sama Akmal?" tebak Rendi sambil menikmati makan siang yang dibawakan gadis pujaannya.
"Nggak ada. Udah makan aja makananmu sambil dengarin aku, nggak perlu menanggapi apa-apa."
"Ya dengan senang hati kok, Fir, kalau untuk itu. Dengarin kamu bercerita itu kayak dengarin musik pengiring game favoritku. Menyenangkan."
Firli sedikit mendelik saat melihat Rendi senyum-senyum padanya. Atau kalau bahasa anak mudanya, ilfeel? Ia tak ingin menggubris. Lagipula urusan sebenarnya ia datang adalah menitipkan seluruh rekaman CCTV dari rumah Darmawan yang sempat diamankan oleh Gema setelah mengobrak-abrik ruang kerja petinggi itu karena nasib mujur, monitoring-nya juga berada di tempat yang sama. Ruang kerja Darmawan merangkap ruang CCTV juga, barangkali sejak berurusan dengan Handoko dan mendapati istri serta anaknya hilang, petinggi itu tak mempercayai siapapun untuk dipasrahi CCTV. Untungnya Gema telah memperhitungkan untuk datang ke tempat Rendi sebelum pergi ke Bogor dan mendapatkan harddrive khusus untuk digunakan meretas sehingga bisa terhubung langsung dengan CCTV rumah Darmawan.
"Tolong cek seluruhnya ya, Ren. Aku ulangi, seluruhnya. Jangan sampai ada yang terlewat terutama rekaman di dua hari kemarin. Yang paling penting yang aku ingin kamu cari adalah dua orang yang datang dan kemudian pergi bersama dengan Darmawan. Dan ya, jangan lupa rekaman tentang keberadaanku, Gema, dan Addri di rumah itu, hapus semua. Gimanapun juga, kami pergi ke sana tanpa surat perintah dan menggeledah rumah orang tanpa izin sangat membahayakan kami, kamu tahu itu, kan?"
Rendi mengangguk-angguk paham. "Siap, Fir. Kamu bisa mempercayaiku."
"Bagus. Terima kasih," balas Firli yang dengan cepat meraih jaket dan tasnya lagi. "Kalau gitu aku pergi dulu ya, Ren. Kabari secepatnya kalau kamu dapat sesuatu."
"Yah? Kenapa buru-buru, Fir? Aku kan belum cerita soal menang kompetisi game kemarin. Aku dapat hadiah besar, kamu tahu?"
Firli meringis. "Itu kamu juga udah sama aja cerita. Udah ya, aku nggak ada waktu," katanya seraya menepuk bahu Rendi satu kali kemudian segera kabur dari sana sebelum tertahan dengan semua cerita hacker itu yang sama sekali tidak ia mengerti.
Rasanya, Firli ingin melepas semua kegelisahannya pada orang yang sekiranya bisa ia percaya dan mengerti dirinya. Ia mulai cemas sendiri karena bahkan manusia nolep seperti Rendi saja bisa membaca perbedaan sikapnya kali ini. Tidak biasanya ia begitu. Tidak pernah ia menampakkan apa yang sedang ia rasakan sekalipun itu sangat mengganggunya. Rasanya tidak adil jika untuk masalah yang berkaitan dengan Addri, ia selalu kalah pada perasaannya sendiri. Firli hanya mempercayai Gema sebagai orang yang bisa ia ajak bicara. Mungkin temannya itu akan sangat terkejut, atau mungkin juga bisa menanggapinya dengan membercandai meski Gema sebetulnya tahu kapan harus bercanda dan tidak. Tapi, jika untuk memikirkan soal Handoko saja bisa mereka lakukan hanya di waktu luang akibat kasus lainnya yang datang bergantian, maka bagaimana bisa ia mengajak Gema membahas soal masalah pribadinya?
KAMU SEDANG MEMBACA
404 NOT FOUND [Complete]
ActionGENRE: ACTION - ROMANCE [TAHAP REVISI, JADI SERING-SERING LAH DI-REFRESH UNTUK PEMBARUAN BAB] SELURUH ADEGAN TERORISME DALAM CERITA INI TIDAK BERMAKSUD MENYANGKUT-PAUTKAN PIHAK MANAPUN DAN MERUPAKAN FIKTIF BELAKA. LOKASI DAN ORANG-ORANG TERKAIT MERU...
![404 NOT FOUND [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/256321537-64-k372240.jpg)