Leedo memicingkan matanya saat Yena menghampirinya di lapangan basket saat jam pulang sekolah. Seperti biasa, Leedo tengah berlatih basket dengan teman-teman satu eskurnya dulu itu.
Leedo berhenti memantulkan bola basketnya dan melemparnya ke arah temannya.
"Cepet, Na," suruh Leedo saat Yena sudah berada di hadapannya.
Yena meminta Leedo untuk berbicara dengannya sebentar. Oleh karena itu, gadis itu menemui Leedo di lapangan tersebut disaat Leedo sedang berlatih basket.
Tak mau memakan banyak waktu, Yena memberanikan dirinya untuk meluruskan beberapa hal yang tengah mengganggu pikirannya.
"Maaf ganggu kakak," ujar Yena.
"Na, I don't have much time. If you want to talk to me then go ahead or stay out of my sight," sahut Leedo tak bersahabat.
"Oke oke, Kak. Maaf. Aku cuma mau tanya, aku ada salah apa ke kakak sampai kakak jadi kasar gini ke aku?" tanya Yena.
"Kok lo nanya sama gue?" balas Leedo. "Lo enggak tahu?"
"Kalau aku tahu aku enggak nanya, Kak," ucap Yena.
"Mending sekarang lo pergi. Balik ke gue kalau lo udah tahu salah lo apa," suruh Leedo dan hendak membalikkan badannya.
"Tunggu!" tahan Yena.
Leedo tak jadi berbalik.
"Apa ini soal aku dan Kak Ravn?" tanya Yena.
Leedo mendengus.
"Itu salah satunya," jawab Leedo. "Ada 1 hal lagi yang seketika bikin gue nyesel pernah suka sama lo."
"Kak, aku kesini buat nanyain penjelasan. Kakak jangan bikin masalahnya tambah panjang!" ujar Yena.
"Kok lo malah ngegas, sih? Heh, yang harusnya marah disini itu gue! Bukan lo!" balas Leedo.
"Ya kakak marah boleh, tapi harus jelas marahnya kenapa! Aku juga kesel kali, Kak, tiba-tiba kakak marah ke aku sampe ngelempar cup es krim kayak kemarin! Makanya aku nanya ada apa, jelasin ke aku!" omel Yena.
Leedo menarik Yena ke gudang olah raga yang jaraknya tak jauh dari lapangan tersebut. Sesampainya disana, Leedo menutup pintu gudang rapat-rapat supaya tak ada orang lain yang menyadari keberadaan mereka.
"Apa lagi sekarang, Kak?" tanya Yena dengan emosi yang semakin lama semakin memuncak.
Leedo mendekatkan wajahnya ke wajah Yena hingga berjarak kurang lebih 20 cm.
"Lo mau tahu alasan gue marah sama lo?" tanya Leedo.
Yena menelan salivanya dan mengangguk.
"Gue benci pembohong, Na," ucap Leedo.
Yena mengernyit. Maksudnya apa?
"Aku? Bohong soal apa?" tanya Yena bingung.
"Gue tebak Ravn belom tahu juga soal ini," ujar Leedo.
"Apa, Kak? Bohong soal apa? Jangan setengah-setengah," tanya Yena lagi.
"LO BISA DIAM DULU, GAK?!" bentak Leedo hingga nyaris mencekik Yena.
Yena meraup nafas sedalam-dalamnya. Jantungnya berpacu sangat cepat. Ia menyadari berbicara dengan Leedo yang sedang marah bukanlah ide yang bagus.
"Lo ingat, ya, ini terakhir kali kita ngomong sedekat ini," ujar Leedo.
"Gue enggak mau suka sama cewek yang enggak jelas asal usulnya."
Seperti tersambar petir, tubuh Yena menegang ditambah jantungnya semakin berdegup kencang. Kepalanya terasa panas, seperti ada air mendidih di dalamnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ice Cube Lover || ONEUS RAVN
FanficYena tidak pernah berpikir dirinya akan jatuh hati pada seorang kakak kelas super dingin dan misterius bernama Ravn. Dibalik sikap dingin Ravn, ternyata laki-laki itu memiliki masa lalu yang cukup kelam. Mampukah Yena meluluhkan hati Ravn? Apakah Ye...
