24°C

75 8 0
                                        

Hari kembali berganti. Ravn duduk di samping Hwanwoong di kantin sekolah siang hari itu. Kelima teman Ravn tengah berkumpul di kantin. Sebenarnya, ini merupakan keajaiban dunia karena Ravn mau makan bersama teman-temannya. 

Ravn melirik Hwanwoong dan Seoho yang memegang selebaran entah dapat dari mana.

"Rav, lo dikasih?" tanya Hwanwoong.

Ravn menatap selebaran tersebut dan mengernyit bingung.

"Apaan?" tanya Ravn.

"Gatau, tuh, si Chaerin ngasih selebaran gini. Katanya ini invitation card," jelas Seoho.

"Chaerin?" sahut Keonhee. Laki-laki itu langsung melirik Leedo yang masih asik memakan permen jellynya.

"Apaan lihat-lihat gue?" tanya Leedo.

"You know something?" balas Keonhee.

Leedo mendengus. 

"Udah kapan tau gue sama Chaerin, Hee. Sekarang ngapain gue ngurusin dia?" ucap Leedo.

"Mana? Lihat dong!" ujar Xion lalu dengan cepat merebut kartu undangan yang lebih mirip selebaran itu dari tangan Seoho.

"You're invited to the Senior Year's Final Party at my house. Oh, mau ngadain party?" kata Xion setelah membacakannya keras-keras.

"Kita wajib dateng?" tanya Leedo.

"Gak tahu. Tapi Chaerin bilang satu angkatan harus dateng karena ini tahun terakhir bareng," jawab Hwanwoong.

"Ujian sekolah aja masih tahun depan, udah party partyan segala," sahut Keonhee.

"Berarti harus datang, kan?" tanya Seoho.

Hwanwoong mengedikkan bahunya.

"Yaudahlah, nanti kita berenam aja. Lagian kasian Chaerin udah siapin capek-capek," ujar Seoho.

"Lo gak pa-pa, kan, Do?" tanya Xion.

"Lah, gue kenapa?" balas Leedo.

"Siapa tahu, malu ke rumah mantan," ujar Xion menggoda Leedo.

Leedo memutar kedua bola matanya.

"Gue mah dateng dateng aja. Itu tuh temen lo," kata Leedo sambil menunjuk Ravn dengan dagunya.

Ravn mengangkat sebelah alisnya.

"Dateng gak lo?" tanya Leedo.

Ravn mendengus panjang dan mengedikkan bahunya.

"Hah, udah bisa ditebak," celetuk Seoho.

"Ayolah Rav... Ini tahun terakhir kita bareng... Lo gak usah ketemu Chaerin, sama kita aja," mohon Hwanwoong.

"Yaelah, tahun depan kan masih ada perpisahan," sahut Ravn.

"Ih, ya pasti beda, lah, feelnya! Perpisahan kan formal. Make kemeja, jas, dan kawanannya. Kalau sekarang kan lebih ke refreshing sebelum kita ketemu ujian-ujian," elak Hwanwoong.

Ravn tidak menjawab. Membuat kelima temannya semakin kebingungan.

"Please, Rav... satu kali aja. Dulu pas Chaerin sweet seventeen juga lo enggak mau datang," mohon Keonhee.

"Lo pada mau dateng ya sendiri aja," ujar Ravn.

"Emang lo mau ngapain?" tanya Xion.

"Apapun selain party," jawab Ravn.

"Ck, gaasik," keluh Seoho.

Ravn bangkit dari duduknya, hendak pergi ke toilet sebelum akhirnya Leedo menginterupsi langkahnya.

Ice Cube Lover || ONEUS RAVNTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang