"GEMA, BERHENTI KAMU!" teriakan itu berasal dari Handoko. Dari sini bisa dipastikan bahwa ada salah seorang yang melihat kejadian perlawanan tadi dan melaporkan. Gema sudah melihat mobil van hitam yang dikendarai Anna dengan Delia di sebelahnya. Ia mempercepat langkah begitu juga Burhan yang kepayahan. Laki-laki itu malangnya malah tersandung batu dan tersungkur bersama Alattas yang tidak sadarkan diri tapi belum mati. Sementara itu Handoko berteriak lagi. "GEMA! AKAN KUBUNUH KAMU DENGAN TANGANKU SENDIRI!"
Delia sudah membukakan pintu mobil dan Gema menyuruh wanita petugas dapur itu masuk. Sedangkan Burhan yang sedang berusaha berdiri lagi, mengerang kesakitan bersamaan dengan tembakan peluru dari pistol Handoko. Gema tentu terkejut karena yang terjadi hanya dalam sepersekian detik, namun dengan segera ia menembaki ke arah Handoko dan orang-orangnya. Laki-laki biadab itu kemudian bersembunyi di balik mereka dan tembakan Gema pun tidak mengenainya. Di situ, Anna yang harusnya stay saja di balik kemudi, terpaksa turun untuk membantu Gema. "Bawa mereka masuk, Gem. Aku akan tahan mereka!"
"Oke!" balas Gema tanpa berpikir dan membopong Alattas duluan. Wanita petugas dapur tadi membantunya menatakan tempat duduk untuk Alattas sedangkan Delia yang saat itu membaca situasi, segera berpindah dari sisi kiri ke sisi kanan, menggantikan Anna di balik kemudi agar setelah semua masuk bisa langsung tancap gas. Gema merasa lega. "Bagus, Del."
Anna mengaduh ketika satu peluru meleset mengenai kulit lengannya. Ia tetap tak berubah lemah, malah justru terus membentengi Gema yang kini membopong Burhan. Tak peduli hari gelap petang telah datang, semangatnya tidak padam. Tim bantuan dari kepolisian pun datang atas panggilan Delia dan mereka segera mengambil alih baku tembak sehingga Anna punya kesempatan untuk masuk ke mobil dengan masih sempat melihat Handoko berlari pergi dan hendak kabur dengan mobilnya. "JALAN, DEL!" ujarnya pada Delia kemudian beralih bicara pada rekan-rekannya di markas rahasia. "Operasi sukses, kami mendapatkan Atas dan mengonfirmasi bahwa itu benar markas utama sindikat."
Delia menurut dan melajukan mobil secepat yang ia bisa. Di belakang, dua mobil mengikuti dan tim bantuan tadi pun menghadang mereka, menembaki mobil itu namun sayang, salah satunya tetap lolos dan terus mengejarnya. "An, ini aku belum punya SIM A! Bagaimana dong?!" ringis Delia setengah menangis karena panik.
Gema langsung terkesiap, ia pikir dengan berani mengambil alih kemudi, Delia ini bisa menyetir dengan baik. Gadis itu melihat cara Gema menatap skeptis padanya melalui spion dalam. "Aku bisa menyetir, Gem. Cuma memang nggak lolos tes SIM aja! Tapi aku akan melakukan yang terbaik, kalian tenang aja!" protes Delia yang paham bahwa dirinya mungkin dianggap membahayakan. Pikirannya yang tadi sempat ragu pun berubah nekat. Modal yakin, ia makin ngebut dan tak peduli kalaupun itu membuat seisi mobil takut.
"Udah, Del! Menyetirlah aja! Aku percaya padamu," tukas Anna yang kini sedang membalut lukanya sendiri dengan kain kasa. Delia sempat kaget saat menyadari hal itu namun ia tahu bahwa dirinya dan semua yang ada di sini sedang dikejar oleh orang-orangnya Handoko sehingga tak sempat mempedulikan temannya yang terluka.
Gema pun tak lagi menghiraukan karena ia ingin agar Burhan tidak kehilangan kesadaran. Makin banyak darah yang keluar dari punggung laki-lakilaki-laki itu. "Burhan! Burhan! Bertahan!" sentak Gema yang pelan-pelan memangku kepala Burhan. Darah bercucuran makin deras sampai menetes ke bawah, mengenai sepatunya. "Burhan, ingat! Kamu akan bertemu kakakmu Kemal! Kamu harus bertahan!"
"Gem, dia akan kehabisan darah!" sahut Anna yang menoleh ke belakang dengan suara bergetar.
"Aku tahu, An. Ayo, Burhan, bertahan! Kami akan menyelamatkan kamu. Bertahanlah, aku mohon...," pinta Gema dengan memelas. Ia tak menduga bahwa semua akan seperti ini. Padahal harusnya tadi itu masih terbilang aman tak terjangkau Handoko dan rombongannya, sampai akhirnya batu sialan itu mengancaukan semuanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
404 NOT FOUND [Complete]
AcciónGENRE: ACTION - ROMANCE [TAHAP REVISI, JADI SERING-SERING LAH DI-REFRESH UNTUK PEMBARUAN BAB] SELURUH ADEGAN TERORISME DALAM CERITA INI TIDAK BERMAKSUD MENYANGKUT-PAUTKAN PIHAK MANAPUN DAN MERUPAKAN FIKTIF BELAKA. LOKASI DAN ORANG-ORANG TERKAIT MERU...
![404 NOT FOUND [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/256321537-64-k372240.jpg)