××Author POV××
Di malam yang gelap namun langit tampak cerah.
"Haup"
Seorang wanita menggigit tangannya di depan minimarket.
Apakah jadi titan?
Nggaklah :v
Nanti ganti tokoh utamanya dong jadi Ereh :v
Ehem!
Wanita itu menjauhkan bibirnya meninggalkan bekas kemerahan di tangannya.
Bekas gigitannya.
"Tidak ada rasanya, apa kurang dalam gigitnya?"
Wanita itu kembali menggigit lengan bawahnya.
Kantung plastik berisi makanan ringan digenggamannya mengerat.
Jadi ghoul :v?
YURETA!//plak
Nggaklah :v
Ngadi-ngadi saja :v
Pintu minimarket terbuka, seorang pelanggan keluar.
Tak sengaja maniknya bertemu pandang dengan wanita itu.
Pelanggan tersebut menatap horor pemandangan yang dilihat seperti dirinya tiba-tiba masuk ke film horor.
"Se-sedang apa kau [y/n]?"
"Ah, tu-"
Crut!//darahnya muncrat :v
"Tanganmu hoi!"
Manikmu hanya memandang lenganmu yang berdarah dengan datar.
Buru-buru Na Hwajin menyeretmu ke keran di dekat minimarket.
Membalut lukamu dengan sapu tangannya.
"Kau ini sedang apa sih!?", tanyanya.
"Mencoba rasa badanku"
"Hah?"
Mendadak Na Hwajin membego :v
"Bukannya an...Na Hwajin sendiri yang bilang kalau aku manis? Jadi aku mau coba rasa tubuhku sendiri dulu apa aku beracun bagimu"
"Kenapa kau lakukan itu?"
Kepalamu miring sedikit. "Ini prinsip sederhana ketika di sekitarmu sudah tidak ada bahan pangan apapun yang bisa di makan"
"Ma-maksudmu bertahan hidup?"
Kepalamu terangguk.
Hrlaan nafas bersaan dengan menutup wajahnya yang entah harus merespon apa.
Polosnya imut sih tapi polos dan bodoh beda tipis kan? Ah, tapi dia cuma polos, batin Na Hwajin bergejolak :v
"Aku tidak akan memakanmu", katanya. "Negara ini asal kau tahu tidak akan kehabisan bahan pangan. Yang kumaksud manis bukan 'rasa' tubuhmu tapi..."
Kruyuuuk~
Gagal romantis karema perut sudah kode minta makan :v
"Pft! Hahaha! Sudah lapar ya? Ayo kutraktir makan!"
"Tapi tadi siang sudah kau traktir, aku mau masak ramyeon. Lim masih ada urusan dan aku lupa memasak"
"Bagus! Aku masakin ya?"
"Bagus?"
"A-ah, bukan apa-apa hahaha!"
📚📚📚
