Lima dua

26.6K 4.4K 804
                                        

Warning: Versi wattpad dan versi Novel berbeda ya! Yang mau baca versi lengkap Four bisa DM aku di Instagram@helloimnellaaaa untuk pembelian versi PDF.


Aku tuh pengen balesin chat kalian yang manis-manis tapi aing capek scroll 😭
Ntar kalo udah longgar waktunya pasti aing bales ✌️
Lope you ♥️

😈Happy Reading😈

😈Happy Reading😈

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

BRAK!

Joseph menendang pintu gudang yang ada di area belakang sekolah. Tendangannya cukup keras sampai membuat tiga orang yang berada di dalam terlonjak kaget dan buru-buru menyembunyikan tangan mereka di belakang punggung.

"Woi, kelas berapa lo?" tanya Gibran yang memang datang bersama Joseph, Damian dan Samuel.

"Ke-kelas sepuluh, bang," sahut siswa lelaki yang badannya paling kecil.

"Widih bocil, udah ngerokok aja lo," cibir Samuel seraya berkacak pinggang di depan siswa tadi.

Damian hanya diam memperhatikan teman-temannya sambil menyenderkan punggung di tembok dengan tangan terlipat di dada. Tak ingin ikut mengeluarkan tenaga untuk melabrak para adik kelas itu.

"Mana?" tanya Joseph menyodorkan tangannya meminta sesuatu.

Siswa yang kancing seragamnya di lepas, menatap Joseph dengan bingung. "Ap-apanya, bang?"

"Rokoknya. Siniin!" titah Joseph dengan wajah garang.

"Heh malah bengong! Buruan kasih rokoknya!" sentak Samuel membuat ketiga adik kelas itu gelagapan.

Buru-buru mereka menyerahkan satu bungkus rokok yang isinya sudah berkurang setengah. Mereka nampak gugup karena ketahuan merokok, padahal bukan guru yang memergoki mereka. Tapi entah kenapa kakak kelas ini terlihat lebih menyeramkan.

"Lo pada tahu kan, dilarang ngerokok di sekolah?" tanya Gibran berlagak sebagai senior.

"Tahu gak?" Samuel mengulangi pertanyaan Gibran karena adik kelasnya hanya diam menunduk sambil menautkan tangan di depan perut.

"Ta-tahu, bang."

"Tapi gue lebih suka tempe sih," guyon Samuel yang langsung mendapat toyoran dari Gibran.

"Jangan ngerokok di sekolah. Kalau bisa jangan ngerokok lagi," nasehat Joseph yang langsung mematahkan sisa batang rokok dibungkusnya.

Dengan sorot mata sedih, ketiga siswa itu menatap rokok mereka yang sudah melayang. "Iya, bang. Gak ngerokok lagi."

"Kalian belom pernah dihukum Bu Valentine, ya?" tanya Gibran.

Mereka bertiga menggeleng. "Emang kenapa?" tanya siswa yang badannya paling tinggi dan terlihat paling tampan di antara ketiganya.

FOUR (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang