Mengapa Gema memutuskan untuk mencari anak pemilik panti yang tidak diketahui namanya itu? Karena baginya, atas nama siapa bangunan itu dalam akta kepemilikan, berarti Handoko membangun panti asuhan enam tahun lalu itu pasti berurusan dengan orang itu. Jika pemilik panti delapan belas tahun lalu meninggal, sudah jelas pada siapa kepemilikannya akan diwariskan, yaitu pada anaknya. Jadi kesimpulannya, jika Gema bisa menemukan anak pemilik panti itu, maka ia menemukan Handoko. Menemukan segala petunjuk yang ia butuhkan untuk menarik Handoko kembali ke jeruji besi dengan tuntutan bisnis ilegal, dengan peluang untuk menemukan fakta baru mengenai kasus pembunuhan Rani yang sudah ditutup pun semakin besar. Sebab kasus yang telah ditutup sekalipun bisa dibuka kembali ketika menemukan bukti baru. Gema tidak ingin masuk lebih jauh ke dalam masalah ini dengan sia-sia. Sebisa mungkin akan ia perjuangkan tekadnya menemukan pembunuh. Sudah pernah ia mengatasi kasus yang lebih rumit dari ini dan itu membuatnya tidak rela seorang tersangka bisa bebas hanya karena dia punya kuasa.
"Jadi, Gem, soal Aina gimana? Udah kamu hubungi?" tanya Addri spontan. "Di mana dia ternyata?"
Pertanyaan itu membuat Gema tak hanya tersentak karena sedang melamun sebelumnya, tapi juga jadi ingat lagi akan hal penting yang ia kesampingkan. Kini, rasanya setelah ditanya begitu, kecemasannya naik dari sebelumnya. Sejak awal membukakan hatinya untuk Aina, memang itulah yang jadi ketakutannya. Ia menyadari betapa selama ini dirinya jadi orang yang ambisius untuk mengejar pembunuh. Masa lalunya selalu mengiringi dan bayangan sang ibu yang sampai sekarang tidak mendapatkan keadilan membuatnya tak pernah mengurusi hal lain saat fokus pada pekerjaannya. Kembali ia memikirkan Aina bahkan sampai membuatnya mendadak merasa bersalah akibat seolah lupa dengan keadaan gadis itu.
Tak banyak bicara, Gema pun pergi dari rumah Firli. Tanpa pamit, bahkan juga meninggalkan tasnya. Itu tentu mengundang kekesalan Firli. Ditinjunya bahu Addri dengan keras. "Kamu itu ngerusak suasana aja! Lihat, dia bakalan jadi gila habis ini karena nggak menemukan Aina! Aku itu udah suruh orang untuk cek ke kontrakannya tadi. Lucunya orangku ketemu sama orangmu. Kalau kamu ngelak, aku pukul kamu, aku serius."
Nah, ini dia Firli yang Addri ingin lihat. Karena dimarahi begitu, ia bukan membalas tapi malah tersenyum. Jelas Firli makin emosi, sekali lagi ia benar-benar meninju Addri. "Sekarang aku tanya ya, Ad, kenapa kamu suruh orang ke kontrakan Aina juga, ha? Untuk apa?"
"Memangnya salah? Kata Gema, Aina nggak ada di kontrakannya, jadi aku pengen memastikan dengan ngirim orang buat ngecek, karena aku lihat Gema gelisah banget," jawab Addri pada akhirnya, sambil mengelus bahunya yang nyeri. Firli benar-benar tidak main-main kalau sudah mengancam.
"Ya tapi untuk apa?"
Mendadak Addri kehabisan alibi karena alibinya sudah keluar semua tadi. Tiap sampai pada masalah ini, ia selalu bingung pada dirinya sendiri karena terlalu pengecut untuk mengatakan apa yang ia pikirkan mengenai segala dugaan di dalam kepalanya. Ia tak ingin serba salah. Namun karena diamnya itulah justru Firli makin curiga, sebetulnya Addri itu kenapa. Firli merasa ada yang Addri sembunyikan. Kini ia yang sudah duduk di sebelah Addri sejak Gema pergi pun menghela pelan, mencoba bertanya setelah sesaat sebelumnya memperbaiki posisi duduknya agar lebih nyaman. Ia menangkap Addri yang sempat melirik padanya namun segera mengalihkan pandangan, menghindar.
"Ad, sebenarnya apa yang ganggu kamu? Jangan kamu kira aku bodoh, ya. Aku kirim orang ke sana buat ngecek karena aku tahu benar gimana lampu terasnya menyala di siang hari yang dari situ aja kelihatan kalau pemiliknya berniat keluar sampai malam. Lagian aku suruh orang ke sana juga untuk menenangkan Gema, walaupun sampai sekarang aku nggak bilang kalau kontrakan itu keadaannya masih sama seperti saat aku datang biar dia nggak khawatir," jelas Firli panjang lebar. "Lalu kalau kamu? Untuk apa kamu suruh orang ke sana kalau kamu tahu aku udah kirim orang, Ad?"
KAMU SEDANG MEMBACA
404 NOT FOUND [Complete]
AzioneGENRE: ACTION - ROMANCE [TAHAP REVISI, JADI SERING-SERING LAH DI-REFRESH UNTUK PEMBARUAN BAB] SELURUH ADEGAN TERORISME DALAM CERITA INI TIDAK BERMAKSUD MENYANGKUT-PAUTKAN PIHAK MANAPUN DAN MERUPAKAN FIKTIF BELAKA. LOKASI DAN ORANG-ORANG TERKAIT MERU...
![404 NOT FOUND [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/256321537-64-k372240.jpg)