3°C

89 14 0
                                        

Yena mengedarkan pandangannya ke arah buku-buku di depannya. Ini kali pertamanya Yena menginjakkan kakinya di perpustakan SMA Saint Joseph. Suasanya sangat nyaman, ber-AC dan memiliki tempat beralaskan karpet untuk duduk lesehan.

Yena mengambil beberapa buku novel yang akan ia baca untuk tugas bahasa Indonesia beberapa hari lagi.

"Na."

Yena menoleh ke kiri, mendapati salah seorang kakak kelasnya berdiri dengan canggung di samping gadis itu.

Yena menoleh ke kiri, mendapati salah seorang kakak kelasnya berdiri dengan canggung di samping gadis itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sorry, ganggu gak?" tanya Leedo.

Yena menggeleng pelan, berusaha tidak terlihat gugup.

"Gue cuma mau bilang lo jangan percaya kata-kata Hwanwoong tadi pagi," ujar Leedo.

Yena mengernyit. "Yang mana, Kak?"

"Yang dia bilang kata gue lo cantik," kata Leedo. 

Yena menahan tawanya.

"Oh, kirain apa," balasnya.

"Gue enggak bilang gitu, sumpah! Hwanwoong ngada-ngada aja," ujar Leedo terlihat salah tingkat.

Yena mendengus.

"Gak pa-pa, lagian aku tahu itu cuma bohongan," ujar Yena. "Aku biasa-biasa aja."

Leedo termenung. Tanpa Leedo sadari laki-laki itu malah menatap setiap detail wajah Yena di hadapannya.

"Kakak kesini cuma mau bilang itu?" tanya Yena.

Leedo berdeham. "I-iya."

"Yaudah, aku mau baca di luar. Kakak?"

"Gu-gue... balik aja, masih ada kelas."

Yena mengangguk. "Duluan, Kak."

Yena berjalan menjauh dari Leedo sebelum akhirnya Leedo kembali memanggilnya.

"Na!"

Yena menoleh. "Iya, Kak?"

"Gue tarik kata-kata gue," kata Leedo.

Yena mengernyit bingung.

"Kata-kata apa?" tanya Yena.

Leedo tersenyum simpul dan melenggang pergi dari perpustakaan.

"Sekalinya satu sekolah sama laki-laki, ketemunya kakel bentukan dia," gumam Yena lalu membuka pintu menuju ruang baca outdoor.
________________________________________________________________________________

"Gue ambil paskibra."

Yeona, Yesoo, dan Saemi memelotot tidak percaya ke arah Yena yang tengah mengunyah es campurnya.

"Apaan, sih?" tanya Yena.

"Gue kira lo bakalan PMR, ya ampun. Makasih Tuhan, Yena tidak masuk jajaran pembuat teh pas upacara," balas Yesoo.

Ice Cube Lover || ONEUS RAVNTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang