6°C

78 10 1
                                        

Akhir pekan berlalu sangat cepat, rasanya baru kemarin hari Jumat, sekarang sudah Senin lagi. Ini minggu kedua Yena di sekolah barunya, dan ia berharap semua berjalan normal sesuai yang ia harapkan.

Yena mengantre di sebuah barisan di kantin sekolahnya. Gadis itu hendak membeli sebungkus roti bakar yang Yesoo bilang rasanya sangat enak dan harganya ramah di kantong.

Ditengah-tengah antrean, Yena mendengar perbincangan beberapa orang perempuan di belakangnya. Ia bukan menguping, memang mereka berbicara agak keras.

"Ini yang anak baru itu?"

"Kayaknya sih iya dia."

"Kelas berapa? Sepuluh?"

"Enggak, sebelas."

"Lo yakin dia? Yang langsung dideketin Leedo?"

"Lah, lo yakin dia beneran dideketin Leedo?"

"Kabar burung sih bilang gitu."

"Gue kira beneran, jangan sebar gosip."

"Dih, serius. Hari pertama dia dateng aja si Leedo dah usil."

"Usil gimana?"

"Disuru nganterin makanan gitu kalo gak salah, gatau ke siapa."

"Lo tahu darimana?"

"Gue kan duduk di belakang meja Leedo dan kawan-kawan, jadi denger."

"Mungkin udah kenal dari lama kali."

"Ya kali, ya?"

"Ish, udah dibilang jangan sebar gosip."

Yena mendengus panjang. Entah kakak kelasnya itu tahu darimana berita soalnya dan Leedo, namun itu jelas membuatnya risih. Ia tidak mau imagenya yang baik-baik harus tercoreng hanya karena laki-laki.

Yena menyerahkan selembar uang sepuluh ribu kepada sang penjual roti dan mengambil roti bakarnya. Sebelum ia kembali ke teman-temannya, sekilas ia menatap ketiga kakak kelasnya yang daritadi membicarakannya di belakangnya dengan tatapan dingin. Tak lama, ia melanjutkan langkahnya menuju meja teman-temannya.

"Lama amat?" tanya Yeona.

"Rame," jawab Yena kemudian duduk di samping Saemi.

Yena membuka bungkus roti bakarnya dan melahapnya perlahan-lahan. Ia menelannya cepat-cepat dan menepuk bahu Saemi.

"Hm?" Saemi berdeham.

"Hidup lo di SMA ini tenang-tenang aja, gak?" tanya Yena.

"Kenapa nanya gitu?" tanya Saemi.

"Just answer," pinta Yena.

"Dia mah tenang-tenang aja, Na. Pendiem orangnya, jarang bermasalah," sahut Yeona.

"Kalo lo? Tenang-tenang aja?" tanya Yena lalu melahap rotinya lagi.

"Enggak. Kesiswaan selalu manggil gue buat lomba sana-sini," jawab Yeona.

"Iya deh anak olimpiade, favorit guru-guru," celetuk Yesoo.

"Lo, tenang gak?" tanya Yena kepada Yesoo.

"Gue lagi, kagak lah," jawab Yesoo.

"Wae?"

"Tiap kesana, 'halo Yesoo.' Tiap kesini, 'halo Yesoo." Apaan, sih. Gaje," jelas Yesoo.

"Gue jadi lo mah bersyukur, banyak yang kenal. Banyak koneksi," sahut Saemi.

"Lo pikir gue wifi, koneksi-koneksi segala," balas Yesoo.

Ice Cube Lover || ONEUS RAVNTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang