Lima tiga

26.2K 4.3K 327
                                        


Warning: Versi wattpad dan versi Novel berbeda ya! Yang mau baca versi lengkap Four bisa DM aku di Instagram@helloimnellaaaa untuk pembelian versi PDF. Cuma 50K kamu udah bisa dapetin 400++halaman dengan alur yang lebih tertata! Dijamin puas ✌️

Sorry gaes update kemaleman soalnya otak ku sempat nge-lag ✌️

😈Happy Reading😈


Selesai makan malam, Sandra diam-diam mengambil ponsel Peter saat lelaki itu sedang berada di kamar mandi. Sandra mengecek beberapa aplikasi di ponsel dan juga mengintip room chat yang di miliki Peter. Sekedar iseng, karena Peter bukanlah orang yang bisa dicurigai.

Berbekal menonton video youtube dan info dari google, Sandra mencoba memblokir akses beberapa website berita asing di ponsel sang suami. Kemudian mengubah pengaturan supaya jangkauan berita dan info yang Peter punyai terbatas.

Peter memang kadangkala membaca berita saat senggang, terlebih soal bisnis. Hal tersebut ia lakukan agar bisa tahu perkembangan dunia bisnis dan ekonomi negara. Selebihnya, Peter tak terlalu tertarik menikmati berita yang lain. Lelaki itu bahkan jarang sekali memegang koran. Walau begitu Sandra tetap harus memastikan dan melakukan hal ini.

"Nah, udah," gumam Sandra lalu meletakan kembali ponsel Peter di atas nakas.

Melihat Peter sepertinya masih lama di bathroom, Sandra segera pergi ke ruangan kerja sang suami. Hal yang sama ia lakukan pada laptop dan komputer Peter. Mengotak-atiknya sebentar, sebersit senyum puas terukir di bibir Sandra.

"Selesai. Kalo kaya gini Papi gak bakal tahu berita tentang Four," cicit Sandra pada diri sendiri. "Nanti kalau udah saatnya, aku pasti kasih tau papi...dan El. Sekarang aku harus lindungin Miss Valentine."

Menghindari kecurigaan Peter, Sandra buru-buru keluar dari ruangan. Dia menuju dapur untuk meminta Mbok Sarmi membuatkan teh hangat untuk dirinya dan Peter.

"Nanti Mbok antar ke kamar atau mau minum di ruang tivi, Bu?"

"Ruang tengah aja. Masih terlalu sore buat masuk ke kamar. Makasih ya, Mbok."

"Siap, Bu," balas Mbok Sarmi sambil mengangkat jempolnya.

Sandra menyalakan televisi sembari menunggu Peter selesai. Namun dia tak menaruh fokus pada acara yang ditampilkan, ada sesuatu yang masih mengganjal hatinya.

Sedikit kebimbangan, Sandra meraih ponselnya yang sedari tadi ia bawa. Membuka alamat situs yang masih dihafalnya, melakukan capture dan mengirimkannya pada Gianna. Sandra juga menambahkan kata-kata di pesan yang ia kirimkan.

Masih dipenuh rasa tak menyangka, sekali lagi Sandra mencari-cari berita sejenis yang memuat tentang Four. Mengingat Four adalah pembunuh most wanted, pasti semua media sedang membicarakannya.

Mode serius Sandra membuat Mbok Sarmi yang mengantar teh, tak dihiraukan sama sekali. Mbok Sarmi pun enggan menganggu.

"Katanya lagi di cari semua negara, kok beritanya baru ada di media Russia ya?" gumam Sandra heran.

Karena masih penasaran, Sandra kembali menjelajah platform lain.

"Gak ketemu juga. Di boikot atau emang sengaja beritanya gak naik?" Sandra menggaruk hidungnya bingung. "Kalo gini gimana caranya aku bantuin Miss Valentine."

"Mami ngomong sama siapa?"

Sandra tersentak. Kepalanya langsung menoleh dan mendapati Peter sedang menatapnya bingung dengan sedikt riak terkejut di sorot matanya.

FOUR (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang