Four versi PDF (400++ halaman) isinya sampai seperti versi BUKU nya ya!
Dan bisa dibeli lewat aku langsung, Karyakarsa atau Lynk.
Wa: 085800357967
Instagram: helloimnellaaaa

Biasanya hari senin aku gak update loh, tapi karena hari ini aku ulang tahun. Bagi-bagi kesenangan deh 😎
😈Happy Reading😈
Febi — kakak perempuan Samuel, berdiri di depan gerbang sekolah Halcyon menunggu adik nya keluar sambil bersandar pada pintu mobil. Sudah 2 hari Samuel tidak pulang. Walau dia tau, sang adik menginap di rumah temannya, Febi tetap saja khawatir.
Samuel masih marah. Pasti. Ponselnya juga tidak aktif semenjak keluar dari rumah. Jadi Febi memutuskan untuk menemui sang adik di sekolah. Satu-satunya tempat yang tak bisa membuat Samuel lari lagi.
Sudah satu jam Febi menunggu. Seingatnya hari ini sekolah Samuel mengadakan event sehingga tidak ada kegiatan belajar mengajar. Bisa jadi jam pulangnya lebih sore dari biasanya.
Saat kaki Febi mulai lelah berdiri dan memutuskan untuk menunggu di dalam mobil, satu persatu penghuni sekolah terlihat berhamburan keluar.
Febi mendesah lega. Berharap bisa cepat bertemu Samuel dan membawanya pulang. Sejak kemarin Amelia mengurung diri di kamar karena merasa sangat bersalah. Dia tidak tega melihat kondisi sang Mama.
Gadis manis berlesung pipit itu berjinjit-jinjit mencari keberadaan sang adik di kerumunan siswa. Sampai matanya menemukan sosok Samuel yang sedang berjalan berdampingan dengan seorang gadis.
Buru-buru Febi menghampiri sebelum Samuel pergi. Melewati sela-sela siswa yang berjalan berlawanan arah dengannya, membuat Febi menjadi pusat perhatian. Apalagi parasnya sangat manis. Para siswa jadi penasaran, kenapa ada makhluk secantik ini di sekolah mereka.
"Samuel!" panggil Febi sambil tersenyum.
Samuel yang sedang bercanda tawa dengan Irish langsung menoleh. Seketika raut wajahnya berubah saat tahu tahu siapa memanggil.
"Samuel," ulang Febi karena Samuel tak menjawab, lelaki itu bahkan tak mau menatapnya.
"Ngapain ke sini?" tanya Samuel dingin. Irish yang masih bediri di sana dilanda penasaran dan bertanya-tanya siapa gadis yang ada di depannya.
Melihat Irish, Febi tersenyum manis. "Hai. Kamu pasti Irish ya?" tanya Febi ramah kemudian mengulurkan tangannya mengajak berkenalan. "Aku Febi. Kakak Samuel."
"Oh. Irish, Kak," Irish menyambut tangan Febi dan tersenyum tipis.
"Samuel sering cerita soal kamu. Kamu cantik banget ya, pantesan Samuel suka," ujar Febi membuat Irish salah tingkah.
"Makasih, Kak."
"Aku mau ngobrol sama Samuel, boleh?" tanya Febi pada Irish seolah meminta ijin untuk meninggalkan mereka berdua.
KAMU SEDANG MEMBACA
FOUR (Selesai)
AcciónPembunuh bayaran jadi guru? ________ Gianna Camellia Green mendedikasikan hidupnya untuk balas dendam akan kematian sang adik karena bullying di sekolah. Sampai dirinya terjun bergabung dengan sebuah organisasi 'Crime' terbesar di dunia yang membua...
