Liburannya masih tersisa dua minggu ketika Refki meminta ia ikut ke acara bermainnya laki-laki itu dan keempat temannya. Kali ini, di sirkuit privat milik keluarga Soeharyoso. Liv sudah pernah datang ke tempat itu satu kali dan masih takjub ketika untuk yang kedua kali, ia diminta ikut. Atas ide Felya, kata Refki ketika Liv bertanya apa ia tidak akan mengganggu waktu bermain mereka. Saat Refki mengatakan bahwa Lita sudah setuju ikut—informasi yang laki-laki itu dapat dari Welly, maka Liv mengiakan.
Pertama kali datang, Deo menawarinya mencoba mengitari sirkuit milik mertuanya itu, tetapi Refki menolak keras. Welly tidak bisa membantu karena Lita tidak berminat main. Sementara Felya, sudah kebut-kebutan bersama dirinya dan Rengga di sirkuit tanpa peduli suaminya ketar-ketir.
Saat Refki mengajaknya, Liv sudah bertekad akan meluluhkan laki-laki itu. Pada Jumat malam, Felya mengiriminya pesan yang meminta Liv membujuk Refki agar mereka—bersama Lita yang kali ini setuju untuk mencoba—bisa mencoba serunya mengendarai gokart dengan kecepatan tinggi.
Begitu memasuki area parkir yang dijaga oleh seorang satpam, Liv mendapati mobil milik Welly, Rengga, dan Deo sudah terparkir. Tampaknya, ia dan Refki yang datang paling akhir. Setelah menyambar jaketnya di kursi penumpang, Liv keluar bersama Refki. angin malam menyambutnya yang hanya mengenakan kaus dan hot pants. Felya akan mengenakan hal serupa karena mereka telah saling mengatur janji melalui pesan singkat. Lita tidak mengikuti idenya dengan Felya. Sebab itu outfitnya sebelum tidur. Kakaknya tidak akan terbiasa mengenakannya di luar rumah.
Benar saja, Felya—dengan outfit serupa—langsung melambaikan tangan pada Liv ketika ia dan Refki menuju ruang berkaca yang menghadap pada deretan gokart di depan sana. Tepat berada di belakang garis penanda. Liv mendapati beberapa kursi ditata melingkari meja bundar yang di atasnya terhidang banyak sekali camilan. Dan tidak pernah lupa, beberapa botol wine berada di tengah-tengah meja. Sudah ada dua gelas berkaki yang terisi beberapa teguk wine. Liv menebaknya sebagai milik Rengga dan Deo.
"Halooo, Cantik! Udah siap nih kebut-kebutan sama aku?" Felya tersenyum girang. Perempuan itu memeluknya singkat.
Mendengarnya, serta-merta Liv menoleh pada Refki yang mendengus samar. Bibirnya mencebik. Laki-laki itu mengambil tempat di samping Deo yang sudah tertawa karena celetukan istrinya.
"Belum di-ACC sama Mas Pacar, Mbak," kelakar Liv yang diminta duduk di antara perempuan itu dan Lita.
"ACC, lah, Ref," kata Rengga. Laki-laki itu tersenyum jail sebelum menatap Liv.
Refki mendelik, lalu menggeleng tegas. "Jangan ngeracuni Liv, Ga."
Masih tidak berhasil karena Refki lantas mengubah pembicaraan. Liv membiarkan. Sebab Welly langsung merespon dan kelimanya larut dalam obrolan. Liv meraih satu cup ice cream coklat sembari mendengarkan Felya berceloteh. Meski mendengarkan dan merespon sama antusiasnya dengan si pencerita, Liv tetap memutar otak. Mencari cara merayu Refki tanpa membuat laki-laki itu kesal.
Liv masih berpikir, terus berpikir, sampai ia mendapati Deo beranjak dan memundurkan kursi. Laki-laki itu dengan semangat mengajak keempat temannya memasuki arena. Rengga bersiul dan melirik Liv.
"Gantian ya, Liv," katanya ringan.
Sontak, Refki memelotot kesal. "Astaga, Rengga!"
"Kasih izin lah, Ref. Biar Felya ada temen mainnya." Deo ikut-ikutan membujuk seraya mengambil helm di rak penyimpanan.
"Lita juga ikut main," tambah Welly. Kakaknya itu tersenyum jail pada Refki, lantas melirik Liv yang sudah memangku Raga. Liv mendapati Welly menatap putranya yang mencamili kentang goreng sembari mengoceh dengan Audri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Too Night ✔
RomanceSurabaya, 2019. Refki mencintai Liv sebesar ia menghargai tiap detik di malam yang mereka lewati bersama. Liv mencintai Refki sebesar laki-laki itu meluangkan waktu untuk memberinya dekapan hangat kala malam menjelang. Meski dalam beberapa waktu, Re...
