REPUBLISH KEDUA 18/03/2025
Warning: Versi wattpad dan versi Novel berbeda ya! Yang mau baca versi lengkap Four bisa DM aku di Instagram@helloimnellaaaa untuk pembelian versi PDF.
😈Happy Reading😈
Langit malam ini cukup cerah. Bintangnya tidak banyak, tapi bulannya sangat terang walau sekarang jam baru menunjukan pukul setengah tujuh.
Di celah kegelapan malam yang semakin kelam, One sedang bediri di sisi luar sebuah rumah untuk menjalankan misi bodoh dari Gianna.
Setelah mengecek target, One memandangi tembok setinggi 5 meter di hadapannya. Walau rumah ini di kelilingi oleh penjaga berseragam yang selalu berpatroli, nyatanya rumah ini belum memenuhi standart keamanan.
Lihat saja tembok ini! Sekali lompat juga One bisa sampai di sisi seberangnya.
Lelaki itu mengayunkan tali pengait yang tadi ia bawa dari mobil, kemudian melempar ujungnya sehingga pengait itu menancap di bagian atas tembok.
Sampai di bibir tembok, One membungkukan badan agar bayangan dirinya tak terlihat oleh orang yang sedang berjaga sebab posisinya memang tidak jauh dari tempat One berada.
Target sudah berada di dalam kamar. One bisa melihatnya karena gorden jendela di balkon kamarnya belum ditutup. Letak kamar target berada tepat di seberang tempat One bersembunyi, sehingga dengan mudah One melihat gerak geriknya.
"One, lakukan dengan cepat," titah Gianna lewat earpiece.
"Hm. Oke," sahut One dengan suara super pelan.
"Waktu kita tidak banyak."
"I know."
"Aku tunggu, Love." One mengumpati Gianna dalam hati ketika mendengar kekehan gadis itu.
One mengeluarkan sebuah laser kecil dari saku lalu menghidupkannya. Memastikan bahwa orang-orang di bawah sana masih berada di posisi, One mengarahkan sinar laser itu ke arah kamar. Tujuan lelaki itu adalah menarik perhatian si target agar keluar ke arah balkon.
Berhasil. Sang target nampak berjalan keluar kamar dengan wajah penasaran saat melihat titik cahaya berwarna merah mengarah ke dadanya.
Setelah target benar-benar menggeser pintu balkon, One langsung mematikan lasernya. Menunggu sedetik dua detik hingga tiga puluh detik, rasa penasaran target yang sudah hilang membuatnya berbalik hendak kembali ke dalam kamar.
Tepat ketika target memutar tubuh, One melepaskan satu peluru bius dan mengenai bahu kirinya. Si taget tumbang, menimbulkan suara dentuman yang cukup keras. Dua orang penjaga yang memang tengah berpatroli, langsung bereaksi saat mendengar suara itu.
Perhatian mereka tertuju pada balkon kamar di lantai 2 yang cukup tinggi. One menggunakan kesempatan itu, dua peluru bius lainnya melesat dan membuat kedua orang pengawal itu jatuh tak sadarkan diri. Bius yang terkandung dipeluru itu hanya bertahan sekitar 15 menit dan bisa membuat orang linglung setelah sadar.
"Four, cek posisi penjaga yang lain."
"Setiap sisi rumah di jaga 2-3 orang. Mereka biasa berkeliling bergantian. Jadi cepatlah sebelum yang lain sadar dan giliran orang berikutnya datang."
"Hm."
"Ha hm ha hm. Sok keren."
One mendengkus. Daripada meladeni Gianna, One memilih untuk mengambil tablet kecilnya dan mengotak-atik sebentar untuk mematikan CCTV di bagian halaman rumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
FOUR (Selesai)
ActionPembunuh bayaran jadi guru? ________ Gianna Camellia Green mendedikasikan hidupnya untuk balas dendam akan kematian sang adik karena bullying di sekolah. Sampai dirinya terjun bergabung dengan sebuah organisasi 'Crime' terbesar di dunia yang membua...
