Ravn sibuk menyesap es krimnya yang ia beli di kantin, di sebelahnya ada Seoho dan di sebelah Seoho ada Leedo yang juga tengah menyesap es krimnya. Seharusnya mereka berada di kelas mereka masing-masing, entah bagaimana caranya mereka bisa menyelinap keluar dan berakhir di kantin disaat sedang kegiatan belajar mengajar.
Di lapangan bawah, kelas Yena sedang melaksanakan jam olah raga. Jelas Ravn tak bisa melepaskan tatapannya dari gadis itu.
Melihat hal itu, Seoho menyenggol siku Ravn dan menahan senyumnya.
"Apaan?" tanya Ravn ketus.
"Gausah dilihatin sampai mata lo mau copot. Yena enggak bakalan kemana-mana, Rav," jawab Seoho sekalian menggodanya.
Ravn memutar kedua bola matanya dan lanjut menjilat es krimnya yang hampir mencair karena terik matahari.
"Gue udah gak minat sama Yena kok, Rav," celetuk Leedo membuat Seoho dan Ravn sontak menatapnya.
"Gue enggak akan deket-deket dia lagi, santai aja ngeliatinnya," sambung Leedo.
"Emang gue ngeliatin Yena karena elo?" tanya Ravn. "Pe-de banget."
"Mulai mulai mulai," gumam Seoho ditengah-tengah kedua laki-laki itu.
Leedo menatap datar ke arah Ravn. Ia kemudian mengarahkan es krimnya yang masih sisa setengah ke arah lapangan olah raga dan menjatuhkannya. Beberapa saat kemudian, suara pekikan perempuan menggema di lapangan tersebut, terdengar sampai kantin di lantai 6 itu.
"INI SIAPA YANG JATUHIN ES KRIM KE KEPALA GUE?!" pekik gadis itu.
Ravn menyatukan alisnya dan segera melihat ke bawah. Yena dikerumuni teman-temannya yang membantu dirinya membersihkan es krim dari kepalanya.
"WOI! YANG BERANI JATOHIN ES KRIM BERURUSAN SAMA GUE!" teriak seorang perempuan yang ternyata adalah Yeona.
Ravn terbelalak. Begitu juga dengan Seoho, ia menatap kaget ke arah Leedo yang malah asik menjilati tangannya yang terkena tetesan es krim.
Ravn dengan cepat berjalan ke arah Leedo dan menarik kerah seragam laki-laki itu.
"Kurang ajar ya lo lama-lama," ucapnya.
"Do, maksud lo gini apa, sih?! Udah 2 kali lo giniin Yena!" sahut Seoho ikut tak terima.
"Kenapa? Kok lo kesel?" tanya Leedo.
"Lo masih nanya kenapa gue kesel? Kelakuan lo enggak ada akhlak!" jawab Ravn.
"Jadi, lo beneran suka sama Yena?" tanya Leedo.
Ravn terdiam.
"Kalau lo biasa aja sama Yena lo enggak mungkin marah sama gue, ya kan? Akui aja lo emang ada rasa sama dia, Rav," ujar Leedo.
"Itulah kenapa lo enggak mau menjauh dari dia saat gue suka sama dia," sambung Leedo.
"Mau itu Yena atau bukan, yang lo lakuin itu udah kurang ajar Do!" omel Ravn.
"Sekarang lo mau apa? Mukulin gue disini? Silakan! Paling lo cuma akan berakhir di ruang BK," ucap Leedo.
"Rav, Do, udah deh berhenti. Jangan buat rame disini, anak-anak lagi pada belajar," lerai Seoho.
"Do, lo tahu gak kita udah kelas 12? Kalau lo buat ulah terus, kita bisa enggak lulus dari SMA ini!" kata Seoho marah.
Ravn melepaskan genggamannya dari kerah Leedo. Leedo mundur beberapa langkah dari Ravn sambil merapikan seragamnya yang kusut.
"Lo sampai sekarang belum tahu yang Yena sembunyiin ya, Rav?" tanya Leedo.
"Apa, sih?! Apa yang dia sembunyiin?! Dari kemarin lo bilang gitu terus," tanya Ravn terlihat kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ice Cube Lover || ONEUS RAVN
Fiksi PenggemarYena tidak pernah berpikir dirinya akan jatuh hati pada seorang kakak kelas super dingin dan misterius bernama Ravn. Dibalik sikap dingin Ravn, ternyata laki-laki itu memiliki masa lalu yang cukup kelam. Mampukah Yena meluluhkan hati Ravn? Apakah Ye...
